Menghargai keputusan orang lain
Welgedewelbeh
Dibuatnya blog ini dilandasi oleh niat tulus dan baik. Tidak ada niatan untuk menyebar fitnah, menjelek-jelekkan siapaun atau pihak manapun apalagi untuk menyakiti saudara-daudara mulut setanah air. Berangkat dari kesadaran yang tinggi atas budaya menghargai pendapat dan pilihan setiap orang, mulut mengambil keputusan untuk menyebut diri hanya sebagai mulut itu saja.
Secara filosofis, mulut adalah karunia Tuhan yang memungkinkan kita untuk bicara, menyampaikan pendapat ataupun gagasan. Melalui mulutlah orang berkomunikasi dan saling bisa berbagi. Mulut adalah lambang paling fundamental dari bangunan masyarakat manusia sebagai mahluk sosial.
Sayangnya, banyak orang sudah tidak lagi sadar esensi ini. Kadang orang tidak lagi dilihat dari apa yang diucap mulutnya akan tetapi dilihat karena jenis kelaminnya, sukunya, kekayaannya, pangkatnya, popularitasnya, titelnya, agamanya, alirannya dan lain sebagainya. Sehingga kadang orang tidak mau mendengar dan menelaah perkataan orang lain hanya karena tidak suka atau bahkan membenci aliran yang dianut orang tersebut. Bagi mulut, subyektifitas kadang membelenggu kita untuk mengakui kebenaran yang datang dari orang lain.
Atas kesadaran itulah, mulut memilih untuk tampil dalam identitas paling sederhana manusia sebagai mahluk sosial. Dengan ini pula, mulut mengajak kita semua untuk membudayakan diri menjadi manusia yang obyektif. Mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah tanpa memandang mulut siapa yang mengatakannya. Jadi sekali lagi mulut tegaskan, dalam konteks kedewasaan anak bangsa kita yang belum terbudaya untuk obyektif, mulut sebisa mungkin menghindarkan anda untuk mengelompok-ngelompokkan orang berdasarkan alirannya dan kemudian secara selektif menutup diri dari kebenaran yang dibawa oleh kelompok yang anda anggap tidak baik itu.
Coba anda renungkan apa sih untungnya bagi anda untuk mengenal mulut sebagai pribadi dan apa untungnya bagi mulut (jika blog ini kemudian dianggap baik) untuk dikenal orang banyak sebagai pribadi pula. Toh komunikasi tetap bisa kita lakukan di sini, tanpa harus mengetahui siapakah gerangan yang berbicara. Andapun toh bisa menyetujui ataupun tidak menyetujui pikiran-pikiran mulut, mengkritiknya atau bahkan menghinanya dengan bebas. Meskipun begitu, mulut juga tidak menutup kemungkinan untuk bersilaturrahmi secara pribadi dengan siapapun yang mulut nilai telah mampu untuk menyingkirkan monster dan penjara subyektivitas itu dari dirinya.
Semoga disclaimer ini mampu menjawab ketidaksukaan sebagian blogger atas hidden identity seperti yang dipilih oleh mulut. Sebagai perwujudan dari misi ini, mulut mengajak semuanya untuk saling menghormati pilihan siapapun untuk menjadi siapapun. Soal benar dan salah, biarlah masyarakat yang menilai dan biarlah akan mulut pertanggung jawabkan secara pribadi di hadapan sang Pencipta nantinya. Segala konsekuensi positif maupun negatif atas pilihan ini telah mulut sadari, termasuk dianggap pengecut dan tidak bertanggung jawab oleh anda semua.
Salam mulut
_________________________________
Misi Mulut
- Ngeblog dengan selalu menjaga niat yang baik dan positif.
- Mengatakan bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah dengan bahasa yang baik, sederhana dan tidak menyakiti siapapun.
- Mencerdaskan dan menjadikan diri sendiri bertanggung jawab sambil mengajak yang lain untuk berbuat yang serupa.
- Beribadah dan menjadi hamba Allah yang baik melalui blog mulut.
& Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar




nggak usah pake mas, pak, kang, mbak, om, tante,...dll OK???!!!
sekali lagi mulut nggak berjenis kelamin
Sip… sip…
disclaimernya cukup jelas kok.
Betewe… aku masukin ke halaman blogroll-ku ya?
OK bos …. saling tuker … sip
Numpang mbaca om, tadi nyasar kesini.
Empat buah misi yang bijaksana
welgedewelbeh
sekali lagi … aku ini mulut, jelas nggak jelas gendernya ….. understand
btw, salam kenal ya …. rajin-rajin ngapelin mulut yaaaa thx
Waduh, ndak jelas gendernya ya, ndak bisa manggil om yah.
Ndak masalah ….
Salam
aku masukin blogroll ya………..???????
ok de
…….thxb4
wah belum apa apa udah menjelekkan satu golongan,…golongan yang tidak bisa menggunakan mulutnya untuk berkomunikasi.., alias bisu, he he engga apa apa, saya yang cuman bisa mengetik ini dan tidak bisa menggunakan mulut untuk bicara paham dan mengerti (apa yah beda paham ma ngerti ituh..) kok maksud anda…
Thanks dah berkunjung
aku link y
Terima kasih sudah memberikan komentar dan semangat dlm menjalani hidup yg lebih baik..
Hidup BLOGGER
salam kenal juragan.
ngeblog asik.
-IT-
mampiiiirrr….
*isi gesbuk*
4 ketiga teman baru mulut …. salam welgedewelbeh …. rajin-rajin apel ya
Wah, blog saya termasuk blog laik kunjung ya? Jadi tersanjung..
makasih ya..
Misi blognya setuju banget tuh, Mas.
salam kenal buat mulut n mohon bimbingannya dalam bertutur kata yang pantas. Jangan segan-segan untuk sering mampir di Blog saya yang sederhana.
Blognya gw blogroll ya… Tq
wah.. dikunjungi oleh “mulut” merupakan suatu kehormatan….
tengkyu…
mulut mu bau…
*ambil sandal jepit, ngacciirrrr*
welgedewelbeh
4 gimbal
ha….ha……, gimbal ngacciirr….., baru tahu ya kalau mulut mulut bau…., tapi heran nih…., padahal baunya mulut mulut wangi lho…, ( PD soalnya tiap hari rajin gosok gigi, dan selalu pake minyak wangi dan orang yang ada disekitar mulut mulut juga ga ada yang ngaccir malah betah berdekatan dengan mulut he…he… bukanya mulut gr tapi mereka sendiri lho yang bilang ), gimbal anti bau wangi ya??????????
[...] Disclaimer [...]
saya g sempet baca tulisan2 atasnya. yang saya baca cuma misinya aja. pada dasarnya sepakat aja sih.cuma satu yang ngganjel. yaitu poin “3. Mencerdaskan dan menjadikan diri sendiri bertanggung jawab sambil mengajak yang lain untuk berbuat yang serupa”. yang jadi pertanyaan gimana bisa menjadi orang yang bertanggung jawab kalau “mulut” sendiri menggunakan hidden identity?
4 mahma mahendra
Selamat datang, makasih telah berkunjung dan melakukan pengamatan
yang terlalu singkatdan langsung komen. Makanya baca yang lain dan juga baca postingan mulut terakhir. Di situ ada pandangan mulut yang lebih komprehensip tentang hidden identity.hehehehe… maap klo gitu. sya baca dulu yah… .
*serius baca*
lam kenal kayaknya blog ini banyak islamnya, saya orang hindu boleh ikutan dong jangan dianggap kafir ya”