<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Welgedewelbeh &#187; Mulutku</title>
	<atom:link href="http://mulut.wordpress.com/category/mulutku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mulut.wordpress.com</link>
	<description>Mencerahkan dan mencerdaskan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jun 2008 06:30:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mulut.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/dd879917023a1df867055fc7ca8b6d6a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Welgedewelbeh &#187; Mulutku</title>
		<link>http://mulut.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mulut.wordpress.com/osd.xml" title="Welgedewelbeh" />
		<item>
		<title>Pembodohan ala Pers Malaysia</title>
		<link>http://mulut.wordpress.com/2007/11/30/pembodohan-ala-pers-malaysia/</link>
		<comments>http://mulut.wordpress.com/2007/11/30/pembodohan-ala-pers-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 12:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lidah api]]></category>
		<category><![CDATA[Mulutku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulut.wordpress.com/2007/11/30/pembodohan-ala-pers-malaysia/</guid>
		<description><![CDATA[: Momen tepat menggugat tanggung jawab Pemerintah kita
Baru saja mulut menerima sebuah email yang melampirkan cuplikan berita dari kantor berita Malaysia (Bernama). Berita tentang aksi demo seniman reog dari kantor berita resmi Negeri tetangga tersebut sungguh &#8220;aneh&#8221; bin &#8220;ajaib&#8221;. Beberapa kali mulut membaca berita itu, dengan maksud ingin sungguh-sungguh memahami perasaan mereka, namun (dengan sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=47&subd=mulut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b>: Momen tepat menggugat tanggung jawab Pemerintah kita</b></p>
<p>Baru saja <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>menerima sebuah email yang melampirkan cuplikan berita dari kantor berita Malaysia (Bernama). Berita tentang aksi demo seniman reog dari kantor berita resmi Negeri tetangga tersebut sungguh <b>&#8220;aneh&#8221; </b>bin <b>&#8220;ajaib&#8221;</b>. Beberapa kali <font color="#ff00ff"><i><b>mulut </b></i></font>membaca berita itu, dengan maksud ingin sungguh-sungguh memahami perasaan mereka, namun (dengan sangat menyesal) berulang kali pula <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>ngggak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.</p>
<p>Coba deh baca sendiri cuplikan berita tersebut seperti ini :</p>
<blockquote><p><b><font color="#ff0000">Duta Besar Malaysia ke Indonesia Datuk Zainal Abidin Mohamed Zain <u>memerlukan hanya tiga minit untuk menyuraikan demonstrasi anti-Malaysia</u></font></b>, yang sebelum itu berkobar-kobar dan kononnya akan berlangsung satu tindakan nekad di hadapan kedutaan di sini pagi ini.</p>
<p><b><font color="#ff0000">Lebih 1,000 pendemonstrasi anti-Malaysia daripada kalangan aktivis kebudayaan Reog Ponorogo</font></b>, yang diapi-apikan semangat anti-Malaysia oleh pelbagai laporan media massa yang menuduh Malaysia telah mengambil dan mengakui berhak terhadap kesenian itu, <b><font color="#ff0000">akhirnya menyuraikan diri selepas mendengar penjelasan itu.</font></b></p></blockquote>
<p>Cuplikan yang lain lagi dari berita yang sama :</p>
<blockquote><p><u><b><font color="#ff0000"> S</font></b><b><font color="#ff0000">etelah penjelasan yang menggunakan hanya kira-kira 50 patah perkataan sahaja itu</font></b></u>, Zainal Abidin terus turun dari pentas itu dan kembali meneruskan tugas di pejabatnya, meninggalkan <b><u><font color="#ff0000">para pendemonstrasi itu terdiam seperti terpukau</font></u>.</b></p></blockquote>
<p>Artikel selengkapnya dari Bernama yang berjudul <font size="3"><b>&#8220;D</b><b>uta Besar Suraikan 1,000 Aktivis, Demonstrasi Anti-Malaysia&#8221;</b></font> dapat dibaca di <a href="http://www.bernama.com.my/bernama/v3/bm/news.php?id=299308">sini</a>. Gimana, sudah ikutan ngakak seperti <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>nggak? wak kak kak kak &#8230;. cara memberitakannya itu lho seakan-akan dubesnya itu sakti mandraguna &#8230;. &#8220;hanya butuh waktu tiga menit, dan menggunakan tak lebih dari 50 kata saja sudah bisa membubarkan ribuan demonstran Indonesia&#8221; wa ka ka ka (sorry masih nggak bisa brenti ngakak).</p>
<p><span id="more-47"></span>(menulis sambil masih ngakak) Artikel yang sama juga terheran-heran dengan pers Indonesia yang tidak ada satupun yang memberitakan tentang ke-sakti-mandraguna-an duta besar mereka. Simak deh :</p>
<blockquote><p>Namun, tidak satu pun media massa dalam talian dan televisyen yang meliputi demonstrasi itu melaporkan aspek kecekapan diplomasi Zainal Abidin yang tampil dengan tenang menamatkan demonstrasi itu tanpa sebarang insiden buruk.</p></blockquote>
<p>Ya gustiiii, Malaysia &#8230; Malaysia &#8230;. kenapa kantor berita resmi negerimu begitu lucu ya &#8230;.. wak ka ka ka. Kalau rakyatnya dicekokin berita kayak gitu terus &#8230; pantas saja mereka begitu cupet mikirnya. Silahkan bandingkan pemberitaan kejadian serupa juga oleh <a href="http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=315083">Jawapos</a>, <a href="http://www.kompas.com/ver1/Dikbud/0711/29/100306.htm">Kompas</a>, <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/11/29/brk,20071129-112557,id.html">Tempo Interaktif</a>, <a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0711/30/nas01.htm">Suara Merdeka</a> de el el. Inilah pembodohan terlucu ala pers Malaysia kepada rakyatnya. (TVRI saja dulu nggak lucu begitu &#8230; mmhm malah membosankan kali yaaa).</p>
<p><b><font color="#ff0000">Duarrrrr !!!!</font></b></p>
<p>Ketika <b><i><font color="#ff00ff">mulut </font></i></b>mengatakan itu <b>pembodohan</b>, jadi terpikir apakah kita juga sedang dibodohkan oleh pers kita ya?. Mmmmhm mungkin yang lebih tepat adalah <b>dinina-bobokkan</b>. Coba deh pikir, mungkin kemarahan kita terhadap Malaysia telah menyedot habis daya kritis kita terhadap pemerintah. Dengan &#8220;asyiknya&#8221; pers kita mengelola kemarahan kita atas malasyia itu menjadi berita yang bernilai jual tinggi, mendongkrak angka penjualan dan oplah harian mereka.</p>
<p>Di sisi lain, kita mungkin jadi kurang kritis dan teralihkan perhatiannya hanya pada masalah ini (klaim-klaim malaysia atas  berbagai warisan budaya kita tersebut). Padahal kalau kita mau berpikir lebih jauh, urusan harga diri bangsa seperti yang sedang kita hadapi saat ini tidaklah melulu urusan pencurian berbagai kesenian dan produk budaya kita oleh Malaysia. Malah menurut <font color="#ff00ff"><b><i>mulut</i></b></font>, masalah harga diri bangsa yang lebih besar itu adalah masalah TKI/TKW kita di sana.</p>
<p>Sadarkah saudara bahwa ketika kita marah kepada Malaysia atas pencurian <b><i>reog, batik, congklak </i></b>ataupun <b><i>lagu rasa sayange</i></b> dan lain sebagainya, ribuan perempuan bangsa kita dihinakan, ditipu dan diinjak-injak harkat dan martabatnya sebagai manusia dengan dijadikan pelacur (lihat artikel <a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0405/31/nas05.htm">ini</a> dan <a href="http://www.antara.co.id/arc/2007/10/31/wanita-asal-madiun-dijual-sebagai-pelacur-di-malaysia/">ini</a> serta masih banyak lagi yang lain). Ribuan lainnya diperkosa majikan, disiksa, tidak dibayarkan gajinya dan lain-lain (baca di <a href="http://www.indomedia.com/bpost/062007/28/depan/utama1.htm">sini</a>). <font color="#ff00ff"><i><b>Bukankah</b></i></font> seharusnya kita lebih marah pada yang beginian, mereka adalah manusia yang punya hati, martabat dan saudara sebangsa kita sendiri. Mengapa kita begitu marah atas dicurinya segala simbol kebudayaan bangsa yang &#8220;hanya merupakan benda mati belaka&#8221;. Mengapa kita &#8220;tidak terlalu marah&#8221; mendapati saudara-saudari kita dihinakan, dianiaya, ditindas, diperbudak di sana.  Parahnya, kejadian ini sudah berlangsung begitu lama, bertahun-tahun dan terus saja berulang-ulang tanpa ada tindakan kongkrit dari pemerintah kita untuk melindungi saudara sebangsa kita tersebut.</p>
<p>Bukannya <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>melarang anda semua untuk marah pada Malaysia atas pencurian kekayaan budaya dan tradisi kita tersebut. <font color="#ff00ff"><b><i>Mulut </i></b></font>hanya mengajak saudara sekalian untuk juga kritis pada bangsa/pemerintah kita sendiri (juga pada pemerintah Malaysia). Bukankah, merupakan tanggung jawab negara untuk melindungi seluruh warganya, menyediakan pekerjaan yang layak, pendidikan serta mewujudkan kemakmuran umum. Apa kemajuan yang telah dilakukan pemerintah kita dalam upaya melindungi saudara-saudara sebangsa kita tersebut ?. Jangan-jangan pemerintah kita sekarang malah bisa tidur nyenyak karena rakyatnya sedang marah kepada &#8220;orang lain&#8221; (Malaysia). Bersembunyi di tengah-tengah riuh rendah kemarahan bangsa pada negara tetangga.</p>
<p>Lebih menangis lagi ketika <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>teringat Miliaran rupiah dihambur-hamburkan untuk studi banding ke luar negeri para wakil rakyat kita. Miliaran rupiah dihamburkan hanya untuk uang makan rapat-rapat ini dan itu (baik pemerintah maupun legislatif) yang tidak menyentuh langsung kepentingan rakyat. Triliunan rupiah dihambur-hamburkan hanya untuk pesta-pesta pilkada, serta pemilu di seluruh penjuru negeri. Belum lagi triliunan uang rakyat yang dikorupsi. Bayangkan jika uang tersebut digunakan dengan baik, pasti bisa membuka lapangan kerja cukup banyak sehingga tidak perlu perempuan-perempuan saudara kita tersebut jauh-jauh tertipu agen PJTKI sehingga menjadi pelacur dan dihinakan di Malaysia. Inilah bung <b>harga diri bangsa </b>kita yang sebenarnya lebih patut kita nomor satukan.</p>
<p><font color="#ff00ff"><b><i>Mulut </i></b></font>jadi teringat pernah membaca sebuah artikel beberapa tahun yang lalu, tentang seorang pejabat kita yang dalam kunjungan dinasnya ke Malaysia, &#8220;iseng-iseng&#8221; dia &#8220;sweeping&#8221; sebuah sentra pelacuran di sana, kabarnya dia mampu membebaskan beberapa perempuan yang disekap dan dipaksa melacur di Malaysia. (sayang mulut tidak berhasil mendapatkan link artikel tersebut di Internet). Hanya dengan usaha sedikit saja, beberapa perempuan saudara sebangsa kita dapat dibebaskan dari penderitaan lahir batin yang dialaminya di sana. Sang pejabat (karena alasan tidak ada dukungan dana) akhirnya harus pulang kembali ke tanah air.</p>
<p>Bayangkan saudara, kalau pemerintah kita mau peduli, lakukan operasi serupa di atas secara sistematis &#8230; <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>yakin ratusan atau bahkan ribuan perempuan kita yang sedang diperbudak, dihina dan direndahkan di Malaysia akan dapat diselamatkan, dibebaskan dari penderitaan lahir batin yang mendera mereka. Ribuan TKW kita yang diperkosa majikannya, disiksa, atau tidak dibayarkan gajinya secara memadai akan dapat dibela. Melihat kemajuan perlindungan terhadap TKI/TKW sampai saat ini, satu saja kesimpulan logis yang muncul. Pemerintah TIDAK <strike>BEGITU</strike> PEDULI nasib anak bangsanya.</p>
<p>Bagaimana mengatasi hal ini &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Ada usulan beberapa politisi agar ada keterwakilan anggota DPR dari warga kita yang sedang bekerja di malaysia (<a href="http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;id=302602">Jawapos 7 Sept 07</a>) sehingga bisa lebih memperjuangkan nasib para TKI/TKW kita di sana. Menurut <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>itu mungkin hanyalah komoditas politik saja bagi para politisi untuk mendapatkan lebih banyak kursi. Walaupun itu bisa dikatakan masih mending, dari pada yang tidak mikir sama sekali. Di sisi lain, pemerintah berkata mereka tak ada cukup dana &#8230;&#8230; ahhhh itu bohong belaka, <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>tahu pasti miliaran uang kau hamburkan untuk ini itu pengeluaran yang kadang dikarang-karang mereka demi sekedar ada. Meski uang kita hanya sedikit, kalau pemerintah ada kemauan pasti kita bisa bela.</p>
<p><font color="#ff0000"><b>ARRRRRGGGGHHHHH <i><font color="#ff00ff">mulut </font></i>marah !!!!</b><br />
</font></p>
<p>Saatnya kita bertindak, meski hanya lewat kata-kata, dengarkan 10 tuntutan <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>yang diserukan di alam blogosphere indonesia ini kepada <strike>yang mulia</strike> PEMERINTAH INDONESIA :</p>
<blockquote>
<blockquote>
<ol>
<li>
<address>Selamatkan harga diri bangsa &#8211; Selamatkan TKI/TKW kita di Malaysia</address>
</li>
<li>
<address>Selamatkan dan pulangkan saudara-saudari kami yang dipaksa menjadi pelacur di Malaysia sekarang juga.</address>
</li>
<li>
<address>Hukum mati pelaku traficking/PJTKI kurang ajar penjual saudara sendiri (baik yang berwarga negara Indonesia maupun Malaysia &#8212; kalo ketangkap di sini)</address>
</li>
<li>
<address>Lindungi TKI/TKW saudara kami di Malaysia dari kejahatan ketenaga-kerjaan.</address>
</li>
<li>
<address>Bikin undang-undang perlindungan TKI/TKW diluar negeri.</address>
</li>
<li>
<address>Lindungi seni budaya bangsa kita.</address>
</li>
<li>
<address>Lindungi kekayaan alam nusantara.</address>
</li>
<li>
<address>Ciptakan lapangan kerja.</address>
</li>
<li>
<address>Beri pendidikan murah.</address>
</li>
<li>
<address>Stop basa-basi &#8230;. kami sudah bosan !!!</address>
</li>
</ol>
</blockquote>
</blockquote>
<p>Jika saudara setuju dengan tulisan dan tuntutan di atas, tolong bantu  sebar luaskan pemahaman dan tuntutan ini.  Silahkan kopi, rujukkan, link atau bikin sendiri tulisan sejenis versi anda sendiri.</p>
<p>Mari bersatu, Ayo berjuang, wujudkan kemerdekaan bangsa yang sesungguhnya.</p>
<p>Artikel terkait:<a href="http://www.rayofshadow.com/blog/antara-aku-indonesia-malaysia-dan-blogger/" rel="bookmark"></a></p>
<blockquote>
<ol>
<li><a href="http://mulut.wordpress.com/2007/11/14/malaysia-kaciaaan-de-lu/">Kasihanilah Malaysia</a></li>
<li><a href="http://www.rayofshadow.com/blog/antara-aku-indonesia-malaysia-dan-blogger/" rel="bookmark">Antara aku Indonesia Malaysia dan Blogger</a></li>
<li><a href="http://www.rayofshadow.com/blog/indonesia-malaysia-dari-sisi-lain/">Indonesia Malaysia dari sisi lain</a></li>
<li><a href="http://itsme231019.wordpress.com/2007/11/30/104/">To be Babu No Way !!!</a></li>
<li><a href="http://fertobhades.wordpress.com/2007/10/08/antara-kita-dan-tetangga/">Antara kita dan Tetangga</a></li>
<li><a href="http://kamal87.wordpress.com/2007/12/07/kenapa-kalian-terus-mencerca-malaysia/#comment-366">Kenapa kalian terus mencerca Malaysia</a></li>
<li><a href="http://agorsiloku.wordpress.com/2008/01/07/lucu-deh-malaysia-itu-atau-indonesia/" target="_blank">Lucu Deh Malaysia itu (Atau Indonesia?)</a></li>
<li>(tulisan yang sangat komprehensif &#8211;&gt; recommended)</li>
<li>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; siapa saja punya tulisan terkait silakan daftar</li>
</ol>
</blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulut.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulut.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulut.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulut.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulut.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulut.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulut.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulut.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulut.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulut.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulut.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulut.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=47&subd=mulut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulut.wordpress.com/2007/11/30/pembodohan-ala-pers-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3437fa6e10a2a7074749785b794c382?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Welgedewelbeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Susahnya untuk konsisten</title>
		<link>http://mulut.wordpress.com/2007/11/24/susahnya-untuk-konsisten/</link>
		<comments>http://mulut.wordpress.com/2007/11/24/susahnya-untuk-konsisten/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Nov 2007 01:14:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mulutku]]></category>
		<category><![CDATA[Percakapan ... mulut]]></category>
		<category><![CDATA[konsisten]]></category>
		<category><![CDATA[Queen dan Rex]]></category>
		<category><![CDATA[sikap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulut.wordpress.com/2007/11/24/susahnya-untuk-konsisten/</guid>
		<description><![CDATA[Welgedewelbeh 
Beberapa waktu lalu dua tulisan mulut (PKS, Muhhamadiyah, FPI, NU, Jamaah Islamiyah,salafi,hizbutahrir,wahabi  aliran tersesat dan Gusdur menyesatkan kita ke jalan yang benar) dapat komen yang &#8220;panjaaaang&#8221; sekale. Kata &#8220;panjang&#8221; ditulis pake tanda kutip soalnya bukan komen yang berupa artikel panjang tapi hanya satu kata yang dicopy paste berulang-ulang atau biasa dikenal dengan nge-flood. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=40&subd=mulut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b><i><font color="#ff00ff">Welgedewelbeh</font></i> </b></p>
<p>Beberapa waktu lalu dua tulisan mulut (<a href="http://mulut.wordpress.com/2007/11/10/pks-muhhamadiyah-nu-jamaah-islamiyah-aliran-tersesat/">PKS, Muhhamadiyah, FPI, NU, Jamaah Islamiyah,salafi,hizbutahrir,wahabi  aliran tersesat</a> dan <a href="http://mulut.wordpress.com/2007/11/10/gusdur-menyesatkan-kita-ke-jalan-yang-benar/">Gusdur menyesatkan kita ke jalan yang benar</a>) dapat komen yang &#8220;panjaaaang&#8221; sekale. Kata &#8220;panjang&#8221; ditulis pake tanda kutip soalnya bukan komen yang berupa artikel panjang tapi hanya satu kata yang dicopy paste berulang-ulang atau biasa dikenal dengan nge-flood. Nggak tanggung-tanggung si komentator (yang ber-nick name Salaman AlJazuli) copy paste sebanyak 107 kali di tulisan pertama, dan 146 kali di tulisan kedua. Mungkin ketularan dengan si Salaman AlJazuli, Ust.Muhammad Rachmat juga ngopi paste komennya sebanyak 15 kali.</p>
<p>Secara pribadi <font color="#ff00ff"><i><b>mulut </b></i></font>nggak masalah dengan isi dan model komen kayak begituan. Toh nanti orang-orang juga pada tahu, seperti apa sih kualitas orang kayak mereka itu. Komen ini juga membuat <b><i><font color="#ff00ff">mulut </font></i></b>teringat lagi atas disclaimer yang telah mulut buat yang menyatakan :</p>
<blockquote><p><i>Andapun toh bisa menyetujui ataupun tidak menyetujui pikiran-pikiran <font color="#ff00ff"><b>mulut</b><font color="#000000">, mengkritiknya atau bahkan menghinanya </font></font>dengan bebas.</i></p></blockquote>
<p>Dari sini <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>jadi mikir lebih dalam tentang sikap konsisten. Hmmmmhm &#8230;..</p>
<p><span id="more-40"></span>==================================================</p>
<p>Karena konsisten ini adalah kata daari bahasa asing maka mari kita coba cari arti aselinya:</p>
<p>Menurut kamus <a href="http://www.merriam-webster.com/dictionary/consistent" title="Arti konsisten menurut kamus Miriam-Webster" target="_blank">Miriam-Webster Online</a>, kata ini berasal dari bahasa latin <i>consistent-, consistens,</i> yang merupakan present participle dari <i>consistere. K</i>ata ini berarti :</p>
<blockquote><p><i><span class="sense_break"><span class="sense_content">possessing firmness or coherence, </span></span><span class="sense_break"><span class="sense_break"><span class="sense_content">free from variation or contradiction, </span></span></span></i><span class="sense_break"><span class="sense_break"><span class="sense_content"><i>showing steady conformity to character</i> (buat konsistensi dalam hal karakter seseorang), </span></span></span><span class="sense_break"><span class="sense_break"><span class="sense_break"><span class="sense_content"><i>tending to be arbitrarily close to the true value of the parameter estimated as the sample becomes large </i>(dalam aplikasinya di bidang statistika)</span></span></span></span></p></blockquote>
<p>Menurut kamus yang lebih populer misalkan Kamus oxford, <i>consistent </i>adalah kata sifat yang berarti:</p>
<blockquote><p><i>always behaving in the same way, having the same opinion, standard, etc.</i></p></blockquote>
<p>==================================================</p>
<p>Merujuk dari pengertian diatas, banyak orang beranggapan kalau konsisten itu berarti harus selalu sama, tidak boleh bervariasi atau ada kontradiksi.  Kalau pagi bilang A sore harus juga bilang A. Kalau tahun lalu milih partai A maka pemilu depan juga harus milih partai yang sama. Padahal pemaknaan konsisten seperti itu, dalam hal-hal tertentu, bagi <font color="#ff00ff"><b><i>mulut</i></b></font> tidaklah terlalu betul. Ada kalanya kita harus berubah baik dalam sikap, perilaku ataupun opini. &#8220;Lho &#8230;. kok jadi nggak konsisten gitu?&#8221; &#8230;.  &#8220;lalu yang bener bagai mana dong?&#8221;.</p>
<p>Bagi <font color="#ff00ff"><b><i>mulut </i></b></font>sikap konsisten itu penting, karena dengan itu kita bisa dipercaya orang dan mempercayai orang lain. Konsistensi juga menunjukkan integritas kita sebagai seorang pribadi. Tapi kalau konsisten dimaknai saklek seperti yang dijelaskan kamus ya bisa berabe. Misalkan pemilu yang lalu seseorang milih partai A, dan pada pemilu berikutnya dia juga milih partai yang sama (demi dalih konsistensi), padahal setelah pemilu yang pertama, partai A ternyata ketahuan banyak nggak benernya &#8230;. apa konsisten semacam ini perlu dilakukan?</p>
<p>Menurut <font color="#ff00ff"><b><i>mulut</i></b></font>, konsisten itu bagai pedang bermata dua, bisa ke arah positif dan sebaliknya bisa juga ke arah negatif. Sehingga sikap berhati-hati sangat penting untuk dipake sebagai pendamping sikap konsisten. Jangan sampai sikap konsisten kita itu malah menjadikan kita lebih buruk dan tidak meningkatkan kualitas kita sebagai manusia. Jangan karena kawatir dianggap tidak konsisten lalu kita takut berubah, padahal perubahan tersebut akan membawa kita kepada kebaikan, atau &#8230; kalau kita tidak berubah malah membawa kita pada keburukan.</p>
<p><font color="#ff00ff"><b><i>Mulut </i></b></font>juga jadi teringat dengan  doktrin konsistensi ala pengusaha.  Mereka bilang konsisten itu  di tujuan, sedangkan cara  boleh pake macam-macam.  Gagal cara satu, pindah ke cara kedua, gagal yang kedua  .. pake yang lain lagi dan seterusnya. Menurut mereka sikap seperti inilah kuncinya sukses. Ini adalah sebuah sikap yang luar biasa asal jangan dimaknai sebagai menghalalkan segala cara. Jadi, jangan gampang menyebut orang tidak konsisten hanya karena ia &#8217;sepertinya&#8217; berubah-berubah, padahal anda tidak tahu niat ataupun dasar pertimbangannya.</p>
<p>Jadi, marilah kita konsisten untuk menuju kebaikan, juga konsisten untuk meninggalkan keburukan. Jangan lupa untuk konsisten juga dalam menggunakan cara-cara yang baik untuk mencapai kebaikan tersebut dan menggunakkan cara-cara yang baik pula untuk meninggalkan keburukan. Sehingga kebaikan akan tetap menjadi kebaikan. Dengan demikian kita akan menjadi manusia yang terus bertumbuh, selalu belajar, haus akan kebaikan, keadilan dan kebenaran.</p>
<p>Nah, tidak mudah kan bersikap konsisten?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulut.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulut.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulut.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulut.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulut.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulut.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulut.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulut.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulut.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulut.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulut.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulut.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=40&subd=mulut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulut.wordpress.com/2007/11/24/susahnya-untuk-konsisten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3437fa6e10a2a7074749785b794c382?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Welgedewelbeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mewaspadai penyesatan oleh WordPress</title>
		<link>http://mulut.wordpress.com/2007/11/12/mewaspadai-penyesatan-oleh-wordpress/</link>
		<comments>http://mulut.wordpress.com/2007/11/12/mewaspadai-penyesatan-oleh-wordpress/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 23:36:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lidah api]]></category>
		<category><![CDATA[Mulutku]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta tanah air]]></category>
		<category><![CDATA[Rex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulut.wordpress.com/2007/11/12/mewaspadai-penyesatan-oleh-wordpress/</guid>
		<description><![CDATA[Saudara-saudara para id bloggers di seluruh penjuru dunia, kali ini mulut mau mengingatkan diri sendiri dan anda semua agar awas dan waspada terhadap WordPress.com.  Lho ada apa dengan WordPress.com ? mau tahu jawabannya &#8230;. baca lidah api mulut berikut ini :
Pernah nggak anda merenungkan bagaimana kebiasaan anda dalam membaca artikel-artikel dari berbagai blog?, apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=31&subd=mulut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saudara-saudara para id bloggers di seluruh penjuru dunia, kali ini <font color="#ff00ff"><em><strong>mulut</strong></em></font> mau mengingatkan diri sendiri dan anda semua agar awas dan waspada terhadap <em>WordPress.com. </em> Lho ada apa dengan <em>WordPress.com</em> ? mau tahu jawabannya &#8230;. baca lidah api <font color="#ff00ff"><strong><em>mulut </em></strong></font>berikut ini :</p>
<p>Pernah nggak anda merenungkan bagaimana kebiasaan anda dalam membaca artikel-artikel dari berbagai blog?, apa yang mendasari keputusan anda untuk membaca suatu posting atau tidak?, Apakah kita cenderung mengklik posting-posting urutan teratas yang dipampang di BOTD?, apakah kita secara reguler mengecek adakah posting baru dari blog yang menurut kita bermutu dari list blogroll kita?, ataukah kita membaca posting yang direkomendasikan oleh kawan kita sebagai postingan bermutu? atau yang lain-lain?.</p>
<p>Pernah (secara kritis) bertanya nggak apa <strong><em>special formula</em></strong> yang dipake oleh <em>WorPress.com</em> dalam menentukan <em>the most popular blog of the day</em>. Yang oleh wordpress sendiri dikatakan :</p>
<blockquote><p><em>The most popular WordPress.com posts are ranked here according to a special formula.</em></p></blockquote>
<p>Kalau anda adalah orang yang cenderung (hanya) membaca posting yang &#8216;direkomendasikan&#8217; oleh  <em>WorPress.com </em>dalam halaman BOTD nya maka <font color="#ff00ff"><strong><em>mulut </em></strong></font>mengajak anda untuk berintrospeksi. Menyadari bahaya perilaku demikian bagi diri anda sendiri. Bahayanya apa sih ? &#8230;. sabar dulu ya &#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-31"></span><br />
<em>WorPress.com </em>dibuat untuk suatu kepentingan, paling jujur kepentingannya adalah bisnis. Tidak dapat dipungkiri bahwa bisnis sudah sepanjang sejarah berselingkuh dengan kepentingan yang lain seperti kekuasaan, politik atau bahkan ideologi tertentu demi kepentingan bisnis itu sendiri. Dari sudut pandang yang lain, media blog adalah aktualisasi dari ide <em>citizen journalistic</em> yang memungkinkan siapa saja untuk mengemukakan gagasan apa saja kepada publik. Nah bisnis jurnalistik ini juga bukan pengecualian dari pelaku perselingkuhan yang kami maksud di atas.</p>
<p>Makanya anda biasa mendapati (kalau mau kritis membaca) koran-koran atau berita di TV yang cenderung membela suatu kelompok elite politik atau rezim tertentu dalam penyajian beritanya. Berita-berita yang tidak sesuai kepentingannya disortir, atau diberitakan dalam porsi kecil, atau bahkan dipelintir sehingga kepentingannya tidak dirugikan. Tentu saja tendensi ini dipengaruhi secara kuat oleh kepentingan bisnis pers tersebut kepada selingkuhannya tadi. Banyaknya pembaca atau audience sebuah media masa merupakan ukuran seberapa luas pengaruh media massa itu dalam menggiring opini publik, mengarahkan pola pikir dan lain sebagainya.</p>
<p>Tapi WordPress.com kan bebas ?, nggak ada sortir-sortiran dan nggak ada larangan. Kan <strong><em><font color="#ff00ff">mulut</font></em></strong> sendiri sudah bilang kalau di WordPress.com orang bisa nulis apa saja dan menjadi siapa saja di blogosphere ini?. Ya &#8230;. itu semua benar, tapi  &#8230;.. eit tunggu dulu. Kalaupun semua postingan tidak disortir, tapi apakah yang masuk <strong>top posts </strong>atau <strong>top blogs </strong>juga tidak disortir?. Tentu saja disortir, dengan <em>special formula</em> lagi. Apalagi <font color="#ff00ff"><em><strong>mulut </strong></em></font>belum pernah menemukan fasilitas <strong><em>blog search engine</em></strong> disediakan oleh WordPress.com. nah di sinilah sentral tulisan ini mencoba untuk bertausiah pada kita semua.</p>
<p><strong>Blogging, </strong>yang sudah menjadi candu ini pun demikian, dengan ratusan ribu pembacanya tentu sangat strategis untuk diseminasi gagasan, melontaran ide-ide dan penyebaran ideologi tertentu. Yang pada akhirnya adalah membentuk kecenderungan umum dan motive suatu masyarakat. Dengan mengarahkan pembaca blog untuk membaca artikel-artikel tertentu, WordPress.com bisa saja akhirnya meng-engineer pola pikir bangsa kita. Misalkan &#8230;. mengarahkan pada hal-hal yang bombastis dan sensasional (menjadikan orang kita menjadi suka pada kehebohan dan mudah ditarik perhatiannya dengan cara itu), mengarahkan pada posting yang saling sesat menyesatkan (membuat kita terpecah belah dan semakin bodoh tidak mau diskusi dengan open mind), mengarahkan pada urusan yang remeh temeh (menjadikan bangsa kita tetap kerdil), mengarahkan pada yang cengeng-cengeng (membuat bangsa kita jadi mudah minta dikasihani dan minder dihadapan bangsa lain) atau yang lain-lain.</p>
<p>Tentu saja dugaan yang dilontarkan <font color="#ff00ff"><strong><em>mulut </em></strong></font>tentang <em>special formula</em> ala WordPress.com tersebut bisa benar pun bisa salah. Akan tetapi <font color="#ff00ff"><strong><em>mulut </em></strong></font>sering mendapati banyak blog-blog bagus diluar sana yang tidak pernah nongol sekalipun di BOTD. Intinya adalah himbauan untuk <strong>bersikap kritis </strong>kepada siapa saja, apa saja termasuk diri sendiri.</p>
<p>Bersikap kritis bukan berarti selalu menentang, bersikap kritis adalah sikap menguji kebenaran sesuatu dengan mempertanyakan berbagai hal, misalnya : ada nggak kepentingan tertentu dari orang yang bikin tulisan ini?, benar nggak yang dia katakan secara logika?, dalam mkonteks apakah tulisan itu dibuat?, de el el. Kemudian secara jujur mengakui kalau itu benar sebagai kebenaran dan kalau salah sebagai salah. Itu baru namanya bersikap kritis.</p>
<p>Jadi bagi yang belum menyadari hal ini, berterima kasihlah pada <strong><em><font color="#ff00ff">mulut</font></em></strong> karena telah membuka mata anda (bercanda). Bagi yang sudah ya &#8230;. sukur deh. Satu lagi renungan dari <font color="#ff00ff"><strong><em>mulut </em></strong></font>yang hina ini : berapa banyak sih waktu yang kita punyai setiap hari?, berapa banyak yang kita gunakan untuk ngeblog? sudahkah waktu itu telah kita gunakan secara bijaksana? sudahkah kita secara sadar memilih posting apa yang kita baca di blogosphere ini? atau jangan-jangan kita masih gampang diarahkan oleh orang yang punya maksud nggak baik?.</p>
<p>Jadi sekali lagi <strong><em><font color="#ff00ff">mulut </font></em></strong>himbau para id bloggers di seluruh persada bumi :</p>
<blockquote>
<ol>
<li>Gunakan waktu anda secara bijaksana, hidup ini terlampau singkat, waktu anda amatlah berharga</li>
<li>Pilih dan baca posting yang bisa memperbanyak ilmu anda, meningkatkan bidang profesi anda, dan membuat anda menjadi lebih manusia.</li>
<li>Buka cakrawala bahwa jagat blogosphere tidak hanya di BOTD, gunakan search engine untuk cari blog yang bisa menambah nilai diri anda sebagai manusia.</li>
<li>Terakhir  mengutip bang napi :</li>
</ol>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p><strong>Waspadalah, Waspadalah !!!!</strong></p></blockquote>
</blockquote>
<p>*) kalo posting ini tidak jadi pertamax berarti kena sensor oleh WordPress.com &#8230;.. wak ka kak kak ka ka</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulut.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulut.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulut.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulut.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulut.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulut.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulut.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulut.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulut.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulut.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulut.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulut.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=31&subd=mulut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulut.wordpress.com/2007/11/12/mewaspadai-penyesatan-oleh-wordpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3437fa6e10a2a7074749785b794c382?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Welgedewelbeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agenda Id Bloggers: Utilisasi Need of affiliation bangsa Indonesia</title>
		<link>http://mulut.wordpress.com/2007/11/11/need-of-affiliation-bangsa-indonesia/</link>
		<comments>http://mulut.wordpress.com/2007/11/11/need-of-affiliation-bangsa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 22:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mulut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mulutku]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta tanah air]]></category>
		<category><![CDATA[Rex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mulut.wordpress.com/2007/11/11/need-of-affiliation-bangsa-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Welgedewelbeh 
Motive adalah sebuah dorongan yang membuat kita melakukan sesuatu. Ia bisa menjelaskan pada kita mengapa seseorang condong melakukan suatu hal, membicarakan suatu topik, ataupun membuat keputusan tertentu. dalam bahasa sehari-hari, motive kadang disamaartikan dengan kebutuhan (need). Motive selalu ditemukan dibalik semua tindakan, ucapan ataupun perilaku yang dilakukan baik oleh individu ataupun sekelompok manusia. Yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=29&subd=mulut&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em>Welgedewelbeh </em></strong></p>
<p><strong><em>Motive </em></strong>adalah sebuah dorongan yang membuat kita melakukan sesuatu. Ia bisa menjelaskan pada kita mengapa seseorang condong melakukan suatu hal, membicarakan suatu topik, ataupun membuat keputusan tertentu. dalam bahasa sehari-hari, motive kadang disamaartikan dengan <strong><em>kebutuhan</em></strong> <strong><em>(need)</em></strong>. Motive selalu ditemukan dibalik semua tindakan, ucapan ataupun perilaku yang dilakukan baik oleh individu ataupun sekelompok manusia. Yang disebut terakhir itu untuk gampangnya kita sebut saja sebagi <strong><em>motive kolektif.  </em></strong></p>
<p>Kalo anda mencermati dengan seksama kebiasaan bangsa kita yang doyan banget ngobrol, kumpul-kumpul, anjang sana, nongkrong bareng, maka <font color="#ff00ff"><strong><em>mulut</em></strong></font> mengajukan suatu hipotesis bahwa <strong><em>motive</em></strong> bangsa kita ini didominasi oleh <strong><em>need of </em><em>affiliation</em></strong> <strong><em>(n-aff)</em></strong>.</p>
<p>Sebagai sumber penggerak perilaku manusia dalam menjalani hidupnya, <strong>McLelland </strong>membagi motive ini kedalam beberapa jenis yaitu :</p>
<p><span id="more-29"></span>a. Need of Power (n-pow)</p>
<address>b. Need of Affiliation dan (n-aff) </address>
<address>c. Need of Achievement (n-ach)<br />
</address>
<p>Orang-orang yang suka dianggap hebat, bisa mempengaruhi banyak orang atau diangkat sebagai pemimpin merupakan contoh-contoh dari orang yang memiliki motive jenis pertama. Orang-orang yang sukanya kumpul-kumpul, sms sana-sini sampe nggak mikir pulsa, chatting, kasih komen sana-sini di berbagai blog atau suka ikutan berbagai perkumpulan adalah orang-orang yang cenderung memiliki <strong><em>n-aff</em></strong> tinggi. Sedangkan orang-orang yang selalu ingin menjadi nomor satu, juara kelas, trend setter, ingin kaya, ingin mencapai suatu target tertentu dalam hidupnya adalah orang-orang yang <strong><em>n-ach </em></strong>nya tinggi. Tentu saja seorang individu atau kelompok memiliki ketiga-tiga <em><strong>need</strong></em> ini akan tetapi pasti ada salah satu yang paling menonjol.</p>
<p>Bagi <font color="#ff00ff"><strong><em>mulut</em></strong></font>, orang Indonesia yang punya berjuta-juta organisasi, paguyuban, perkumpulan, arisan, doyan sms-an, merasa berbudaya <strong><em>gotong-royong</em></strong>, mempunyai slogan <strong><em>makan nggak makan asalkan ngumpul</em></strong>, serta suka kangen untuk kumpul bersama teman-teman dan kerabatnya, jelas meruapakan orang yang ciri-ciri <em><strong>n-aff</strong></em> nya sangat kental. Makanya nnggak heran kalau bisnis berbasi <em><strong>n-aff</strong></em> ini terus meroket dan laris manis. Contohnya arisan, telepon selluler, chatting, blogging de el el menjadi trend yang populer di Indonesia.</p>
<p>Secara umum, orang barat yang mendewakan individualitas memiliki <strong><em>n-pow</em></strong> yang lebih tinggi dari <strong><em>n-aff</em></strong> nya. Itulah sebabnya sejak abad ke 17 bangsa-bangsa Eropa melanglang buana untuk menaklukkan bangsa-bangsa lain dan menjajah mereka. Sampai saat ini pun mereka selalu berusaha mendominasi keputusan-keputusan dunia melalui berbagai aksinya, termasuk mengontrol perdagangan dan politik dunia, dominasi pasar, serta dominasi ideologi. Bangsa timur kebanyakan berciri <em><strong>n-aff</strong></em> tinggi. Jepang terkenal dengan <em>comunal society</em>-nya, memiliki ciri manajemen perusahaan yang sngat berbeda dengan gaya manajemen barat yang <em>individu-centris</em>. Menurut McLelland, para pengusaha adalah mereka-mereka yang <strong><em>n-ach</em></strong> nya tinggi. Orang bisa saja sukses kalau mampu memanfaatkan need apapun yang mereka miliki secara optimal.</p>
<p>Pertanyaannya adalah, apakah bangsa kita telah memanfaatkan <strong><em>n-aff </em></strong>tinggi nya itu dengan baik?.</p>
<p>Kalo melihat fenomena yang ada sih, kayaknya masih belum.  Buktinya,  yang banyak mendapat manfaat besar dari n-aff kita yang tinggi itu kebanyakan bukan bangsa kita sendiri; Indosat serta beberapa operator selluler misalnya, malah banyak dikuasai asing.</p>
<p>Demam <strong><em>blogging </em></strong>yang menjadi trend saat ini, bagi <font color="#ff00ff"><strong><em>mulut </em></strong></font>adalah salah satu pintu masuk untuk mengoptimalkan <strong><em>n-aff </em></strong>tinggi yang dimiliki bangsa kita. Kegemaran bangsa kita untuk saling ngobrol di blog, saling berbagi, dan saling belajar hendaknya bisa kita pakai untuk mencerdaskan bangsa Indonesia. Saling mendidik dan berdiskusi untuk membangun manusia-manusia Indonesia yang bermutu, berwawasan luas dan sadar akan pentingnya mulai memikirkan masa depan bangsa ini.</p>
<p><font color="#ff00ff"><strong><em>Mulut </em></strong></font>yakin, dengan seleksi alam, dunia bloggerIndonesia akan berisi artikel-artikel cerdas dan mencerdaskan. Mengikis mental-mental yang merugikan dan buruk, memberantas manusia-manusia yang tidak <strong><em>open minded</em></strong>, serta semakin mempertebal kesadaran dan tekad kita untuk membangun bangsa yang besar.</p>
<p>Ayo rek, semua blogger indonesia, kita proklamasikan niat ini bareng-bareng. Membangun masyarakat, dan bangsa Indonesia sehingga bisa bangkit dari kebodohan, kebuntuan pikiran, close minded, rasa minder sebagai bangsa dan menatap masa depan yang gilang gemilang.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mulut.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mulut.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mulut.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mulut.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mulut.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mulut.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mulut.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mulut.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mulut.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mulut.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mulut.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mulut.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mulut.wordpress.com&blog=2077057&post=29&subd=mulut&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mulut.wordpress.com/2007/11/11/need-of-affiliation-bangsa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3437fa6e10a2a7074749785b794c382?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Welgedewelbeh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>