Kasihanilah Malaysia

welgedewelbeh

Mengenai klaim malaysia atas lagu rasa sayang, kalo kebanyakan orang marah pada Malaysia, mulut memilih untuk kasihan pada mereka. Kalau kebanyakan orang menganggap Malaysia sombong, mulut melihat itu hanyalah untuk menutupi rendah diri dan ketakutan mereka. Jadi, alih-alih menyebut Malaysia sebagai malingsial, mulut memilih untuk menyebut nama Malaysia sebagaimana aselinya (lengkap dengan kaidah menggunakan huruf besar dalam penulisan nama negara). Mulut tidak mau seperti anak kecil yang membalas olokan kawannya dengan balik mengoloknya.

Beberapa hari lalu, mulut terlibat obrolan serius dengan kawan dari negeri itu di salah satu kota di Australia. Kita ngobrol soal demo besar yang terjadi di negara mereka beberapa hari yang lalu. Kawan kita yang orang Malaysia itu ternyata lebih suprised atas terjadinya demo tersebut ketimbang mulut. Kata dia, demo di Malaysia merupakan barang langka, jadi ketika ada demo dengan massa ribuan orang … tentu saja dia sangat suprised. Obrolan pun akhirnya terus meluncur antara mulut si mulut yang manis ini dengan kawan Malaysia itu, yang tentang kasus penyebutan indon pada orang kita, yang tentang demokrasi, yang tentang realita sosial di sana.

Menurut dia, orang Malaysia jarang demo karena tidak banyak orang Malaysia yang cinta negrinya. Banyak orang Malaysia cuek dengan apapun yang terjadi dengan negerinya alias ga mau tahu, sebagian lagi pada bepergian ke luar negeri, mencoba mencari peruntungan dan kehidupan yang lebih baik, dan kalau telah berhasil mau menetap di negeri baru tersebut meninggalkan Malaysia. Teman mulut tadi termasuk yang sedang mengadu nasib di Australia. Dia bercita-cita kalau telah berhasil akan memboyong semua keluarganya ke Australia. Kembali ke Malaysia? malas ah ….. kata dia.

“We hate our country and government”, keluh dia. Dia bilang kalo sering ngiri melihat negeri kita begitu bebas demo dan menyampaikan aspirasi kepada negara. Uraian dia atas alasan kenapa orang Malaysia jarang demo membuat mulut berpikir ulang tentang demo dan cinta tanah air. Ternyata demo yang mulai sering bikin kita sebel itu dan sering kita tuduh nggak murni lagi itu di-iri sama orang lain …. hualahhh … dunia memang aneh.

Waktu dia tanya mengapa kok orang kita begitu benci dipanggil indon, dan mengapa orang kita begitu marah ketika Malaysia menggunakan lagu rasa sayang sebagai jingle kampanye pariwisatanya, (dengan serta merta) mulut bilang karena kita sangat cinta dengan tanah air kita (lalu tertegun sendiri mendengar apa yang keluar dari mulut mulut). Waktu dia tanya mengapa kita sangat cinta pada negri kita, mulut bilang karena kita menjadi merdeka dengan cara yang sangat tidak mudah. Jutaan nyawa telah melayang, keringat, air mata dan darah telah menganak sungai di sepanjang padang sejarah, serta beribu kesedihan dan penderitaan tak terbayangkan telah dirasakan hanya demi menegakkan apa yang kita sebut sebagai Indonesia merdeka. Meski saat ini negeri kita masih amburadul dan belum tertata, SESUATU yang DAPATNYA SUSAH PASTI AKAN KITA BELA dan KITA CINTA (lagi-lagi tertegun lagi menyadari jawaban mulut sendiri).

Teman malaysia mulut itu berkebangsaan Cina, tahu kan .. Malaysia itu terdiri dari 3 kebangsaan: Melayu, Cina dan India. Mungkin saja keterangan dia soal rasa cinta tanah air berangkat dari posisi suku minoritas Cina dan India di Malaysia yang seakan menjadi warga kelas dua karena politik yang dilakukan UMNO sebagai partai berkuasa. Ketatnya kontrol negara atas pers dan kontrol ketat negara atas berbagai kegiatan masyarakat membuat mereka menjadi orang-orang yang tak melek lingkungan. Pers yang dikontrol ketat menjadikan mereka hanya memiliki informasi dari satu sisi saja, membuat mereka berpola pikir yang relatif seragam, mudah diarahkan dan tidak kritis secara sosial politik.

Satu hal lagi yang ingin digaris-bawahi oleh mulut yaitu struktur bangunan masyarakat Malaysia yang tidak setara antara satu suku dengan suku lainnya membuat negara itu kehilangan ruh sebagai satu bangsa. Di sinilah kita perlu bersukur dan berterima kasih pada para pendahulu kita yang dengan lantang berikrar sebagai bangsa yang satu meski berasal dari berbagai suku, berbahasa satu meski memiliki beragam bahasa ibu, dan bertanah air satu meski tinggal di berbagai tempat yang tidak satu. Sepertinya kita perlu selalu menguatkan kebersamaan dan kesatuan ini. Tidak kalah penting adalah kesetaraan antar semua suku bangsa, mulut berpikir kalau tanpa kesetaraan tidak mungkin ada persatuan dan tanpa persatuan tidak mungkin ada kesetaraan.

Perbincangan dengan sahabat mulut yang asal Malaysia ini juga membuat mulut memiliki jawaban mengapa kita harus bersikap baik kepada orang Cina serta kelompok minoritas yang lain. Meski mulut kadang meragukan kecintaan mereka atas negeri ini, tapi kini mulut tahu mengapa kesetaraan dan kesatuan itu adalah ruh bangunan sebuah bangsa. Mulut sadar kalau kesenjangan dan kekurang-akraban antara suku-suku indonesia aseli dengan yang keturunan Cina hanyalah akibat kesalahan sejarah belaka. Pribumisasi yang dipaksakan dan pembatasan akses sosial selama rezim Suharto berkuasa membuat mereka jauh dari kita, tidak ada pembauran dan membuat mereka menjadi kelompok yang eksklusif. Di sisi lain kesenjang ekonomi menambah jurang itu menjadi semakin lebar.

Jadi mari kita kuatkan kesatuan bangsa ini dengan mengembangkan rasa bersaudara sebagai sesama bangsa Indonesia, tentu saja menggunakan senjata ampuh “kesetaraan”. Yang keturunan Cina jangan menjadi eksklusif, dan cobalah untuk lebih banyak berbaur dan bergaul dengan saudara anda yang lain. Yang merasa pribumi aseli jangan juga mengucilkan mereka, tidak mau menyapa atau berkepala batu menganggap mereka adalah kelompok yang bukan saudara kita. Di kalangan orang Islam juga begitu, jangan malah saling hujat dan saling sesat menyesatkan. Paling tidak, di blogosphere ini, dimana tidak ada lagi pagar tinggi sebagai penghalang, tidak ada lagi eksklusifitas dan aliran yang kelihatan, kita bisa mulai untuk menghidupkan kembali semagat pemuda-pemuda bangsa kita ini di tahun 1928 yang lalu untuk bersatu sebagai bangsa yang kuat, kompak dan besar.

Nah balik lagi ke Malaysia, kenapa kita harus mengasihani mereka? tentu saja karena mereka tak punya kebanggan akan sejarah bangsanya seperti kita. Merdeka saja diberi, bahkan sampai kini masih mengaku sebagai negara persemakmuran, kumpulan negara-negara yang merasa berterima kasih telah dijajah Inggris. Apalagi soal kekayaan kebudayaan, kemiskinan mereka atas warisan budaya dan kesenian membuat mereka harus mencuri dari kita. Belum lagi kalau kita bicara soal “api di bawah sekam” persatuan nasionalnya yang rapuh itu. Mereka itu sebenarnya rendah diri, kerendahan dirinya itulah yang coba ditutupi dengan bersikap angkuh, tak mengakui andil bangsa kita membesarkan mereka dan bersikap seolah-olah bangsanya lebih tinggi derajatnya dari bangsa kita.

Semoga saja mereka bisa belajar dan menjadi bangsa yang lebih baik di masa mendatang. Satu hal yang ga pernah mulut bayangkan diakhir perbincangan itu, mulut berkata pada dia ” cintailah negerimu….CINTAILAH MALAYSIA” (saat mengatakan itu, kesebalan dan kemarahan mulut berubah menjadi kasihan)

” Segemilang apapun sejarah bangsamu di masa lalu, tak boleh mencegahmu untuk meraih kegemilangan di masa depan”.

Anand Krishna

Link terkait:

kenapa malaysia arogan

Iklan

33 Komentar

  1. @ Mulut

    Betul, setuju, merdekaa!

    orang keturunan cina – indonesia mana mau disebut orang china, mereka maunya disebut orang indonesia. salah satu bukti bahwa orang indonesia apapun sukunya mereka cinta tanah air !!!

  2. hehe… jd inget pas ngobrol ma temen…. klo malesa diserang ma kita mereka akan kocar kacir krn rasa nasionalisme mereka yg rendah… ya itu tadi semua pendatang rata-rata mempertahankan bahasa mereka sendiri gak mau berbaur…

    apa mungkin karena kemerdekaan yg dikasih ya?

    au ah gelap…

    emang poor malesa

  3. Apalagi soal kekayaan kebudayaan, kemiskinan mereka atas warisan budaya dan kesenian membuat mereka harus mencuri dari kita.

    Alasan “kemiskinan budaya” sebenarnya tidak membuat tindakan pencurian ini menjadi benar.
    Seperti halnya dalam kasus curanmor. Sang pencuri kemungkinan terpaksa melakukan tindakan tersebut karena alasan ekonomi, terdesak kebutuhan. Tetapi tetap saja dia melakukan perbuatan salah. Alasan ekonomi tidak lantas membuat kasus pencurian ini menjadi hal “wajar”. Dia bisa melakukan hal lain yang “normal” untuk mencukupi kebutuhannya.
    Namun, kita memang sebaiknya tidak menanggapi hal seperti ini dengan emosional tapi dengan niat baik. Duduk, bicara dan bermusyawarah dan mencari solusi yang tepat.
    Seperti kata mulut

    Mulut tidak mau seperti anak kecil yang membalas olokan kawannya dengan balik mengoloknya.

    Eh, maaf kalau komentarnya agak panjang. Salam πŸ˜€

  4. Hai mulut..lam ken ya….
    Artikel u okey, yach…sampai kpanpun malaysia-indonesia tetap aja perang mulut.
    Biar serumpun, tp tetap aja ada parasitnya. he2…

  5. tulisan yang bagus, meski bukan ditulis oleh tangan tapi oleh mulut πŸ™‚

    memang kasian Malaysia itu.
    Dulu miskin, pingin kaya minta tolong minta tolong ke Indonesia
    Sekarang kaya, pingin terkenal nyuri-nyuri lagi dari Indonesia
    Ntar kalo dah terkenal, dijadikan propinsi ke-31 dari Indonesia tahu rasa dia
    πŸ˜€

  6. Oo, itu kenyataannya: Malaysia iri sama negara kita. Hebat you lut!

  7. Hampir sebulan berada di Malaysia, apa yang dikatakan mulut memang bukanlah omong kosong belaka. Betul-betul mereka perlu dikasihani. Seandainya terjadi perstiwa beruntun seperti di Indonesia, keruntuhan rezim yang diikuti bencana alam bertubi-tubi, maka tidak dalam hitungan hari, mereka akan hancur sebagai suatu bangsa, karena rapuhnya fondasi yang mereka miliki.

  8. kasian malaysia..hidup Indonesia!!

  9. kasian malayasia, apalagih indonesia, kacian deh gua ! *hukhuk*

  10. hmm… sama saudara sebangsanya sendiri, orang malaysia sudah rasis..
    negeri yang aneh..!!

  11. halo salam kenal untuk sang mulut, asyik juga gaya menulisnya. Memang sangat kasian bagi beberapa mulut malaysia, tidak bisa bebas berekspresi layaknya mulut2 yang dimiliki oleh negeri kita. Mudah2an segala tindakan dan ekspresi mereka terhadap para indon hanya sebagai pelampiasan dari apa yang tidak bisa mereka lakukan kepada negerinya sendiri…

  12. Hiduplah Indonesia Raya…

  13. Nggak ada rasa kasihan tuh buat malaysia … seperti kanker yang menggerogoti tubuh, aku setuju bila mereka diganyang saja πŸ‘Ώ

  14. tapi banyak yang bisa kita pelajari dari malaisya, kebesaran yang sekarang telah didapat malaisya memberi bukti kemampuan dalam mengelola keanekaragaman budaya dan suku sehingga mampu menghasilkan potensi besar untuk sebuah negara yang kecil seperti malaisya.
    saya melihat terkadang rasa cinta tanah air kita belumlah teraktualisasi secara matang, kadang pula atas nama nasionalisme kita menutup mata untuk megambil pelajaran dari negara lain yang bahkan telah “menyakiti” bagsa ini padahal bis saja pelajaran tersebut dapat menjadika bangsa ini menjadi bagsa yang besar dan bijaksana.

  15. welgedewlbeh

    4 dobelden
    Tapi alutistanya lebih modern dan lebih banyak lho dari kita, terutama armada udaranya
    Kalo perang darat sih …. belum tentu juga

    4 Sigid
    Mulut nggak pernah membenarkan tidak pernah membenarkan … mereka, langkah hukum dan politis tetep harus diambil, cuman kita nggak perlu marah …. yang perlu malah kasihan

    4 Tegar
    Lam kenal juga, … kita nyedot banyak uang mereka dari TKI/TKW … sama mereka kita disebut parasit lho …

    4 verlita
    Lam kenal … jangan sekedar teriak hidup indonesia ……. bangun diri jadi generasi yang hebat. Indonesia jaya .. tinggal tunggu waktu … SEMANGAT!!!

    4 vino
    Jangan sekedar kasihan sama indonesia dong … bantu ia Jaya kembali

    4 morishige
    Komentar yang aneh :P~ he he he … gak kok bro, bcanda …. bisa buktiin nggak kalo kita nggak rasis dengan saudara sebangsa sendiri di blogosphere

    4 oneocim
    Kok ikut-ikutan sebut diri sebagai indon? ….. lam kenal juga thx telah mampir

    4 dewo
    Ayo wujudkan .. bareng-bareng … bangun negeri .. berantas korupsi

    4 Retorika
    Kok mulutnya gonta-ganti …. apa sudah ketularan para politisi kita … he he he

    4 Aprina

    Kebesaran yang sekarang telah didapat malaisya memberi bukti kemampuan dalam mengelola keanekaragaman budaya dan suku sehingga mampu menghasilkan potensi besar untuk sebuah negara yang kecil seperti malaisya.

    Mulut heran dengan sampeyan, bagaimana kok bisa membuat kesimpulan bahwa mereka mampu mengelola keanekaragaman budaya dan suku dengan baik? apa ndak baca artikelnya secara lengkap (apalagi link artikel terkaitnya) … langsung kasih komen ya …. he he he ketahuan

  16. ya, apa karena serumpun itu ya, qta jadi sering bgt b’tengkar???

  17. Seharusnya segenap komponen bangsa, anak bangsa bahu – membahu, bagaimana caranya kita tidak lagi dilecehkan kaya Jablay aja, diinjak – injak harga diri kebesaran bangsa Indonesia, oleh banngsa nyang tadinya tidak Se (maaf bahasa Jermannya ” tidak Se taikuku ” bangsa Indonesia) kanapa bisa dilecehkan, diinjak – injak harkat derajat martabat Bangsa kita, nyang sudah dipertahankan oleh pendahulu kita dengan Harta, darah, dan nyawa sekalipun masa kita tidak bisa membela, memupuk, memelihara, dan mempertahankan harkat martabat tersebut. Wahai penguasa negeri ini harus serius membahas pelecehan
    Bagimu Mahasiswa, masyarakat dan rasa Nasionalisme tiga komponen nyang harus bisa dipertahankan oleh kita semua

    Hidup Republik
    Merdeka

  18. Hampir 10 tahun lamanya Indonesia tidak lagi dipimpin oleh H.M Soeharto, apa saja yang kita dapat? Reformasi? Demokrasi atau justru kita malah tenggelam kedalam keterpurukan. Yang pasti kita telah kehilangan seorang figur bapak bangsa, sorang pemimpin besar yang telah membawa indonesia menjadi pemimpin regional yang begitu disegani selain oleh Rejim Malaysia nyang sekarang melecehkan kita termasuk Demokrasi, Reformasi dan kebebasan berpolitik, Ham atau kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang dicari? Ok silahkan bilang H.M Soeharto telah melakukan pelanggaran Ham. Ham yang mana? Hamburger atau Ham aktivis yang sok suci yang mencari uang dengan cara membongkar aib negara? Seperti munir, hendardi dkk? Hey ingat! Jangankan indonesia Amerika serikat atau Inggris saja melakukan hal yang sama apabila ada warganya yang ngakunya idelis tetapi ternyata malah menjual aib negara! Aktivis tersebut hanyalah golongan kecil orang yang tidak puas, sok pintar dan sok pahlawan, mengatasnamakan Ham demi mengais harta. Saya nggak butuh kebebasan berpolitik, selama saya bisa makmur! Liahat negara maju, mana peduli tentang politik wong mereka makmur. Makan tuh bebas politik tapi ternyata kita udah nggak punya apa apa lagi. Belum lagi kerusuhan berbasis Sara, ketidak stabilan politik hingga timbulnya klompok fundamentalis agama … jaman Soeharto mana ada ! Aman Nyaman Tentram Makmur !

    Soekarno, Soeharto tidak ada duanya. Jaman Soekarno siapa yang berani utak atik Indonesia! Jaman Soeharto ekonomi indonesia tumbuh pesat luarbiasa, karena hutang? Wajar banyak negara yang jadi makmur melalui hutang luar negri. Sayangya di saat yang sama mereka tidak seperti kita didera krisis ekonomi plus krisis politik di waktu yang sama.

    Mana ada sih orang yang nggak mengenal H.M Soeharto? Bahkan banyak pengamat luar negri yang mengakui kehebatan Soeharto sebagai pemimpin. Mahatir, Lee Kuan Yeu bahkan Clinton pun mengakui bahwa tidak ada pemimpin Indonesia sesempurna H.M Soeharto. So, kalo saja H.M Soeharto masih muda, dan ia ingin memimpin kembali bangsa ini why not? Gw bangga dipimpin Soeharto ! oh ya … ini kan namanya RETORIKA jadi wajar kan ? :mrgreen:

  19. yah saya juga sadar akan keberuntungan kita di berbagai hal.. mereka itu bagai burung2 yang diperbudak yang dipelihara dalam sangkar emas. Memang sih semua seolah2 tersedia dan semua tampak sejahtera, tapi “budak2” itu harus menurut selalu dan tidak diperkenankan menyuarakan pendapatnya.. kasihannya sodara2 kita disana

    btw…
    “apa yang keluar dari mulut mulut” —> menurut saya ini lucu sekali loh πŸ˜€

  20. welgedewelbeh

    4 moch. iqbal chahyadi
    mungkin ya bang ….. rumpun tetangga emang kelihatan lebih hijau …he he he

    4 Dicky Demoz 90 PMB
    Bung Karno dan Pak Harto memang dua presiden yang luar biasa jasanya bagi kita bangsa Indonesia. Penghormatan dan terima kasih tetap harus diberikan, akan tetapi kalau ada kesalahan tetap harus dipertanggung jawabkan pada rakyatnya. Menghujat mereka tidaklah berguna. Kan sudah ada pengadilan … biarlah hukum yang menentukan, kalaupun hukum masih belum tegak ….. ya mari sama-sama tegakkan. Begitu pula harusnya terhadap presiden-2 setelah mereka …. jasa-jasanya jangan dilupa, kalau ada salah dari mereka biar hukum juga yang bicara. Yang penting, penegakan hukum harus terus diupayakan.

    4 kuchikuchi
    iya memang kasihan … .tapi lebih kasihan lagi saudara kita TKI / TKW yang dihinakan, dan menderita lahir batin di Malaysia … baca artikel baru ya ….

    kalo kuch-kuch hota hae = there’s some thing happen in my heart …. kalo kuchikuchi apaan ya … he he he

  21. kasihanilah malaysia karena merasa besar dalam kekerdilannya.

    kasihanilah Indonesia karena merasa kerdil dalam kebesarannya.

    Come to Lake Toba… tuan-tuan dan puan-puan Malaysian, nikmati keindahan alam dan budaya Indonesia, tanpa harus mencopetnya. Tabik. Horas.

  22. welgedewelbeh
    Retorika abang luar biasa. Tabik Horas juga

  23. […] Kasihanilah Malaysia […]

  24. thx untuk pujianmu kawan. makasih juga sudah berkunjung ke blogku.

  25. hah? bangga dipimpin Soeharto?
    orang apa orang nih yang ngomong? apa gak tahu kalau saja Soeharto mau mendirikan Indonesia secara ikhlas, tentu saja anak2nya gak jadi penjahat kelamin di berita-berita kita., karena mereka belajar arti kesunguhan, disiplin dan kejujuran. Dan, kitya gak akan kenal reformasi dan krismon, karena tiap-tiap departmen pemerintahan akan dipimpin oleh orang yg ahli di bidangnya, bukan asal jendral dan siap jil-pan.

    cium tuh kakek bau kuburan.. sebelum masuk neraka.
    kalau masih byk org indonesia pikiran kayak gini, cocok bgt kalau indonesia bakal dijajah, bukan hanya oleh malaysia, juga oleh timor leste. krn yg bodoh mmg hanya bisa di bawah, melayani yg diatas.

  26. kalau begini pemikiran bangsa indonesia mari kita lihat didalam masa 5 tahun lagi.lupakah saudara mulut bangsa mana menjadi koruptor terbesar di indonesia.berapa banyak dana indonesia dan juga malaysia dilarikan ke singapura saat krisis ekonomi 1997 tempohari.lupakah saudara mulut dengan kenyataan sejarah bahawa TIDAK PERNAH ADA BANGSA CINA YANG SETIA TERHADAP NEGARA YANG BUKAN DARI RASNYA.Buktikan dari kenyataan rasmi bahawa malaysia itu mencuri kebudayaan indonesia .dari koran koran malaysia yang mana atau situs situs malaysia yang mana.walaupun media mereka di kontrol oleh pemerintah mereka namun hanya berita2 yang mengenai keburukan pemerintah mereka sahaja diawasi oleh pemerintah mereka.berita selain daripada itu mereka jauh lebih beretika dari media indonesia.bandingkan komen media mereka terhadap indonesia dengan media indonesia terhadap malaysia.wahai bangsa indonesia yang bersikap terbuka saya pohon supaya baca koran2 on line malaysia selama 14 hari berturut dan nilaikan dengan hati nurani yang tulus bersih.dengan media yang dikontrol oleh pemerintah mereka dibandingkan dengan media indonesia yang bebas kepada saya yang berbangsa melayu brunei masih jauh beradapnya media mereka berbanding media indonesia.dari penelitian saya lagi 5 tahun malaysia akan semakin membangun dan indonesia akan semakin terpuruk

  27. Mulut baik ya sama negara yang sudah ambil pulau kita, lagu kita, tarian kita, pakaian kita, makanan kita, malah mau ambil bahasa kita komennya masih datar, bisa di bayangin ga MULUT jika bahasa kita diambil.

  28. Salam kasih dan penuh persaudaraan. Saya, seorang pribumi Melayu dari Malaysia terpanggil untuk mengulas apa yang diketengahkan MULUT tentang negara kami, Malaysia. Terlihat banyak salah faham dalam artikal yang anda. Betul kami terbina dalam gabungan 3 bangsa utama (Bumiputera, Cina & India). Sayangnya, artikal anda hanya merujuk pandangan dari kaum cina semata-mata, jadi tak hairanlah terjadi bias. Kalau anda merujuk keterangan dari kesemua bangsa di Malaysia, itu lebih baik. Diharap komen saya ini mendapat perhatian dari anda agar persepsi anda terhadap Malaysia tidak akan salah lagi.

    Menurut anda, Cina dan India di Malaysia tidak dilayan adil dan dianggap warga kelas kedua berbanding kami warga pribumi. Berbeza dengan Indonesia yang menurut anda lebih baik dan masing-masing suku punya rasa cinta pada negara.

    Anda Salah. Tak pantas anda membandingkan integrasi kaum antara Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia, pemerintah anda tidak ada masalah untuk mengIndonesiakan kaum non-pribumi. Sejak presiden pertama lagi masyarakat minoroiti cina (dan sedikit keturunan India dan Arab) sudah dipaksa harus berbahasa Indonesia, berbudaya Indonesia dan menggunakan nama berbau Indonesia. Segala sesuatu yang berbau cina dilarang sama sekali. Sekolah berbahasa cina ditutup, diganti dengan sekolah berbahasa Indonesia. Minoriti Cina dibenarkan berniaga tapi dilarang berpolitik. Mereka tidak bebas merayakan Imlek sewenang-wenangnya. Mungkin semua ini mudah dilakukan kerana bangsa non-pribumi hanya 5% dari populasi Indonesia. Hasilnya, biarpun kini minoriti cina sudah bebas melakukan apa saja mengikut kehandak kesukuan mereka, namun kebangsaan Indonesia sudah sebati dan membekas dalam diri masing-masing, malah bahasa Indonesia sendiri sudah dianggap bahasa Ibu yang digunakan sehari-hari dalam komunikasi sesama sendiri.

    Bagaimana dengan kami? Di Malaysia, populasi non-pribumi mencapai 35% penduduk Malaysia. Bayangkan betapa besarnya jumlah mereka. Fikirkan sendiri bagaimana sukarnya kami untuk berbaur dengan mereka. Fikirkan bagaimana sukarnya kami meMalaysiakan mereka. Bayangkan betapa sulitnya kami meminta mereka menerima bahasa Melayu sebagai bahasa pemersatu, bahasa rasmi, bahasa negara.

    Kami penduduk Bumiputra, Cina dan India terpaksa membesar dalam kelompok masing-masing. Mereka mahukan sekolah sendiri untuk bangsa mereka. Mereka mahukan bahasa sendiri untuk sekolah mereka. Kami terpaksa akur demi keharmonian negara memandangkan jumlah mereka yang besar. Sehingga ke hari ini, mereka tidak pernah mahu belajar di sekolah yang sama dengan kami. Sehi9ngga ke hari ini, mereka tidak pernah mahu menerima bahasa kami. Anehnya, mereka tetap tamak merebut tanah kami. membolot harta kami, mengambil kesempatan dengan kemurahan hati kami dan kemudian mengaku sebagai warga Tanah Melayu.

    Kini kerana ulah mereka, kami bumiputra terpaksa menerima kutukan rakan yang sentiasa kami anggap saudara di Indonesia . Di Malaysia ini, sebagaimana non-pribumi benci sama kami bangsa pribumi, begitulah juga bencinya mereka pada pribumi Indonesia kerana pada pandangan mereka, pribumi Malaysia dan Indonesia itu tetap satu bangsa Nusantara. Cubalah renungkan sedalamnya siapa yang menganiaya TKI di Malaysia kalau bukan Yim Pek Ha dan rakan-rakan yang sebangsa dengannya. Kami bumiputra Malaysia sangat simpati pada Nirmala Bonat, Ceriyati, Surianti dan lain-lain TKW yang menjadi kekejaman majikan cina di malaysia kerana kami tidak akan pernah sama sekali membenci saudara sendiri.

  29. Bagus sekali tulisan ini !

  30. janganlah kita saling membenci dan ahirnya menimbulkan permusuhan..

  31. Indonesia seperti juga mulut maju dalam khayalan.Malaysia maju dalam kenyataan.sampai kiamat pun ngak mahu sedar.

  32. Welgedewelbeh
    @ Fazli
    Terima kasih atas komentar anda yg penuh simpatik. Mencoba untuk menjelaskan duduk perkara sosial politik di Malaysia dari sudut pandang lain. Tidak ada pretensi bagi mulut untuk memihak satu kelompok di atas kelompok lain di Malasyia. Semoga mulut pribadi maupun pembaca mampu menarik hikmah dari tulisan dan berbagai komen di artikel mulut ini.

  33. okay
    kita sudah mendengar penjabaran dr pihak masyarakat malaysia ttg polemik yg ada di negeri mereka
    tapi saya lebih suka bicara tentang aksi mereka kepada Indonesia.
    ofensif
    pasti
    penyiksaan TKW -yang memang tidak hanya di malaysia- tetap saja itu adl hal yg melaggar HAM. dan sebabnya? apa kalau bukan karena merasa superior thd Indonesia.
    pencurian: batik, reog, lagu daerah.
    apa ada alasan yg bisa membenarkan hal ini? jawablah malaysia.
    pencemaram nama baik tokoh Indonesia. dan dengan arogannya malaysia tidak mau minta maaf.
    oke
    untuk hal ini mngkin tokoh itu punya bukti atau ‘tahu’ fakta sejarah -atau hanya cari perhatian-
    tapi tidaklah berhak orang asing menjelekkan tokoh yang dinilai tinggi oleh bangsa lain.
    atas dasar apa anda melakukan itu?
    superioritas?
    pengemis kok ngerasa dirinya di atas pejuang?
    dan apa?
    Indonesia maju dalam khayalan, malaysia maju dlm kenyataan?
    kl kenyataan yg anda bicarakan adl pencurian dab segerombolan pelanggaran HAM lainnya, dan kebanggaan atad penistaan demi penistaan yg tak kunjung disadari, maka andalah yg sedang bermimpi, malaysia
    silakan maju ke jurang
    terima kasih.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s