Susahnya untuk konsisten

Welgedewelbeh

Beberapa waktu lalu dua tulisan mulut (PKS, Muhhamadiyah, FPI, NU, Jamaah Islamiyah,salafi,hizbutahrir,wahabi aliran tersesat dan Gusdur menyesatkan kita ke jalan yang benar) dapat komen yang “panjaaaang” sekale. Kata “panjang” ditulis pake tanda kutip soalnya bukan komen yang berupa artikel panjang tapi hanya satu kata yang dicopy paste berulang-ulang atau biasa dikenal dengan nge-flood. Nggak tanggung-tanggung si komentator (yang ber-nick name Salaman AlJazuli) copy paste sebanyak 107 kali di tulisan pertama, dan 146 kali di tulisan kedua. Mungkin ketularan dengan si Salaman AlJazuli, Ust.Muhammad Rachmat juga ngopi paste komennya sebanyak 15 kali.

Secara pribadi mulut nggak masalah dengan isi dan model komen kayak begituan. Toh nanti orang-orang juga pada tahu, seperti apa sih kualitas orang kayak mereka itu. Komen ini juga membuat mulut teringat lagi atas disclaimer yang telah mulut buat yang menyatakan :

Andapun toh bisa menyetujui ataupun tidak menyetujui pikiran-pikiran mulut, mengkritiknya atau bahkan menghinanya dengan bebas.

Dari sini mulut jadi mikir lebih dalam tentang sikap konsisten. Hmmmmhm …..

==================================================

Karena konsisten ini adalah kata daari bahasa asing maka mari kita coba cari arti aselinya:

Menurut kamus Miriam-Webster Online, kata ini berasal dari bahasa latin consistent-, consistens, yang merupakan present participle dari consistere. Kata ini berarti :

possessing firmness or coherence, free from variation or contradiction, showing steady conformity to character (buat konsistensi dalam hal karakter seseorang), tending to be arbitrarily close to the true value of the parameter estimated as the sample becomes large (dalam aplikasinya di bidang statistika)

Menurut kamus yang lebih populer misalkan Kamus oxford, consistent adalah kata sifat yang berarti:

always behaving in the same way, having the same opinion, standard, etc.

==================================================

Merujuk dari pengertian diatas, banyak orang beranggapan kalau konsisten itu berarti harus selalu sama, tidak boleh bervariasi atau ada kontradiksi. Kalau pagi bilang A sore harus juga bilang A. Kalau tahun lalu milih partai A maka pemilu depan juga harus milih partai yang sama. Padahal pemaknaan konsisten seperti itu, dalam hal-hal tertentu, bagi mulut tidaklah terlalu betul. Ada kalanya kita harus berubah baik dalam sikap, perilaku ataupun opini. “Lho …. kok jadi nggak konsisten gitu?” …. “lalu yang bener bagai mana dong?”.

Bagi mulut sikap konsisten itu penting, karena dengan itu kita bisa dipercaya orang dan mempercayai orang lain. Konsistensi juga menunjukkan integritas kita sebagai seorang pribadi. Tapi kalau konsisten dimaknai saklek seperti yang dijelaskan kamus ya bisa berabe. Misalkan pemilu yang lalu seseorang milih partai A, dan pada pemilu berikutnya dia juga milih partai yang sama (demi dalih konsistensi), padahal setelah pemilu yang pertama, partai A ternyata ketahuan banyak nggak benernya …. apa konsisten semacam ini perlu dilakukan?

Menurut mulut, konsisten itu bagai pedang bermata dua, bisa ke arah positif dan sebaliknya bisa juga ke arah negatif. Sehingga sikap berhati-hati sangat penting untuk dipake sebagai pendamping sikap konsisten. Jangan sampai sikap konsisten kita itu malah menjadikan kita lebih buruk dan tidak meningkatkan kualitas kita sebagai manusia. Jangan karena kawatir dianggap tidak konsisten lalu kita takut berubah, padahal perubahan tersebut akan membawa kita kepada kebaikan, atau … kalau kita tidak berubah malah membawa kita pada keburukan.

Mulut juga jadi teringat dengan doktrin konsistensi ala pengusaha. Mereka bilang konsisten itu di tujuan, sedangkan cara boleh pake macam-macam. Gagal cara satu, pindah ke cara kedua, gagal yang kedua .. pake yang lain lagi dan seterusnya. Menurut mereka sikap seperti inilah kuncinya sukses. Ini adalah sebuah sikap yang luar biasa asal jangan dimaknai sebagai menghalalkan segala cara. Jadi, jangan gampang menyebut orang tidak konsisten hanya karena ia ‘sepertinya’ berubah-berubah, padahal anda tidak tahu niat ataupun dasar pertimbangannya.

Jadi, marilah kita konsisten untuk menuju kebaikan, juga konsisten untuk meninggalkan keburukan. Jangan lupa untuk konsisten juga dalam menggunakan cara-cara yang baik untuk mencapai kebaikan tersebut dan menggunakkan cara-cara yang baik pula untuk meninggalkan keburukan. Sehingga kebaikan akan tetap menjadi kebaikan. Dengan demikian kita akan menjadi manusia yang terus bertumbuh, selalu belajar, haus akan kebaikan, keadilan dan kebenaran.

Nah, tidak mudah kan bersikap konsisten?

Iklan

8 Komentar

  1. hmmmm…. sayah mungkin ga menganggap mereka konsisten tapi kayaknya mereka hanya ingin menunjukkkan jati diri mereka yang membenci seseorang dengan melakukan flood pada tulisan tersebut hehehhe…
    so mungkin sayah sarankan untuk nge-ban aja, sebab dari pengalaman mereka hanyalah orang2 yang berani berteriak tetapi tidak berani untuk menulis apa yang dipikirkan so mereka memilih menjadi anonim dan mengobok2 sebuah blog
    🙂

  2. konsisten itu sama seperti istiqomah…

  3. >>>>> Salam kenal dari Perhimpunan Mahasiswa Bandung <<<<<<<<< 🙂

  4. Konsiiiiiiiisten adalah merupakan cermin dari jati diri seseorang, tergantung oerangnya apa dabbbbbbblek terus ? apa mau merubah diri ? apa gimana nanti ? apa nanti gimana ? woyouwwwww woyouwwwwww Stiplah Coooooooooo salah lah Kumaha aing Nyoooor Bagimu PMB pun Bagi Noesa dan bangsasku,

  5. marilah kita konsisten untuk menuju kebaikan, juga konsisten untuk meninggalkan keburukan. Jangan lupa untuk konsisten juga dalam menggunakan cara-cara yang baik untuk mencapai kebaikan tersebut dan menggunakkan cara-cara yang baik pula untuk meninggalkan keburukan. Sehingga kebaikan akan tetap menjadi kebaikan. Dengan demikian kita akan menjadi manusia yang terus bertumbuh, selalu belajar, haus akan kebaikan, keadilan dan kebenaran. ( jangan sampai berani kerena besar membela nyang Bayar) kaya demo demo sakarang tidak konsisten dengan hatu noerani

  6. Kalau konsisten korupsi, konsisten menyakiti rakyat, konsisten jadi benalu masyarakat, konsisten dengan kekerasan, konsisten dengan watak fasis….bagaimana ? Kalau yang ini kata kuncinya adalah PERUBAHAN. Btw, ini topik diskusi yang asyik dan mencerahkan. Terima kasih, kawan!

  7. Welgedewelbeh,

    4 Diky demoz 90 PMB
    Salam kenal, terima kasih atas komennya….
    BTW : Ayo berpikir positif untuk Bangsa Ini, Insya alloh kedepannya lebih baik. Semangat !!!!

    4 Tobadream
    Salam kenal ya…, terima kasih juga kawan telah mampir di sini, dan meluangkan waktu untuk membaca tulisan mulut. Semoga kebaikan senantiasa diberikan kepada kita semua dan bangsa ini

  8. […] … mengenai hal ini mulut jadi teringat sendiri akan posting susahnya untuk konsisten yang dibuat mulut beberapa bulan yang lalu. Untungnya mulut hanyalah orang nggak penting biasa yang […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s