<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Welgedewelbeh &#187; Lidah api</title>
	<atom:link href="http://mulut.wordpress.com/category/lidah-api/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mulut.wordpress.com</link>
	<description>Mencerahkan dan mencerdaskan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jun 2008 06:30:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mulut.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/dd879917023a1df867055fc7ca8b6d6a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Welgedewelbeh &#187; Lidah api</title>
		<link>http://mulut.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mulut.wordpress.com/osd.xml" title="Welgedewelbeh" />
		<item>
		<title>Adili pimpinan dan backing FPI, Bubarkan FPI</title>
		<link>http://mulut.wordpress.com/2008/06/08/adili-pimpinan-dan-backing-fpi-bubarkan-fpi/</link>
		<comments>http://mulut.wordpress.com/2008/06/08/adili-pimpinan-dan-backing-fpi-bubarkan-fpi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 20:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lidah api]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[gus dur]]></category>
		<category><![CDATA[habib riziq]]></category>
		<category><![CDATA[kejadian monas]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulut.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Welgedewelbeh

Kasus monas 1 Juni kemaren yang diikuti dengan adu opini di berbagai blog, milis, forum dan lain-lain, berbagai macam fitnah serta pemelintiran fakta-fakta membuat mulut tidak tahan dan muak dengan itu semua. Pelaku kekerasan FPI harus diproses hukum dan ditahan. Pimpinan FPI serta dalang-dalangnya harus diungkap dan diadili, organisasi FPI harus dibubarkan.

Opini-2 dari blog-2 ataupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=56&subd=mulut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#ff00ff;"><em><strong>Welgedewelbeh</strong></em></span></p>
<div>
<p>Kasus monas 1 Juni kemaren yang diikuti dengan adu opini di berbagai blog, milis, forum dan lain-lain, berbagai macam fitnah serta pemelintiran fakta-fakta membuat <span style="color:#ff00ff;"><strong><em>mulut </em></strong></span>tidak tahan dan muak dengan itu semua. Pelaku kekerasan FPI harus diproses hukum dan ditahan. Pimpinan FPI serta dalang-dalangnya harus diungkap dan diadili, organisasi FPI harus dibubarkan.</div>
<div>
<p>Opini-2 dari blog-2 ataupun milis-2 yang sedang bersliweran mungkin saja    sangat bias. Apalagi testimoni-2 ataupun kutipan korespondensi orang-2 yang    dituduh sebagai aktor intelektual kerusuhan untuk mendukung teori konspirasi    validitasnya juga masih simpang siur.</p></div>
<div>
<p>Akan tetapi mungkin rekaman video bisa secara jujur berbicara. Apapun    alasannya, tindakan-2 FPI di video-2 berikut ini sama sekali nggak boleh    ditoleransi. Kekerasan dan sok-sokan gak mengeal hukum harus dienyahkan dari    bumi Indonesia. Coba saja lihat video-video berikut:</p></div>
<div>
<p>Yang pertama ini berisi agitasi untuk membunuh pengikut    ahmadiyah. Hasutan yang sangat jelas dan gamblang untuk membenci    Ahmadiyah, menghalalkan darah anggota ahmadiyah dan anjuran untuk membunuh    anggota ahmadiyah di manapun di bumi Indonesia. Provokasi yang dilakukan tidak    oleh kroco, tapi sekretaris pusat FPI, Sobri Lubis. Ini upaya sistematis    penghasutan massa oleh organisasi, bukan oleh oknum.</p></div>
<div>
<p><a rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=U7RLCXNdKF4" target="_blank"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://mulut.wordpress.com/2008/06/08/adili-pimpinan-dan-backing-fpi-bubarkan-fpi/"><img src="http://img.youtube.com/vi/U7RLCXNdKF4/2.jpg" alt="" /></a></span></a></div>
<div>
<p>&gt;&gt; kalau bukti ini kurang cukup untuk membuka mata hati kita, &#8230;..    kebangetan deh<br />
&gt;&gt; kalau bukti ini tidak cukup membuat pemerintah bertinak tegas    &#8230;.. patut dicurigai siapa backingnya</p></div>
<div>
<p>Yang ini jelas-jelas penganiayaan oleh FPI terhadap massa sipil    di tragedi monas kemaren .. Bahkan yang sudah terluka dan tidak    melawan &#8230; masih dianiaya. Apapun alasannya, heran deh, tindakan tak beradab    seperti ini kok ya masih dibela. Adil harus &#8230; tapi kalau membenarkan    tindakan FPI, apakah kita sudah kehilangan obyektivitas? ?.</p></div>
<div>
<p><a rel="nofollow" href="http://www.youtube.%20com/watch?%20v=r--6XNvZwMo" target="_blank">http://www.youtube. com/watch?    v=WmGsR6bviO0<br />
http://www.youtube. com/watch?    v=UGrLrMMPDzk<br />
http://www.youtube. com/watch?    v=r&#8211;6XNvZwMo</a></div>
<div>
<p>Yang ini cara FPI menyelesaikan masalah, sekali lagi warga    sipil dihajar dengan kejam terus meski sudah tidak melawan. Polisi    pun melakukan pembiaran lagi &#8230;<br />
<a rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=qnCzdoScFq0&amp;feature=related" target="_blank"><br />
http://www.youtube. com/watch? v=ZWBP6mPH8cE<br />
http://www.youtube. com/watch?    v=qnCzdoScFq0&amp;feature=related</a><a rel="nofollow" href="http://www.youtube.com/watch?v=DHoyBcmPMz8" target="_blank"><br />
http://www.youtube. com/watch?    v=DHoyBcmPMz8</a></div>
<div>
<p>Ini kasus betapa sewenang-wenangnya FPI, di bulan Romadhon &#8230; Emangnya    puasa mengajari orang untuk sewenang-wenang dan mudah marah ya ????</p></div>
<div>
<p>Yang ini adalah penganiayaan terhadap jamaah AHmadiyah, ternyata    kebencian atas nama tuhan juga disebar-2 di masjid2. Atribut FPI juga dipakai    oleh mereka-2 yang menganiaya ini.</p></div>
<div>
<p><a rel="nofollow" href="http://www.youtube.%20com/watch?%20v=EozuwflQ3N8" target="_blank">http://www.youtube. com/watch?    v=yPAORBa1bX0<br />
http://www.youtube. com/watch?    v=Zd2y1yCO9es<br />
http://www.youtube. com/watch?    v=HKCoIqKHofc<br />
http://www.youtube. com/watch? v=x0SEYdJ-    xwE<br />
http://www.youtube. com/watch?    v=EozuwflQ3N8</a></div>
<div>
<p>Susah-sudah para wali mengislamkan sebagian besar orang Indonesia,    susah-susah ulama&#8217; yang tanpa pamrih menjaga pancaran kedamaian Islam menaungi    bumi Indonesia. Sekarang islam dirusak sendiri oleh orang yang ngaku-2    paling islami. Kalau begini Islam yang ditampilkan, jangan harap ada orang non    Islam masuk Islam, orang yang sudah Islam saja dipaksa untuk mengaku bukan    Islam.</p></div>
<div>
<p>Sudah terlalu banyak bukti &#8230;..</p></div>
<div>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Adili pelaku kekerasan FPI, Adili pimpinan dan backing FPI, Bubarkan organisasi FPI !!!</span></strong></div>
<p>Bhineka Tunggal Ika<br />
Mari    diwujudkan, jangan hanya jadi slogan !!<br />
Islam    rahmat bagi semesta<br />
Mari    dipraktekkan, bukan untuk jualan !!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulut.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulut.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulut.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulut.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulut.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulut.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulut.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulut.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulut.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulut.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulut.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulut.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=56&subd=mulut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulut.wordpress.com/2008/06/08/adili-pimpinan-dan-backing-fpi-bubarkan-fpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3437fa6e10a2a7074749785b794c382?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Welgedewelbeh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/U7RLCXNdKF4/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Terkait konflik PKB, detik.com tidak netral</title>
		<link>http://mulut.wordpress.com/2008/05/05/detikcom-sudah-tak-netral-lagi/</link>
		<comments>http://mulut.wordpress.com/2008/05/05/detikcom-sudah-tak-netral-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 09:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lidah api]]></category>
		<category><![CDATA[detik.com]]></category>
		<category><![CDATA[gus dur]]></category>
		<category><![CDATA[kaidah jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[konflik pkb]]></category>
		<category><![CDATA[muhaimin]]></category>
		<category><![CDATA[pkb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulut.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Welgedewelbeh
Berita politik paling panas dalam dua minggu terakhir ini adalah berita tentang konflik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hampir semua siaran berita, baik cetak maupun elektronik (termasuk didalamnya adalah portal berita online) juga turut menyoroti konflik tersebut. Manuver demi manuver yang dilakukan oleh kedua kubu selalu saja memiliki daya tarik sendiri bagi media untuk memberitakannya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=55&subd=mulut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><strong><span style="color:#ff00ff;">Welgedewelbeh</span></strong></em></p>
<p>Berita politik paling panas dalam dua minggu terakhir ini adalah berita tentang konflik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hampir semua siaran berita, baik cetak maupun elektronik (termasuk didalamnya adalah portal berita online) juga turut menyoroti konflik tersebut. Manuver demi manuver yang dilakukan oleh kedua kubu selalu saja memiliki daya tarik sendiri bagi media untuk memberitakannya. Sayangnya beberapa media massa yang seharusnya menjaga netralitasnya ternyata memiliki kecondongan-kecondongan keberpihakan. Yang ingin <em><span style="color:#ff00ff;"><strong>mulut </strong></span></em>soroti saat ini adalah portal berita detik.com, sebagai media masssa berpengaruh dan memiliki pelanggan yang sangat luas ternyata tidak menjalankan <a title="kode etik" href="http://ajiindonesia.org/index.php?fa=org.ethic" target="_blank">kode etik jurnalistik</a> secara baik.</p>
<p>Coba saja lihat di berita-berita konflik PKB yang diturunkannya, penggunaan istilah-istilah yang tendensius serta distorsi berita dapat dilihat dengan sangat telanjang. Misalkan penggunaan istilah &#8220;Muhaimin dipecat gus dur&#8221; yang secara konsisten di pakai di berbagai beritanya (lihat <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/28/time/064716/idnews/914627/idkanal/10" target="_blank">di sini</a>, <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/27/time/114316/idnews/914200/idkanal/10" target="_blank">sini</a>, atau di <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/03/tgl/30/time/130835/idnews/915472/idkanal/10" target="_blank">sini</a> dll). Padahal pada kenyataanya Muhaimin belum dipecat waktu itu, dia hanya diminta untuk mundur dari ketua tanfidz PKB. Soal pemberhentian itu dilakukan setelahnya di forum MLB setelah dia menolak untuk mundur, dan malah melawan suara terbanyak di dewan pimpinan PKB. Isu soal beredarnya SK pemecatan Muhaimin yang diberitakan portal detik.com juga tidak ada konfirmasinya (lihat <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/08/time/093840/idnews/919971/idkanal/10" target="_blank">di sini</a> dan <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/08/time/064100/idnews/919851/idkanal/10" target="_blank">di sini</a>).</p>
<p>Penyebutan Gusdur sebagai pihak pemecat Muhaimin juga merupakan distorsi kenyataan, padahal yang menghendaki muhaimin mundur adalah sebagian besar pucuk pimpinan PKB yang terdiri dari anggota-anggota dewan syuro DPP-PKB dan anggota ketua dewan tanfidz DPP-PKB. Gus Dur sendiri saat pengambilan suara memilih abstain sebagaimana Muhaimin. Nah ini bagaimana ceritanya kok tiba-tiba redaksionalnya berubah menjadi Gusdur memecat Muhaimin. </p>
<p>Di <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/30/time/093214/idnews/931769/idkanal/10" target="_blank">berita yang lain</a> di detik.com disampaikan bahwa ada acara nonton bareng (nobar) film &#8220;para pembelot gusdur&#8221; di MLB Parung Bogor. Padahal jelas-jelas tertulis di artikel berita itu bahwa judul film-nya adalah &#8220;Bersama Gus Dur Menang Untuk Rakyat&#8221;. Ini jelas-jelas sebuah distorsi pemberitaan yang sangat telanjang, tidak sesuai fakta dan menggiring ke opini tertentu sesuai dengan kepentingan detik.com. Di <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/30/time/170401/idnews/932235/idkanal/10" target="_blank">berita lain</a> terkait permasalahan yang sama, lebih telanjang lagi, detik.com malah menulis di bagian judul berita <strong>&#8220;Muhaimin Diteriaki &#8216;Huu!&#8217; Saat Nongol di Film Pembelot Gus Dur&#8221;</strong> . Nah itu bagaimana ceritanya kok detik mengubah judul film secara tak bertanggung jawab. Ini jelas-jelas distorsi berita.</p>
<p>Kesimpulannya, detik.com sudah kehilangan netralitasnya. Terlihat sekali bahwa ada pembentukan opini untuk memperburuk gusdur dan PKB melalui berita-berita yang diturunkannya. Parahnya, hal ini dilakukan tanpa mengindahkan kaidah-kaidah prinsip jurnalistik yang independen, balance dan akurat. Bagi para pembaca setia detik.com, juga media massa lain di tanah air &#8230;. selalulah kritis dan waspada &#8230;. media kita sudah mulai terbukti tidak netral, ada kepentingan yang bermain di sana.</p>
<p>waspadalah &#8230; waspadalah</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulut.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulut.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulut.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulut.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulut.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulut.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulut.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulut.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulut.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulut.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulut.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulut.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=55&subd=mulut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulut.wordpress.com/2008/05/05/detikcom-sudah-tak-netral-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3437fa6e10a2a7074749785b794c382?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Welgedewelbeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gusdur tidak konsisten ?</title>
		<link>http://mulut.wordpress.com/2008/01/13/gusdur-tidak-konsisten/</link>
		<comments>http://mulut.wordpress.com/2008/01/13/gusdur-tidak-konsisten/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 01:19:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Lidah api]]></category>
		<category><![CDATA[capres]]></category>
		<category><![CDATA[gus dur]]></category>
		<category><![CDATA[konsisten]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulut.wordpress.com/2008/01/13/gusdur-tidak-konsisten/</guid>
		<description><![CDATA[welgedewelbeh
Akhir tahun merupakan momentum yang banyak digunakan orang terutama para blogger untuk memaklumatkan resolusi, kilas balik, refleksi, meluncurkan album dan lain-lain, agar menjadi lebih baik di masa mendatang ke ruang publik. Serasa tidak mau ketinggalan, partai politik A dan B, ormas C dan D, pebisnis, para politisi, kelompok penggiat masyarakat dan lain lain pun melakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=51&subd=mulut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b><i><font color="#ff00ff">welgedewelbeh</font></i></b></p>
<p>Akhir tahun merupakan momentum yang banyak digunakan orang <strike>terutama para blogger</strike> untuk memaklumatkan <a href="http://asruldinazis.wordpress.com/2008/01/02/unhappy-new-year-kaleidoskop-2007-vs-resolusi-2008/" target="_blank">resolusi</a>, <a href="http://alief.wordpress.com/2007/12/21/kaleidoskop-blog%e2%84%a2-cak-alief-2007/" target="_blank">kilas balik</a>, refleksi, <a href="http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=21&amp;dn=20071107130021" target="_blank">meluncurkan album</a> dan lain-lain, agar menjadi lebih baik di masa mendatang ke ruang publik. Serasa tidak mau ketinggalan, <a href="http://www.demokrat.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=279&amp;Itemid=17" target="_blank">partai</a> <a href="http://www.golkar.or.id/detail_nasional.php?option=content&amp;task=view&amp;id=9386" target="_blank">politik</a> <a href="http://www.eramuslim.com/berita/nas/6c28170447-refleksi-akhir-tahun-2006-pan-dan-pkb-kementrian-bidang-ekuin-jeblok.htm?prev" target="_blank">A</a> dan <a href="http://bulanbintang.wordpress.com/2007/12/30/catatan-akhir-tahun-bulan-bintang-media/" target="_blank">B</a>, <a href="http://www.nusatenggaranews.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=13&amp;artid=2409" target="_blank">ormas</a> <a href="http://papernas.org/id/news/catatan-akhir-tahun-2007" target="_blank">C</a> <a href="http://www.liputan6.com/politik/?id=24039" target="_blank">dan</a> <a href="http://gp-ansor.org/?p=3784" target="_blank">D</a>, <a href="http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=147930&amp;actmenu=35" target="_blank">pebisnis</a>, <a href="http://immfaiuad.wordpress.com/2008/01/06/refleksi-akhir-tahun-baru-masjid-gedhe-kauman-jogjakarta/" target="_blank">para</a> <a href="http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=2770&amp;Itemid=1" target="_blank">politisi</a>, kelompok <a href="http://bcwbanten.blogspot.com/2007/12/refleksi-akhir-tahun.html" target="_blank">penggiat masyarakat</a> dan lain lain pun melakukan hal serupa. Para tokoh politik pun memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan publisitas atas apa yang ingin dia raih di tahun mendatang, terkait ataupun tidak dengan target politik menjelang pemilu 2009 nanti.</p>
<p>Satu hal yang menarik dari berbagai acara di akhir tahun 2007 tersebut adalah <a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0712/31/utama/4113326.htm" target="_blank">pernyataan Gusdur bahwa beliau mau maju kembali menjadi capres Indonesia di pemilu 2009</a> yang akan datang. Lho gus barusan kemaren (bulanNovember 2007) kan bilang kalau <a href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=10782" target="_blank">tidak bersedia menjadi capres di pemilu 2009</a>, kok sekarang ngomongnya lain lagi?. Apakah njenengan tidak khawatir dianggap plin-plan atau tidak konsisten oleh rakyat di republik ini?. Welgedewelbeh &#8230;<br />
<a href="http://mubarok-institute.blogspot.com/2006/11/psikologi-mimpi-4-mimpi-gus-dur.html" target="_blank">Para</a> <a href="http://www.ywibisono.com/index.php?page=menyimak-gus-dur-memberantas-korupsi-dengan-menaikkan-gaji" target="_blank">pengagum</a> dan orang-orang yang menghendaki Gusdur menjadi presiden pasti telah menyadari hal ini dan akan (mungkin sudah) menyiapkan seribu satu penjelasan akan sikap Gus yang satu ini. Begitu pula sebaliknya, para pembenci Gusdur, lawan politik ataupun orang yang sudah kadung sebel dengan segala tindak tanduk dan statemennya akan memakai fakta ini untuk mengecilkan beliau.</p>
<p>Posting ini tidak dibuat untuk menakar kekonsistenan Gusdur, ataupun menghakimi pilihan yang dibuatnya. Akan tetapi untuk mengajak kita semua merenungkan lebih dalam lagi makna konsistensi.</p>
<p>Bagi kelompok orang yang pertama, Gusdur itu adalah orang yang konsisten. Konsisten dalam menebarkan dan mengamalkan pluralisme dan kemanusiaan. Konsisten membela kaum tertindas, baik dari golongan mayoritas ataupun minoritas, tak peduli siapa yang ditindas (bahkan diri sendiri) dan siapa yang menindas, <a href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=11132" target="_blank">kawan sendiri</a> ataupun<a href="http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1278&amp;Itemid=67" target="_blank"> lawan,</a> menaikkan popularitas ataupun menghancurkan reputasinya. Mereka akan berkata kalau <a href="http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=2724&amp;Itemid=42" target="_blank">Gusdur itu konsisten di tujuan dan niat, caranya bisa jadi berbentuk macam-macam</a> termasuk berubah pernyataan dengan sangat cepat.</p>
<p>Bagi mereka, bisa jadi ketidak-konsisten-an Gusdur kali ini didasari oleh rasa prihatin yang luar biasa terhadap perkembangan terakhir ke arah mana bangsa ini akan dibawa.  Mulai dari merebaknya  <a href="http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=2770&amp;Itemid=1" target="_blank"></a><a href="http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=2770&amp;Itemid=1" target="_blank">kekerasan yang berlindung alasan klasik </a>kemurnian agama, sampai pada masalah serius seperti <a href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=10890" target="_blank">pelanggaran konstitusi</a> kebebasan berpendapat dan beragama, termasuk sikap <a href="http://www.eramuslim.com/berita/nas/7327170605-gus-dur-presiden-sby-takut-tekanan-george-w.-bush.htm?rel" target="_blank">penakutnya</a> presiden dalam hal ini. Arah pembangunan ekonomi yang lebih berpihak pada kapitalis besar dan <a href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=11192" target="_blank">disetir oleh kepentingan asing</a>. <a href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=11176" target="_blank">Melebarnya kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin</a> dan lain sebagainya. Semua isu penting tersebut &#8220;memaksa&#8221; Gusdur untuk mau ber susah-susah lagi (mau) menjadi calon presiden.</p>
<p>Kelompok pertama ini, juga akan menambahi bahwa <a href="http://islamlib.com/id/index.php?id=1144&amp;page=article" target="_blank">Gusdur itu bukan orang yang &#8220;pedulian&#8221;</a>. Pasti akan dikatakan kalau beliau itu nggak pernah mau peduli dikatakan nggak tahu diri, ngawur, kafir, sesat, apalagi cuman dikatakan plin plan dan nggak konsisten.  Atau kasarannya, yang penting menempatkan kepentingan dan arah bangsa padda rel yang benar nggak peduli mau jadi presiden atau tidak.</p>
<p>Bagi orang-orang yang memang sudah nggak demen Gusdur pasti akan bilang: &#8220;nah tuh kan apa gue bilang &#8230;. tambah satu lagi bukti<a href="http://www.indomedia.com/bernas/2000/05/UTAMA/05uta3.htm" target="_blank"> ke-mencla-mencle-an gusdur</a>&#8220;.  Dari sononya sudah <a href="http://www.gatra.com/2000-12-22/" target="_blank">nggak konsisten</a>, mau dipegang apanya omongan dia itu. Orang nggak konsisten macam ini kan berbahaya banget kalau mimpin negara, bisa anjrut-anjrutan negeri ini jadinya. (dan biasanya) Akan ditambah-tambahi pula dengan sederet <a href="http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2003/1/8/op2.htm" target="_blank">berbagai &#8220;prestasi&#8221; buruk</a> dan bukti-bukti lain <a href="http://www.tempointeraktif.com/harian/kolom/kom-22072000.html" target="_blank">keplin-plan-an</a> Gusdur semasa memimpin negeri ini di masa lalu.</p>
<p>Hmmmh &#8230; mengenai hal ini <font color="#ff00ff"><b><i>mulut</i></b></font> jadi teringat sendiri akan posting <a href="http://mulut.wordpress.com/2007/11/24/susahnya-untuk-konsisten/" target="_blank">susahnya untuk konsisten</a> yang dibuat <font color="#ff00ff"><i><b>mulut</b></i></font> beberapa bulan yang lalu. Untungnya <font color="#ff00ff"><b><i>mulut</i></b></font> hanyalah orang <strike>nggak penting</strike> biasa yang konsisten atau tidaknya diri tidak berpengaruh pada kehidupan orang banyak. Jadi ingat sepenggal kalimat yang <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>tulis di sana &#8230;</p>
<blockquote><p>Menurut <font color="#ff00ff"><b><i>mulut</i></b></font>, konsisten itu bagai pedang bermata dua, bisa ke arah positif dan sebaliknya bisa juga ke arah negatif. Sehingga sikap berhati-hati sangat penting untuk dipake sebagai pendamping sikap konsisten. Jangan sampai sikap <strike>tidak mau berubah</strike> konsisten kita itu malah menjadikan kita lebih buruk dan tidak meningkatkan kualitas kita sebagai manusia. Jangan karena kawatir dianggap tidak konsisten lalu kita takut berubah, padahal perubahan tersebut akan membawa kita kepada kebaikan, atau … kalau kita tidak berubah malah membawa kita pada keburukan.</p></blockquote>
<p>Nah apakah Gusdur memang manusia yang nggak mau terikat lagi dengan tanggapan-tanggapan publik mengenai segala pernyataan, keputusan dan tindak-tanduknya?, ataukah ini hanyalah tambahan bukti saja bahwa Gusdur memang tidak konsisten?.</p>
<p>Semua terserah anda yang menafsirkan kan &#8230;</p>
<p>Semoga saja, apapun yang terjadi pada negeri ini adalah yang terbaik yang memang berhak kita terima dari Yang Kuasa. Kalaupun kita memang belum berhak menerima yang terbaik semoga saja dimudahkan jalan kita untuk menjadi bangsa yang berhak itu. (*Mode maksa Tuhan : On <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) he he he. Yang terbaik sajalah &#8230;. dan harus yang terbaik ya Tuhan yaa &#8230; yaa</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulut.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulut.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulut.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulut.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulut.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulut.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulut.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulut.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulut.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulut.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulut.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulut.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=51&subd=mulut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulut.wordpress.com/2008/01/13/gusdur-tidak-konsisten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3437fa6e10a2a7074749785b794c382?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Welgedewelbeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembodohan ala Pers Malaysia</title>
		<link>http://mulut.wordpress.com/2007/11/30/pembodohan-ala-pers-malaysia/</link>
		<comments>http://mulut.wordpress.com/2007/11/30/pembodohan-ala-pers-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 12:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lidah api]]></category>
		<category><![CDATA[Mulutku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulut.wordpress.com/2007/11/30/pembodohan-ala-pers-malaysia/</guid>
		<description><![CDATA[: Momen tepat menggugat tanggung jawab Pemerintah kita
Baru saja mulut menerima sebuah email yang melampirkan cuplikan berita dari kantor berita Malaysia (Bernama). Berita tentang aksi demo seniman reog dari kantor berita resmi Negeri tetangga tersebut sungguh &#8220;aneh&#8221; bin &#8220;ajaib&#8221;. Beberapa kali mulut membaca berita itu, dengan maksud ingin sungguh-sungguh memahami perasaan mereka, namun (dengan sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=47&subd=mulut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b>: Momen tepat menggugat tanggung jawab Pemerintah kita</b></p>
<p>Baru saja <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>menerima sebuah email yang melampirkan cuplikan berita dari kantor berita Malaysia (Bernama). Berita tentang aksi demo seniman reog dari kantor berita resmi Negeri tetangga tersebut sungguh <b>&#8220;aneh&#8221; </b>bin <b>&#8220;ajaib&#8221;</b>. Beberapa kali <font color="#ff00ff"><i><b>mulut </b></i></font>membaca berita itu, dengan maksud ingin sungguh-sungguh memahami perasaan mereka, namun (dengan sangat menyesal) berulang kali pula <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>ngggak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.</p>
<p>Coba deh baca sendiri cuplikan berita tersebut seperti ini :</p>
<blockquote><p><b><font color="#ff0000">Duta Besar Malaysia ke Indonesia Datuk Zainal Abidin Mohamed Zain <u>memerlukan hanya tiga minit untuk menyuraikan demonstrasi anti-Malaysia</u></font></b>, yang sebelum itu berkobar-kobar dan kononnya akan berlangsung satu tindakan nekad di hadapan kedutaan di sini pagi ini.</p>
<p><b><font color="#ff0000">Lebih 1,000 pendemonstrasi anti-Malaysia daripada kalangan aktivis kebudayaan Reog Ponorogo</font></b>, yang diapi-apikan semangat anti-Malaysia oleh pelbagai laporan media massa yang menuduh Malaysia telah mengambil dan mengakui berhak terhadap kesenian itu, <b><font color="#ff0000">akhirnya menyuraikan diri selepas mendengar penjelasan itu.</font></b></p></blockquote>
<p>Cuplikan yang lain lagi dari berita yang sama :</p>
<blockquote><p><u><b><font color="#ff0000"> S</font></b><b><font color="#ff0000">etelah penjelasan yang menggunakan hanya kira-kira 50 patah perkataan sahaja itu</font></b></u>, Zainal Abidin terus turun dari pentas itu dan kembali meneruskan tugas di pejabatnya, meninggalkan <b><u><font color="#ff0000">para pendemonstrasi itu terdiam seperti terpukau</font></u>.</b></p></blockquote>
<p>Artikel selengkapnya dari Bernama yang berjudul <font size="3"><b>&#8220;D</b><b>uta Besar Suraikan 1,000 Aktivis, Demonstrasi Anti-Malaysia&#8221;</b></font> dapat dibaca di <a href="http://www.bernama.com.my/bernama/v3/bm/news.php?id=299308">sini</a>. Gimana, sudah ikutan ngakak seperti <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>nggak? wak kak kak kak &#8230;. cara memberitakannya itu lho seakan-akan dubesnya itu sakti mandraguna &#8230;. &#8220;hanya butuh waktu tiga menit, dan menggunakan tak lebih dari 50 kata saja sudah bisa membubarkan ribuan demonstran Indonesia&#8221; wa ka ka ka (sorry masih nggak bisa brenti ngakak).</p>
<p><span id="more-47"></span>(menulis sambil masih ngakak) Artikel yang sama juga terheran-heran dengan pers Indonesia yang tidak ada satupun yang memberitakan tentang ke-sakti-mandraguna-an duta besar mereka. Simak deh :</p>
<blockquote><p>Namun, tidak satu pun media massa dalam talian dan televisyen yang meliputi demonstrasi itu melaporkan aspek kecekapan diplomasi Zainal Abidin yang tampil dengan tenang menamatkan demonstrasi itu tanpa sebarang insiden buruk.</p></blockquote>
<p>Ya gustiiii, Malaysia &#8230; Malaysia &#8230;. kenapa kantor berita resmi negerimu begitu lucu ya &#8230;.. wak ka ka ka. Kalau rakyatnya dicekokin berita kayak gitu terus &#8230; pantas saja mereka begitu cupet mikirnya. Silahkan bandingkan pemberitaan kejadian serupa juga oleh <a href="http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=315083">Jawapos</a>, <a href="http://www.kompas.com/ver1/Dikbud/0711/29/100306.htm">Kompas</a>, <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/11/29/brk,20071129-112557,id.html">Tempo Interaktif</a>, <a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0711/30/nas01.htm">Suara Merdeka</a> de el el. Inilah pembodohan terlucu ala pers Malaysia kepada rakyatnya. (TVRI saja dulu nggak lucu begitu &#8230; mmhm malah membosankan kali yaaa).</p>
<p><b><font color="#ff0000">Duarrrrr !!!!</font></b></p>
<p>Ketika <b><i><font color="#ff00ff">mulut </font></i></b>mengatakan itu <b>pembodohan</b>, jadi terpikir apakah kita juga sedang dibodohkan oleh pers kita ya?. Mmmmhm mungkin yang lebih tepat adalah <b>dinina-bobokkan</b>. Coba deh pikir, mungkin kemarahan kita terhadap Malaysia telah menyedot habis daya kritis kita terhadap pemerintah. Dengan &#8220;asyiknya&#8221; pers kita mengelola kemarahan kita atas malasyia itu menjadi berita yang bernilai jual tinggi, mendongkrak angka penjualan dan oplah harian mereka.</p>
<p>Di sisi lain, kita mungkin jadi kurang kritis dan teralihkan perhatiannya hanya pada masalah ini (klaim-klaim malaysia atas  berbagai warisan budaya kita tersebut). Padahal kalau kita mau berpikir lebih jauh, urusan harga diri bangsa seperti yang sedang kita hadapi saat ini tidaklah melulu urusan pencurian berbagai kesenian dan produk budaya kita oleh Malaysia. Malah menurut <font color="#ff00ff"><b><i>mulut</i></b></font>, masalah harga diri bangsa yang lebih besar itu adalah masalah TKI/TKW kita di sana.</p>
<p>Sadarkah saudara bahwa ketika kita marah kepada Malaysia atas pencurian <b><i>reog, batik, congklak </i></b>ataupun <b><i>lagu rasa sayange</i></b> dan lain sebagainya, ribuan perempuan bangsa kita dihinakan, ditipu dan diinjak-injak harkat dan martabatnya sebagai manusia dengan dijadikan pelacur (lihat artikel <a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0405/31/nas05.htm">ini</a> dan <a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/10/31/wanita-asal-madiun-dijual-sebagai-pelacur-di-malaysia/">ini</a> serta masih banyak lagi yang lain). Ribuan lainnya diperkosa majikan, disiksa, tidak dibayarkan gajinya dan lain-lain (baca di <a href="http://www.indomedia.com/bpost/062007/28/depan/utama1.htm">sini</a>). <font color="#ff00ff"><i><b>Bukankah</b></i></font> seharusnya kita lebih marah pada yang beginian, mereka adalah manusia yang punya hati, martabat dan saudara sebangsa kita sendiri. Mengapa kita begitu marah atas dicurinya segala simbol kebudayaan bangsa yang &#8220;hanya merupakan benda mati belaka&#8221;. Mengapa kita &#8220;tidak terlalu marah&#8221; mendapati saudara-saudari kita dihinakan, dianiaya, ditindas, diperbudak di sana.  Parahnya, kejadian ini sudah berlangsung begitu lama, bertahun-tahun dan terus saja berulang-ulang tanpa ada tindakan kongkrit dari pemerintah kita untuk melindungi saudara sebangsa kita tersebut.</p>
<p>Bukannya <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>melarang anda semua untuk marah pada Malaysia atas pencurian kekayaan budaya dan tradisi kita tersebut. <font color="#ff00ff"><b><i>Mulut </i></b></font>hanya mengajak saudara sekalian untuk juga kritis pada bangsa/pemerintah kita sendiri (juga pada pemerintah Malaysia). Bukankah, merupakan tanggung jawab negara untuk melindungi seluruh warganya, menyediakan pekerjaan yang layak, pendidikan serta mewujudkan kemakmuran umum. Apa kemajuan yang telah dilakukan pemerintah kita dalam upaya melindungi saudara-saudara sebangsa kita tersebut ?. Jangan-jangan pemerintah kita sekarang malah bisa tidur nyenyak karena rakyatnya sedang marah kepada &#8220;orang lain&#8221; (Malaysia). Bersembunyi di tengah-tengah riuh rendah kemarahan bangsa pada negara tetangga.</p>
<p>Lebih menangis lagi ketika <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>teringat Miliaran rupiah dihambur-hamburkan untuk studi banding ke luar negeri para wakil rakyat kita. Miliaran rupiah dihamburkan hanya untuk uang makan rapat-rapat ini dan itu (baik pemerintah maupun legislatif) yang tidak menyentuh langsung kepentingan rakyat. Triliunan rupiah dihambur-hamburkan hanya untuk pesta-pesta pilkada, serta pemilu di seluruh penjuru negeri. Belum lagi triliunan uang rakyat yang dikorupsi. Bayangkan jika uang tersebut digunakan dengan baik, pasti bisa membuka lapangan kerja cukup banyak sehingga tidak perlu perempuan-perempuan saudara kita tersebut jauh-jauh tertipu agen PJTKI sehingga menjadi pelacur dan dihinakan di Malaysia. Inilah bung <b>harga diri bangsa </b>kita yang sebenarnya lebih patut kita nomor satukan.</p>
<p><font color="#ff00ff"><b><i>Mulut </i></b></font>jadi teringat pernah membaca sebuah artikel beberapa tahun yang lalu, tentang seorang pejabat kita yang dalam kunjungan dinasnya ke Malaysia, &#8220;iseng-iseng&#8221; dia &#8220;sweeping&#8221; sebuah sentra pelacuran di sana, kabarnya dia mampu membebaskan beberapa perempuan yang disekap dan dipaksa melacur di Malaysia. (sayang mulut tidak berhasil mendapatkan link artikel tersebut di Internet). Hanya dengan usaha sedikit saja, beberapa perempuan saudara sebangsa kita dapat dibebaskan dari penderitaan lahir batin yang dialaminya di sana. Sang pejabat (karena alasan tidak ada dukungan dana) akhirnya harus pulang kembali ke tanah air.</p>
<p>Bayangkan saudara, kalau pemerintah kita mau peduli, lakukan operasi serupa di atas secara sistematis &#8230; <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>yakin ratusan atau bahkan ribuan perempuan kita yang sedang diperbudak, dihina dan direndahkan di Malaysia akan dapat diselamatkan, dibebaskan dari penderitaan lahir batin yang mendera mereka. Ribuan TKW kita yang diperkosa majikannya, disiksa, atau tidak dibayarkan gajinya secara memadai akan dapat dibela. Melihat kemajuan perlindungan terhadap TKI/TKW sampai saat ini, satu saja kesimpulan logis yang muncul. Pemerintah TIDAK <strike>BEGITU</strike> PEDULI nasib anak bangsanya.</p>
<p>Bagaimana mengatasi hal ini &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Ada usulan beberapa politisi agar ada keterwakilan anggota DPR dari warga kita yang sedang bekerja di malaysia (<a href="http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=302602">Jawapos 7 Sept 07</a>) sehingga bisa lebih memperjuangkan nasib para TKI/TKW kita di sana. Menurut <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>itu mungkin hanyalah komoditas politik saja bagi para politisi untuk mendapatkan lebih banyak kursi. Walaupun itu bisa dikatakan masih mending, dari pada yang tidak mikir sama sekali. Di sisi lain, pemerintah berkata mereka tak ada cukup dana &#8230;&#8230; ahhhh itu bohong belaka, <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>tahu pasti miliaran uang kau hamburkan untuk ini itu pengeluaran yang kadang dikarang-karang mereka demi sekedar ada. Meski uang kita hanya sedikit, kalau pemerintah ada kemauan pasti kita bisa bela.</p>
<p><font color="#ff0000"><b>ARRRRRGGGGHHHHH <i><font color="#ff00ff">mulut </font></i>marah !!!!</b><br />
</font></p>
<p>Saatnya kita bertindak, meski hanya lewat kata-kata, dengarkan 10 tuntutan <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>yang diserukan di alam blogosphere indonesia ini kepada <strike>yang mulia</strike> PEMERINTAH INDONESIA :</p>
<blockquote>
<blockquote>
<ol>
<li>
<address>Selamatkan harga diri bangsa &#8211; Selamatkan TKI/TKW kita di Malaysia</address>
</li>
<li>
<address>Selamatkan dan pulangkan saudara-saudari kami yang dipaksa menjadi pelacur di Malaysia sekarang juga.</address>
</li>
<li>
<address>Hukum mati pelaku traficking/PJTKI kurang ajar penjual saudara sendiri (baik yang berwarga negara Indonesia maupun Malaysia &#8212; kalo ketangkap di sini)</address>
</li>
<li>
<address>Lindungi TKI/TKW saudara kami di Malaysia dari kejahatan ketenaga-kerjaan.</address>
</li>
<li>
<address>Bikin undang-undang perlindungan TKI/TKW diluar negeri.</address>
</li>
<li>
<address>Lindungi seni budaya bangsa kita.</address>
</li>
<li>
<address>Lindungi kekayaan alam nusantara.</address>
</li>
<li>
<address>Ciptakan lapangan kerja.</address>
</li>
<li>
<address>Beri pendidikan murah.</address>
</li>
<li>
<address>Stop basa-basi &#8230;. kami sudah bosan !!!</address>
</li>
</ol>
</blockquote>
</blockquote>
<p>Jika saudara setuju dengan tulisan dan tuntutan di atas, tolong bantu  sebar luaskan pemahaman dan tuntutan ini.  Silahkan kopi, rujukkan, link atau bikin sendiri tulisan sejenis versi anda sendiri.</p>
<p>Mari bersatu, Ayo berjuang, wujudkan kemerdekaan bangsa yang sesungguhnya.</p>
<p>Artikel terkait:<a href="http://www.rayofshadow.com/blog/antara-aku-indonesia-malaysia-dan-blogger/" rel="bookmark"></a></p>
<blockquote>
<ol>
<li><a href="http://mulut.wordpress.com/2007/11/14/malaysia-kaciaaan-de-lu/">Kasihanilah Malaysia</a></li>
<li><a href="http://www.rayofshadow.com/blog/antara-aku-indonesia-malaysia-dan-blogger/" rel="bookmark">Antara aku Indonesia Malaysia dan Blogger</a></li>
<li><a href="http://www.rayofshadow.com/blog/indonesia-malaysia-dari-sisi-lain/">Indonesia Malaysia dari sisi lain</a></li>
<li><a href="http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/30/104/">To be Babu No Way !!!</a></li>
<li><a href="http://fertobhades.wordpress.com/2007/10/08/antara-kita-dan-tetangga/">Antara kita dan Tetangga</a></li>
<li><a href="http://kamal87.wordpress.com/2007/12/07/kenapa-kalian-terus-mencerca-malaysia/#comment-366">Kenapa kalian terus mencerca Malaysia</a></li>
<li><a href="http://agorsiloku.wordpress.com/2008/01/07/lucu-deh-malaysia-itu-atau-indonesia/" target="_blank">Lucu Deh Malaysia itu (Atau Indonesia?)</a></li>
<li>(tulisan yang sangat komprehensif &#8211;&gt; recommended)</li>
<li>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; siapa saja punya tulisan terkait silakan daftar</li>
</ol>
</blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulut.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulut.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulut.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulut.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulut.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulut.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulut.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulut.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulut.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulut.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulut.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulut.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=47&subd=mulut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulut.wordpress.com/2007/11/30/pembodohan-ala-pers-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3437fa6e10a2a7074749785b794c382?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Welgedewelbeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekulerisme itu perlu</title>
		<link>http://mulut.wordpress.com/2007/11/29/sekulerisme-itu-perlu/</link>
		<comments>http://mulut.wordpress.com/2007/11/29/sekulerisme-itu-perlu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 00:08:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bedah Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Lidah api]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[sekuler]]></category>
		<category><![CDATA[sekulerisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulut.wordpress.com/2007/11/29/sekulerisme-itu-perlu/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang menghadap-hadapkan sekulerisme secara langsung dengan agama sebagai sesuatu yang bertolak belakang. Sebagian yang lain malah cenderung menyamakan bersikap sekuler sebagai anti agama, bahkan kafir atau yang paling halus sebagai sudah teracuni budaya barat (westoxified). Namun pernahkah anda berpkir mendalam mengenai apa itu sekulerisme, mencoba menelaahnya melalui makna asalnya dan semangat yang dikandungnya alih-alih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=43&subd=mulut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Banyak orang menghadap-hadapkan sekulerisme secara langsung dengan agama sebagai sesuatu yang bertolak belakang. Sebagian yang lain malah cenderung menyamakan bersikap sekuler sebagai anti agama, bahkan kafir atau yang paling halus sebagai sudah teracuni budaya barat (<i>westoxified</i>). Namun pernahkah anda berpkir mendalam mengenai apa itu sekulerisme, mencoba menelaahnya melalui makna asalnya dan semangat yang dikandungnya alih-alih langsung membenci dan bersikap antipati?. Oleh karena banyaknya kesimpang-siuran pemahaman orang mengenai istilah ini, dalam kesempatan ini <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>akan ngomong dan mengupas tentang sekulerisme dan mengapa sekulerisme itu perlu.</p>
<p>Untuk memahami sebuah <b><i>term</i></b>, apalagi <b><i>term </i></b>yang berasal dari bahasa asing, kita perlu merujuk pada makna asli dari <b><i>term </i></b>tersebut sebelum mendapat berbagai atribut konotatif yang  diberikan oleh pengguna <b><i>term </i></b>tersebut (<font color="#ff00ff"><b><i>mulut</i></b></font> mengampanyekan untuk membiasakan melakukan hal ini juga ya &#8230;.). Hal ini sangat penting agar kita bisa tetap bersikap obyektif dan kritis terhadap sesuatu dan berfikir independen tanpa harus hanyut dalam arus <i>mainstream </i>pendapat besar.</p>
<p>Menurut <a href="http://www.yourdictionary.com">http://www.yourdictionary.com</a><br />
<a href="http://www.yourdictionary.com/secularism"><span class="orth">secu·lar·ism·</span> </a>(<span class="pron">iz′m</span>) adalah sebuah kata benda yang bermakna :</p>
<blockquote>
<ol class="sense">
<li>worldly spirit, views, or the like; esp., a system of doctrines and practices that disregards or rejects any form of religious faith and worship</li>
<li>the belief that religion and ecclesiastical affairs should not enter into the functions of the state, esp. into public education</li>
</ol>
</blockquote>
<p>Secara bebas, sekulerisme bisa dimaknai sebagai semangat, pandangan atau sifat keduniaan, atau sebuah doktrin yang memisahkan antara dunia dan semua yang terjadi di atasnya dari keyakinan relijius atau kekuatan gaib apapun. Makna yang kedua lebih pada aplikasi sekulerisme dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Memisahkan praktek kenegaraan, berbangsa dan bermasyarakat dalam segala levelnya dari cara pandang religius atau mistik tertentu.</p>
<p><span id="more-43"></span>Secara etimologis, term <i>secular </i>yang merupakan akar dari term <i>secularism </i>mengalami perubahan makna sepanjang sejarah. Kata ini berasal dari bahasa Latin <a href="http://www.podictionary.com/?s=saeculum"><i>saeculum</i>, </a>kemudian diadopsi oleh Perancis kuno baru kemudian masuk menjadi kosakata bahasa Inggris. Makna asal term ini adalah &#8220;<i>a generation or an age; that is, the length of time of a lifespan</i>&#8220;, (Makna secara bebasnya) berarti suatu generasi atau jaman, atau sepanjang masa hidup seorang manusia. Lho apa hubungannya dengan makna sekuler saat ini, kok gak nyambung ? &#8230;.. menurut dugaan berbagai <i><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Etymologist">etymologist</a></i>, sekuler dimaknai sebagai generasi, atau sepenggal waktu karena memiliki persamaan sifat dengan kefanaan, ketidakabadian, dan keduniaan yang berlawan kata dari keabadian atau <i>eternal</i> seperti banyak diulas oleh agama sebagai kepercayaan bahwa hidup ini tidak hanya ada di dunia.</p>
<p>Oke, setelah makna asli <i>term </i>sekuler itu telah kita mengerti lalu mengapa kok sekulerisme dikatakan perlu?. Bukankah agama Islam memerintahkan pemeluknya untuk tidak memisahkan antara kehidupan duniawi (misalkan bekerja, berdagang, sekolah, atau aktifitas apapun di dalam hidup ini) dengan ibadah kepada yang Maha Pencipta?. Dengan kata lain, semua aktifitas itu adalah bentuk-bentuk ibadah kepadaNya, bekerja harus diniati beribadah, bernapas ya beribadah, berjalan itu beribadah, berpikir itu beribadah, sekolah itu beribadah, berbuat apapun yang baik itu harus diniati sebagai ibadah. Ya benar &#8230; tapi tunggu dulu ya penjelasan <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>berikut.</p>
<p>Pemosisian term sekulerisme sebagai bertentangan dengan akidah agama Islam seperti di atas sungguh merupakan sikap yang terburu-buru dan terlalu menggeneralisir cakupan makna sekuler dan sekulerisme. Padahal tanpa adanya sikap sekuler dan sekulerisme, maka tidak akan pernah ada yang namanya ilmu pengetahuan moderen. Tanpa adanya ilmu pengetahuan maka tidak akan ada teknologi, apalagi internet dan blogging seperti ini. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Lho &#8230;. kok bisa?</p>
<p>Ilmu pengetahuan moderen lahir secara langsung dari semangat sekuler dan sekulerisme. Pada awalnya masyarakat primitif, memandang apa saja yang terjadi di dunia ini sebagai sesuatu yang bersifat <a href="http://www.m-w.com/dictionary/transcendent">transenden </a>atau ada kaitannya dengan kekuatan gaib. Misalkan terjadinya wabah penyakit, gagal panen, angin puyuh, ataupun banjir bandang, masyarakat primitif biasanya mengkaitkan hal tersebut dengan hal-hal gaib misalkan dewa sedang marah (di Yunani/India/Mesir). Di Indonesia sendiri kita sangat akrab dengan pola pikir semacam ini,  misalkan gerhana bulan itu akibat bulan dimakan oleh buto ijo hingga warga harus membunyikan lesung agar sang buto segera pergi (cerita-cerita macam ini dari berbagai bangsa yang lain dapat dilihat <a href="http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/28/gerhana/">di sini</a>), atau tsunami di laut selatan Jawa yang disebabkan oleh kemarahan <a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0511/11/Lintimbar/2197810.htm">Nyai Ratu Roro Kidul</a>.</p>
<p>Kalau tidak ada semangat memisahkan berbagai fenomena alam/sosial dari cara pandang mistik/religius (sekuler), maka tidak akan ada orang yang meneliti apa sebab musabab kejadian alam/sosial tersebut. Kalau semua orang tetap beranggapan bahwa gerhana bulan tiu akibat dimakan buto ijo, maka tak akan pernah lahir ilmu astronomi. Kalau semua orang berpikir serangan hama adalah karena warga tidak memberi sesaji pada roh penunggu desa, maka tidak akan pernah lahir ilmu pertanian, ilmu hama, ataupun ilmu serangga. Kalau semua orang beranggapan bahwa sakit itu diakibatkan karena &#8220;<i>ketemplekan jin</i>&#8221; (istilah jawa untuk dirasuki atau diganggu mahluk halus) maka tidak akan ada ilmu kedokteran.</p>
<p>Jadi secara filsafat ilmu, sekulerisme itu adalah kebutuhan. Sekali lagi tanpa sikap sekuler, tidak akan pernah ada ilmu pengetahuan moderen. Dalam kalimat yang lain, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tan_Malaka">Tan Malaka</a> mengatakan bahwa seorang intelektual harus berpikir secara materialisme. Meskipun <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>tidak 100% setuju gagasan Tan Malaka, tapi mungkin gagasannya perlu dimunculkan dan diberi kredit di dalam isu ini. Namun dalam kesempatan ini, kita akan fokuskan bahasan pada <i>term </i>sekuler dan sekulerisme bukan pada term materialisme. Nah sekarang jelas kan, kalau secara maknanya yang paling mendasar, kita semua butuh bersikap sekuler. Ilmu pengetahuan umum yang sudah kita semua pelajari dari SD sampai doktoral itu adalah produk dari materialisme dan sekulerisme. Menolak sekularisme secara membabi buta merupakan tindakan yang aneh dan salah kaprah, sama saja menolak ilmu pengetahuan moderen yang sudah dihasilkan oleh semangat sekulerisme tersebut.</p>
<p>Mungkin yang banyak disalah persepsikan oleh orang-orang adalah aplikasi sekulerisme dalam hal berbangsa dan negara. Dalam masalah ini, lagi-lagi alasan teologis keimanan Islam yang menghendaki tidak adanya pemisahan antara seluruh aspek kehidupan dengan penghambaan kita pada yang kuasa menjadi sumber kontroversi sekular dan sekulerisme dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Di satu pihak, ada kelompok orang yang menghendaki negara harus dijalankan dengan bersendikan syariat agama sebagai konsekuensi teologis beragama Islam. <a href="http://www.dudung.net/index.php?naon=depan&amp;action=detail&amp;id=316&amp;cat=2">Kelompok </a>inilah yang getol menolak sekulerisme sebagai ideologi. Di sisi yang lain (bahkan sebagian kelompok Islam sendiri) tidak menghendaki negara ikut campur tangan terhadap masalah keyakinan dan keagamaan warganya, bagi mereka, wilayah agama dan spiritualitas adalah masalah pribadi.</p>
<p>Mengenai sekulerisme dalam hal bernegara dan bermasyaarakat ini, tidak akan di bahas di sini karena memerlukan satu bahasan tersendiri yang panjang. Intinya <i><b><font color="#ff00ff">mulut </font></b></i>mengajak agar kita nggak gampang-gampang menolak sekulerisme (dalam maknanya yang paling mendasar), karena ia telah jadi salah satu tulang punggung kehidupan anda saat ini. Soal negara itu harus berlandaskan ajaran agama atau tidak mungkin akan <i><b><font color="#ff00ff">mulut</font> </b></i>bahas di lain kesempatan. Mengenai soal yang terakhir itu, mulut jadi teringat guyonan Gusdur bahwa negara Indonesia ini adalah <b>negara yang bukan-bukan</b> he he he. Indonesia dikatakan bukan negara agama tapi juga bukan negara yang sekuler, bukan negara sosialis tapi juga bukan negara kapitalis. Apalagi namanya kalo bukan negara yang bukan-bukan. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Artikel terkait</p>
<address>1. <a href="http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=586">Menjadi Muslim Sekuler</a></address>
<address>2. <a href="http://www.tempointeraktif.com/harian/wawancara/waw-MarkJurgensmeyer01.html">Sekulerisme seharusnya sejalan dengan religiusitas</a></address>
<address>3. <a href="http://www.dudung.net/index.php?naon=depan&amp;action=detail&amp;id=316&amp;cat=2">Sekulerisme dalam sistem pendidikan</a></address>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulut.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulut.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulut.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulut.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulut.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulut.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulut.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulut.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulut.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulut.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulut.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulut.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=43&subd=mulut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulut.wordpress.com/2007/11/29/sekulerisme-itu-perlu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3437fa6e10a2a7074749785b794c382?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Welgedewelbeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mewaspadai penyesatan oleh WordPress</title>
		<link>http://mulut.wordpress.com/2007/11/12/mewaspadai-penyesatan-oleh-wordpress/</link>
		<comments>http://mulut.wordpress.com/2007/11/12/mewaspadai-penyesatan-oleh-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 23:36:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lidah api]]></category>
		<category><![CDATA[Mulutku]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta tanah air]]></category>
		<category><![CDATA[Rex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulut.wordpress.com/2007/11/12/mewaspadai-penyesatan-oleh-wordpress/</guid>
		<description><![CDATA[Saudara-saudara para id bloggers di seluruh penjuru dunia, kali ini mulut mau mengingatkan diri sendiri dan anda semua agar awas dan waspada terhadap WordPress.com.  Lho ada apa dengan WordPress.com ? mau tahu jawabannya &#8230;. baca lidah api mulut berikut ini :
Pernah nggak anda merenungkan bagaimana kebiasaan anda dalam membaca artikel-artikel dari berbagai blog?, apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=31&subd=mulut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saudara-saudara para id bloggers di seluruh penjuru dunia, kali ini <font color="#ff00ff"><em><strong>mulut</strong></em></font> mau mengingatkan diri sendiri dan anda semua agar awas dan waspada terhadap <em>WordPress.com. </em> Lho ada apa dengan <em>WordPress.com</em> ? mau tahu jawabannya &#8230;. baca lidah api <font color="#ff00ff"><strong><em>mulut </em></strong></font>berikut ini :</p>
<p>Pernah nggak anda merenungkan bagaimana kebiasaan anda dalam membaca artikel-artikel dari berbagai blog?, apa yang mendasari keputusan anda untuk membaca suatu posting atau tidak?, Apakah kita cenderung mengklik posting-posting urutan teratas yang dipampang di BOTD?, apakah kita secara reguler mengecek adakah posting baru dari blog yang menurut kita bermutu dari list blogroll kita?, ataukah kita membaca posting yang direkomendasikan oleh kawan kita sebagai postingan bermutu? atau yang lain-lain?.</p>
<p>Pernah (secara kritis) bertanya nggak apa <strong><em>special formula</em></strong> yang dipake oleh <em>WorPress.com</em> dalam menentukan <em>the most popular blog of the day</em>. Yang oleh wordpress sendiri dikatakan :</p>
<blockquote><p><em>The most popular WordPress.com posts are ranked here according to a special formula.</em></p></blockquote>
<p>Kalau anda adalah orang yang cenderung (hanya) membaca posting yang &#8216;direkomendasikan&#8217; oleh  <em>WorPress.com </em>dalam halaman BOTD nya maka <font color="#ff00ff"><strong><em>mulut </em></strong></font>mengajak anda untuk berintrospeksi. Menyadari bahaya perilaku demikian bagi diri anda sendiri. Bahayanya apa sih ? &#8230;. sabar dulu ya &#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-31"></span><br />
<em>WorPress.com </em>dibuat untuk suatu kepentingan, paling jujur kepentingannya adalah bisnis. Tidak dapat dipungkiri bahwa bisnis sudah sepanjang sejarah berselingkuh dengan kepentingan yang lain seperti kekuasaan, politik atau bahkan ideologi tertentu demi kepentingan bisnis itu sendiri. Dari sudut pandang yang lain, media blog adalah aktualisasi dari ide <em>citizen journalistic</em> yang memungkinkan siapa saja untuk mengemukakan gagasan apa saja kepada publik. Nah bisnis jurnalistik ini juga bukan pengecualian dari pelaku perselingkuhan yang kami maksud di atas.</p>
<p>Makanya anda biasa mendapati (kalau mau kritis membaca) koran-koran atau berita di TV yang cenderung membela suatu kelompok elite politik atau rezim tertentu dalam penyajian beritanya. Berita-berita yang tidak sesuai kepentingannya disortir, atau diberitakan dalam porsi kecil, atau bahkan dipelintir sehingga kepentingannya tidak dirugikan. Tentu saja tendensi ini dipengaruhi secara kuat oleh kepentingan bisnis pers tersebut kepada selingkuhannya tadi. Banyaknya pembaca atau audience sebuah media masa merupakan ukuran seberapa luas pengaruh media massa itu dalam menggiring opini publik, mengarahkan pola pikir dan lain sebagainya.</p>
<p>Tapi WordPress.com kan bebas ?, nggak ada sortir-sortiran dan nggak ada larangan. Kan <strong><em><font color="#ff00ff">mulut</font></em></strong> sendiri sudah bilang kalau di WordPress.com orang bisa nulis apa saja dan menjadi siapa saja di blogosphere ini?. Ya &#8230;. itu semua benar, tapi  &#8230;.. eit tunggu dulu. Kalaupun semua postingan tidak disortir, tapi apakah yang masuk <strong>top posts </strong>atau <strong>top blogs </strong>juga tidak disortir?. Tentu saja disortir, dengan <em>special formula</em> lagi. Apalagi <font color="#ff00ff"><em><strong>mulut </strong></em></font>belum pernah menemukan fasilitas <strong><em>blog search engine</em></strong> disediakan oleh WordPress.com. nah di sinilah sentral tulisan ini mencoba untuk bertausiah pada kita semua.</p>
<p><strong>Blogging, </strong>yang sudah menjadi candu ini pun demikian, dengan ratusan ribu pembacanya tentu sangat strategis untuk diseminasi gagasan, melontaran ide-ide dan penyebaran ideologi tertentu. Yang pada akhirnya adalah membentuk kecenderungan umum dan motive suatu masyarakat. Dengan mengarahkan pembaca blog untuk membaca artikel-artikel tertentu, WordPress.com bisa saja akhirnya meng-engineer pola pikir bangsa kita. Misalkan &#8230;. mengarahkan pada hal-hal yang bombastis dan sensasional (menjadikan orang kita menjadi suka pada kehebohan dan mudah ditarik perhatiannya dengan cara itu), mengarahkan pada posting yang saling sesat menyesatkan (membuat kita terpecah belah dan semakin bodoh tidak mau diskusi dengan open mind), mengarahkan pada urusan yang remeh temeh (menjadikan bangsa kita tetap kerdil), mengarahkan pada yang cengeng-cengeng (membuat bangsa kita jadi mudah minta dikasihani dan minder dihadapan bangsa lain) atau yang lain-lain.</p>
<p>Tentu saja dugaan yang dilontarkan <font color="#ff00ff"><strong><em>mulut </em></strong></font>tentang <em>special formula</em> ala WordPress.com tersebut bisa benar pun bisa salah. Akan tetapi <font color="#ff00ff"><strong><em>mulut </em></strong></font>sering mendapati banyak blog-blog bagus diluar sana yang tidak pernah nongol sekalipun di BOTD. Intinya adalah himbauan untuk <strong>bersikap kritis </strong>kepada siapa saja, apa saja termasuk diri sendiri.</p>
<p>Bersikap kritis bukan berarti selalu menentang, bersikap kritis adalah sikap menguji kebenaran sesuatu dengan mempertanyakan berbagai hal, misalnya : ada nggak kepentingan tertentu dari orang yang bikin tulisan ini?, benar nggak yang dia katakan secara logika?, dalam mkonteks apakah tulisan itu dibuat?, de el el. Kemudian secara jujur mengakui kalau itu benar sebagai kebenaran dan kalau salah sebagai salah. Itu baru namanya bersikap kritis.</p>
<p>Jadi bagi yang belum menyadari hal ini, berterima kasihlah pada <strong><em><font color="#ff00ff">mulut</font></em></strong> karena telah membuka mata anda (bercanda). Bagi yang sudah ya &#8230;. sukur deh. Satu lagi renungan dari <font color="#ff00ff"><strong><em>mulut </em></strong></font>yang hina ini : berapa banyak sih waktu yang kita punyai setiap hari?, berapa banyak yang kita gunakan untuk ngeblog? sudahkah waktu itu telah kita gunakan secara bijaksana? sudahkah kita secara sadar memilih posting apa yang kita baca di blogosphere ini? atau jangan-jangan kita masih gampang diarahkan oleh orang yang punya maksud nggak baik?.</p>
<p>Jadi sekali lagi <strong><em><font color="#ff00ff">mulut </font></em></strong>himbau para id bloggers di seluruh persada bumi :</p>
<blockquote>
<ol>
<li>Gunakan waktu anda secara bijaksana, hidup ini terlampau singkat, waktu anda amatlah berharga</li>
<li>Pilih dan baca posting yang bisa memperbanyak ilmu anda, meningkatkan bidang profesi anda, dan membuat anda menjadi lebih manusia.</li>
<li>Buka cakrawala bahwa jagat blogosphere tidak hanya di BOTD, gunakan search engine untuk cari blog yang bisa menambah nilai diri anda sebagai manusia.</li>
<li>Terakhir  mengutip bang napi :</li>
</ol>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p><strong>Waspadalah, Waspadalah !!!!</strong></p></blockquote>
</blockquote>
<p>*) kalo posting ini tidak jadi pertamax berarti kena sensor oleh WordPress.com &#8230;.. wak ka kak kak ka ka</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulut.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulut.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulut.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulut.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulut.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulut.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulut.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulut.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulut.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulut.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulut.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulut.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=31&subd=mulut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulut.wordpress.com/2007/11/12/mewaspadai-penyesatan-oleh-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3437fa6e10a2a7074749785b794c382?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Welgedewelbeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>