Sekulerisme itu perlu

Banyak orang menghadap-hadapkan sekulerisme secara langsung dengan agama sebagai sesuatu yang bertolak belakang. Sebagian yang lain malah cenderung menyamakan bersikap sekuler sebagai anti agama, bahkan kafir atau yang paling halus sebagai sudah teracuni budaya barat (westoxified). Namun pernahkah anda berpkir mendalam mengenai apa itu sekulerisme, mencoba menelaahnya melalui makna asalnya dan semangat yang dikandungnya alih-alih langsung membenci dan bersikap antipati?. Oleh karena banyaknya kesimpang-siuran pemahaman orang mengenai istilah ini, dalam kesempatan ini mulut akan ngomong dan mengupas tentang sekulerisme dan mengapa sekulerisme itu perlu.

Untuk memahami sebuah term, apalagi term yang berasal dari bahasa asing, kita perlu merujuk pada makna asli dari term tersebut sebelum mendapat berbagai atribut konotatif yang diberikan oleh pengguna term tersebut (mulut mengampanyekan untuk membiasakan melakukan hal ini juga ya ….). Hal ini sangat penting agar kita bisa tetap bersikap obyektif dan kritis terhadap sesuatu dan berfikir independen tanpa harus hanyut dalam arus mainstream pendapat besar.

Menurut http://www.yourdictionary.com
secu·lar·ism· (iz′m) adalah sebuah kata benda yang bermakna :

  1. worldly spirit, views, or the like; esp., a system of doctrines and practices that disregards or rejects any form of religious faith and worship
  2. the belief that religion and ecclesiastical affairs should not enter into the functions of the state, esp. into public education

Secara bebas, sekulerisme bisa dimaknai sebagai semangat, pandangan atau sifat keduniaan, atau sebuah doktrin yang memisahkan antara dunia dan semua yang terjadi di atasnya dari keyakinan relijius atau kekuatan gaib apapun. Makna yang kedua lebih pada aplikasi sekulerisme dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Memisahkan praktek kenegaraan, berbangsa dan bermasyarakat dalam segala levelnya dari cara pandang religius atau mistik tertentu.

Secara etimologis, term secular yang merupakan akar dari term secularism mengalami perubahan makna sepanjang sejarah. Kata ini berasal dari bahasa Latin saeculum, kemudian diadopsi oleh Perancis kuno baru kemudian masuk menjadi kosakata bahasa Inggris. Makna asal term ini adalah “a generation or an age; that is, the length of time of a lifespan“, (Makna secara bebasnya) berarti suatu generasi atau jaman, atau sepanjang masa hidup seorang manusia. Lho apa hubungannya dengan makna sekuler saat ini, kok gak nyambung ? ….. menurut dugaan berbagai etymologist, sekuler dimaknai sebagai generasi, atau sepenggal waktu karena memiliki persamaan sifat dengan kefanaan, ketidakabadian, dan keduniaan yang berlawan kata dari keabadian atau eternal seperti banyak diulas oleh agama sebagai kepercayaan bahwa hidup ini tidak hanya ada di dunia.

Oke, setelah makna asli term sekuler itu telah kita mengerti lalu mengapa kok sekulerisme dikatakan perlu?. Bukankah agama Islam memerintahkan pemeluknya untuk tidak memisahkan antara kehidupan duniawi (misalkan bekerja, berdagang, sekolah, atau aktifitas apapun di dalam hidup ini) dengan ibadah kepada yang Maha Pencipta?. Dengan kata lain, semua aktifitas itu adalah bentuk-bentuk ibadah kepadaNya, bekerja harus diniati beribadah, bernapas ya beribadah, berjalan itu beribadah, berpikir itu beribadah, sekolah itu beribadah, berbuat apapun yang baik itu harus diniati sebagai ibadah. Ya benar … tapi tunggu dulu ya penjelasan mulut berikut.

Pemosisian term sekulerisme sebagai bertentangan dengan akidah agama Islam seperti di atas sungguh merupakan sikap yang terburu-buru dan terlalu menggeneralisir cakupan makna sekuler dan sekulerisme. Padahal tanpa adanya sikap sekuler dan sekulerisme, maka tidak akan pernah ada yang namanya ilmu pengetahuan moderen. Tanpa adanya ilmu pengetahuan maka tidak akan ada teknologi, apalagi internet dan blogging seperti ini. 🙂 Lho …. kok bisa?

Ilmu pengetahuan moderen lahir secara langsung dari semangat sekuler dan sekulerisme. Pada awalnya masyarakat primitif, memandang apa saja yang terjadi di dunia ini sebagai sesuatu yang bersifat transenden atau ada kaitannya dengan kekuatan gaib. Misalkan terjadinya wabah penyakit, gagal panen, angin puyuh, ataupun banjir bandang, masyarakat primitif biasanya mengkaitkan hal tersebut dengan hal-hal gaib misalkan dewa sedang marah (di Yunani/India/Mesir). Di Indonesia sendiri kita sangat akrab dengan pola pikir semacam ini, misalkan gerhana bulan itu akibat bulan dimakan oleh buto ijo hingga warga harus membunyikan lesung agar sang buto segera pergi (cerita-cerita macam ini dari berbagai bangsa yang lain dapat dilihat di sini), atau tsunami di laut selatan Jawa yang disebabkan oleh kemarahan Nyai Ratu Roro Kidul.

Kalau tidak ada semangat memisahkan berbagai fenomena alam/sosial dari cara pandang mistik/religius (sekuler), maka tidak akan ada orang yang meneliti apa sebab musabab kejadian alam/sosial tersebut. Kalau semua orang tetap beranggapan bahwa gerhana bulan tiu akibat dimakan buto ijo, maka tak akan pernah lahir ilmu astronomi. Kalau semua orang berpikir serangan hama adalah karena warga tidak memberi sesaji pada roh penunggu desa, maka tidak akan pernah lahir ilmu pertanian, ilmu hama, ataupun ilmu serangga. Kalau semua orang beranggapan bahwa sakit itu diakibatkan karena “ketemplekan jin” (istilah jawa untuk dirasuki atau diganggu mahluk halus) maka tidak akan ada ilmu kedokteran.

Jadi secara filsafat ilmu, sekulerisme itu adalah kebutuhan. Sekali lagi tanpa sikap sekuler, tidak akan pernah ada ilmu pengetahuan moderen. Dalam kalimat yang lain, Tan Malaka mengatakan bahwa seorang intelektual harus berpikir secara materialisme. Meskipun mulut tidak 100% setuju gagasan Tan Malaka, tapi mungkin gagasannya perlu dimunculkan dan diberi kredit di dalam isu ini. Namun dalam kesempatan ini, kita akan fokuskan bahasan pada term sekuler dan sekulerisme bukan pada term materialisme. Nah sekarang jelas kan, kalau secara maknanya yang paling mendasar, kita semua butuh bersikap sekuler. Ilmu pengetahuan umum yang sudah kita semua pelajari dari SD sampai doktoral itu adalah produk dari materialisme dan sekulerisme. Menolak sekularisme secara membabi buta merupakan tindakan yang aneh dan salah kaprah, sama saja menolak ilmu pengetahuan moderen yang sudah dihasilkan oleh semangat sekulerisme tersebut.

Mungkin yang banyak disalah persepsikan oleh orang-orang adalah aplikasi sekulerisme dalam hal berbangsa dan negara. Dalam masalah ini, lagi-lagi alasan teologis keimanan Islam yang menghendaki tidak adanya pemisahan antara seluruh aspek kehidupan dengan penghambaan kita pada yang kuasa menjadi sumber kontroversi sekular dan sekulerisme dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Di satu pihak, ada kelompok orang yang menghendaki negara harus dijalankan dengan bersendikan syariat agama sebagai konsekuensi teologis beragama Islam. Kelompok inilah yang getol menolak sekulerisme sebagai ideologi. Di sisi yang lain (bahkan sebagian kelompok Islam sendiri) tidak menghendaki negara ikut campur tangan terhadap masalah keyakinan dan keagamaan warganya, bagi mereka, wilayah agama dan spiritualitas adalah masalah pribadi.

Mengenai sekulerisme dalam hal bernegara dan bermasyaarakat ini, tidak akan di bahas di sini karena memerlukan satu bahasan tersendiri yang panjang. Intinya mulut mengajak agar kita nggak gampang-gampang menolak sekulerisme (dalam maknanya yang paling mendasar), karena ia telah jadi salah satu tulang punggung kehidupan anda saat ini. Soal negara itu harus berlandaskan ajaran agama atau tidak mungkin akan mulut bahas di lain kesempatan. Mengenai soal yang terakhir itu, mulut jadi teringat guyonan Gusdur bahwa negara Indonesia ini adalah negara yang bukan-bukan he he he. Indonesia dikatakan bukan negara agama tapi juga bukan negara yang sekuler, bukan negara sosialis tapi juga bukan negara kapitalis. Apalagi namanya kalo bukan negara yang bukan-bukan. 🙂

Artikel terkait

1. Menjadi Muslim Sekuler
2. Sekulerisme seharusnya sejalan dengan religiusitas
3. Sekulerisme dalam sistem pendidikan
Iklan

24 Komentar

  1. ini dia yang perlu diperhatikan…ESENSI (apapun, termauk pula esensi dari setiap aturan agama)
    pengetahuan terhadap sesuatu, kalau tidak “mengena” akan sama seperti analogi bbrp orang buta mengidentifikasi gajah, yg hanya pegang sebagian tubuhnya.
    Setelah itu baru APLIKASI nya…. tahu esensi tp g tahu aplikasinya sam jg OMDO alias omong doang ;))

    salut buat mas mulut…. pendewasaan berpikir memang perlu dikampanyekan….

  2. Wah, kampanye yang bagus untuk memosisikan setiap persoalan secara proporsional. Ya, ya, ya, kalau sekularisme ditinggalkan bisa jadi sekarang kita nggak kenal blog dan nggak bisa silaturahmi dengan saudara2 kita yang berjauhan domisilinya. Bener nggak Mas Mulut 😆

  3. Sekkuler bukankah alam ini pun sekuler. Ilmu pengetahuan lahir dan melahir, justru suku cadangnya diasembling dari alam itu sendiri. Orangnya disebut Alim, pengetahuannya (obyek penelitianya) disebut ilmu dan kumpulan pakar disebut ulama…. metodanya disebut
    “metode ilmiyah” jadi kesimpulannya ulama juga sekuler, dan ulama adalah pewaris Nabi, jadi apakah Nabi juga sekuler ?? dan agama ini pun sekuler… ???

    *maaf kang mulut saya lagi mabok sekuler****

  4. Salam kenal mas ‘mulut’…

    makasih udah mampir di “emperan” ku….

    silahkan dilanjut ngobrol nya… 😉

  5. pemisahan sains dan filsafat itu apakah akibat dari paham sekularisme?
    😀

  6. klo disandingkan ma fanatisme bagus ndak?

  7. kalau memang perlu dikontraskan “lawan” sekulerisme bukanlah agama, tapi teokrasi. Sekulerisme tidak menolak agama, yang ditentang adalah segala bentuk kekuasaan atas nama Tuhan (agama) yang diterapkan pada publik.

    Sekulerisme itu cikal bakal renaisans di Eropa, awal bangkitnya kesadaran kebebasan dalam bidang seni, studi sosial, partisipasi politik,dll. Pada lanjutannya kemudian lahirlah paham humanisme dan demokrasi, serta yang terbaru human rights atau HAM.

    Mereka yang menentang sekulerisme ada dua macam :

    1.Kelompok puritan yang berkeyakinan manusia bukanlah mahluk yang bebas,karena segala sesuatu dalam hidup ini, termasuk warna sendal jepitmu,misalnya, adalah otoritas Tuhan secara mutlak.

    2.Kelompok hipokrit yang ingin menguasai dan mengeksploitasi orang lain dengan mengklaim dapat mandat dari Tuhan atau simpelnya dengan memaksakan penafsirannya sendiri atas kitab suci.

  8. bingung mo komen apa 🙄
    numpang lewat aja deh, salam kenal 😉

  9. welgedewelbeh

    4 ansori & Sawali Tuhusetya
    Good point thanks, …. btw mas, abis ini jangan panggil mas lagi ya ….. cukup “mulut” saja. Sering2 ngapel ke sini ya.

    4 kurt
    Waaaak segera kasih minum air kelapa muda …. he he he …. biar mabuknya ilang. Ntar lupa “jalan pulang” lagi he he he ….. btw : lagi-2 mas …. lagi2 kang …. aaaaahhhhh
    btw knpa ga ada yang panggil mbak ya …..

    4 wong-cilik
    lam kenal juga ….. lho yo ayok ngobrol …. bareng OK

    4 morissupersaiya™
    (terengah-2) ….. aaarrrgggh pertanyaan berat lagi. Padahal tulisan ini dibuat gara-gara ada yang nanya soal sekuler dan sekulerisme. ding ding ding … ikut mabuk sama pak kurt

    4 dobelden
    (masih mabuk ….. neh) jadi lom bisa jawab he he he

    4 tobadreams
    bang: bagaimana kalau poin 2 diganti politisi hipokrit saja … yang jualan anti sekulerisme sebagai komoditas politik doang karena emang sangat laku. Kalo yang iini :
    ” ….. atau simpelnya dengan memaksakan penafsirannya sendiri atas kitab suci.”
    apa nggak lebih dekat dengan poin ke 1.

    4 nino
    jangan buru2 to…, mampir dulu, ngobrol, dan nggak sah bingung…. ( apa to yang harus dibingungin????)

  10. walah … lha yang religius sendiri juga sering berbuat sekuler secara sadar maupun nggak sadar kok … trus mau gimana lagi. 😀

  11. akur. inilah gunanya kita diskusi, untuk mempertajam pengertian. Trims.

  12. Salam selalu buat teman-teman. Sekularisasi itu memang perlu. Saya setuju bahwa komputer yang kita nikmati, hp yang kita sayangi merupakan produk dari semangat sekularisme. saya kok tidak habis pikir kenapa orang-orang yang menolak sekularisme tapi barang-barang yang merupakan produk dari sekularisme justru disukainya, apakah itu tidak menunjukkan bahwa ada semacam sikap hipokrisi atau ada semacam standar ganda. hiduplah dengan jujur, kalau memang gak suka sekularisme, kenapa harus menyukai komputer atau hp. sekian deh dari saya.
    Ahmad. Saudi Arabia.

  13. Hai sahabatku, mulut, memang sih sekulerisme mempunyai watak bahwa persoalan negara tidak boleh dicampur adukan dengan persoalan agama. masing-masing berjalan pada jalurnya. makanya ide sekularisme ini ditentang oleh kalangan agama yang fundamentalis. karena kalangan ini berkeyakinan bahwa Islam tidak saja bermain pada domain agama, tapi juga domain kenegaraan. makanya muncul ide untuk mengislam kan negara (islamisasi negara). saya pikir, dalam ilmu pengetahuan pun banyak terjadi gerakan-gerakan islamisasi seperti psikolgi islam, ekonomis islam, atau kedokteran islam. jadi ada tambahan islam. negara pun kalau bisa harus negara islam. tapi kalau kita mau jujur, sesungguhnys apa yang kita nikmati selama ini seperti hp, teve, internet adalah buah dari sekulerisasi. betul gak. bahkan ada yang sampai mati-matian (mungkin juga ngutang) hanya karena ingin bisa beli hp. padahal hp muncul dari semangat sekulerisasi. hp tidak muncul dengan doa-doa tapi dengan penelitian. Saya merasa bahwa ketakutan mereka terhadap sekulerisasi adalah generasi bangsa akan bobrok, tidak punya moral, karena dalam pandangan mereka, sekularisme tidak mengajarkan nilai-nilai moral yang nota bene adalah domain agama. dan mereka berfikir bahwa indonesia adalah mayoritas islam, jadi menurut mereka, gak salah-salah amat kalau punya keinginan negara berdasarkan islam. lalu bagaimana dengan kaum minoritas….
    Masalah lain juga, orang pribumi di indonesia menjadi babu dinegri sendiri. sementara orang-orang non pribumi menguasai banyak lahan. maka terjadilah kesenjangan antara pribumi dan nonpribumi. Mulut juga tahu barangkali, minoritas di negri indonesia ternyata jauh lebih maju ketimbang mayoritas, setidaknya dari segi ekonomi. Saya rasa, baik negara sekuler maupun negara yang berlandaskan agama, punya satu tujuan yakni negara yang adil dan care sama rakyatnya. negara yang tidak korupsi…soalnya negara kita terlalu banyak dikontrol oleh mereka yang bermental kerdil dan suka..maaf..mencuri uang rakyat….sebuah tindakan yang tidak terhormat.
    Saya pikir, sekularisasi memang perlu, dan mudah-mudahan sekulerisasi ini merupakan semangat untuk memberantas korupsi dari pucuk hingga akar-akarnya. akhirnya tidak ada kata lain selain harus ada edukasi awarness bagi rakyat. sekian
    Ahmad

  14. Gile postingan iseng jadi seriuss.. dasar sekuler!
    abis bingung mbak/mas .. masa mulut dower dipanggil mbak? heheh 🙂

  15. Janganlah kamu menjadi orang yang ikut-ikutan dengan mengatakan, kalau orang berbuat kebaikan, kami pun akan berbuat kebaikan dan kalau mereka berbuat zalim, kami pun akan berbuat zalim. Tetapi teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, kalau orang lain berbuat kebaikan, kami berbuat kebaikan pula dan kalau orang lain berbuat kejahatan, kami tidak akan melakukannya.
    (HR. Attirmidzi)

  16. Dogma Sekularime menggiring orang menghamba pada dunia tanpa mau dibatasi dengan aturan moral dan agama, sehingga orang2 sekuler cenderung kotor penuh dosa dan kesalahan karena orientasi matrealistik telah mengantarkan para sekularis menghalalkan segala cara, bila memerlukan benda untuk kepentingan sehari2 itu baik tapi bila menghamba pada kebendaan duniawi secara total maka hal itu tidaklah perlu karna akan menjadikan pelakunya berlaku seperti hewan

  17. umat islam ketika dipimpin Umar bin Abdul Aziz menguasai 1/3 dunia dimana tidak ada 1orangpun yang mau menerima zakat (miskin) dengan menerapkan hukum islam di sana. Masihkah kita melupakan islam ketika negara kita mendekati kehancuran?

  18. SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAAILAHAILLALLAH WALLAHUAKBAR!!!

    Mas mulut yang saya hormati, berhati2lah dalam menyebarkan opini, Rasulullah pernah bersabda jagalah ketiga anggota tubuhmu yang utama dari api neraka, mereka itu adalah mata, telinga, dan MULUT…

    Saya setuju dengan pendapat2 komentator yang terakhir, sekularisme hanya akan mengokohkan orang semakin cinta dunia dan takut akan kematian.

    Kalo boleh berpendapat, mas ini, dalam ilmu ekonomi, terkena Composition Fallacy (Kegagalan karena hanya paham setengah2), saya sarankan lebih banyak membaca ya mass jangan hanya baru paham satu sumber langsung memberikan pendapat… Karena di jaman SEBELUM SEKULERISME ini ada, banyak alim ulama Islam menciptakan hal2 yang jauh lebih luar biasa, contohnya ALJABAR. Ilmu ini, mungkin kalo belum ada, si sekuler2 yang mas banggakan itu belum bisa nyiptain komputer, hape, apalagi tivi yang ada acara bolanya…Kebetulan saja mereka menciptakan dari yang sudah ada dasarnya dan dilakukan pada jaman Sekularisme ini.

    Mungkin satu lagi contoh, ada cendikiawan Indonesia yang menemukan bahwa umur alam semesta ini tiga kali lebih tua deri umur bumi. Ia dapatkan itu dari ALQURAN. Kebetulan setelah mencari2 informasi lebih lanjut, para astronom barat (yang sekuler itu) baru2 ini melakukan penelitian yang sudah puluhan tahun lamanya dan menyatakan bahwa alam semesta ini umurnya 3 kali lebih tua daripada bumi. Wah, sama??? Itu sudah ratusan tahun lamanya diungkap dalam ALQURAN. Canggih mana???

    Yahudi itu identik dengan SEKULARISME, LIBERALISME, KAPITALISME, dan DEMOKRASI. Sekularisme yang mas anggap perlu itu sama sekali gak perlu… (Bukannya mau mendiskreditkan Yahudi, tapi memang merekalah yang menggagas itu dan bahkan mendirikan JIL di Indonesia…)

    Coba lihat AA Gym, ia TIDAK menggunakan prinsip2 sekuler, perusahaannya ada 19!!! Bahkan pernah, ia tidak punya modal apa2 malah dapat untung dengan menerapkan bisnis yang ‘Beragama’. Masih banyak orang2 sukses yang menerapkan nilai2 agama dalam segala aspek kehidupannya.

    Contohnya lagi Rasulullah, beliau TIDAK pernah menerapkan sekularisme, namun pengaruh kekuasaannya terasa ke seluruh jazirah Arab dalam jangka waktu +/- 25 tahun kenabiannya TANPA menggunakan cara2 sekularis. Bandingkan dengan penjajah seperti Amerika atau Belanda-lah yang pernah ngejajah kita, mereka memang dapat menguasai Indonesia dengan caara2 sekularis,namun itupun dalam jangka waktu yang sangat lamaa, 350 tahun (bandingkan dengan yang 25 tahun…), sudah begitu tidak tahan lama (bandingkan dengan yang tanpa cara2 sekularis).

    Mas, Islam itu indah… Berapa banyak orang yang kaya tapi hidupnya tidak tenang karena menerapkan cara2 sekularisme tersebut. Berapa banyak orang yang sengsara akibat diterapkannya sistem sekular yang mas bilang perlu itu. Berapa banyak korupsi yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan akibat memisahkan nilai2 agama dalam berpolitik. Berapa banyak UU yang merugikan Indonesia dan mengokohkan hegemoni barat terhadap indonesia (seperti UU MINERBA, PMA, BHP???). Bahkan hutang luar negeri, ytang menerapkan sistem sekular itu, membuat bangsa ini hanya dikasih ‘jatah’ 20% APBN, belum termasuk pajak korupsi dari pemerintah. Akibatnya apa? Bangsa ini selalu, maaf, GOBLOK, dan JAUH tertinggal dari bangsa2 asing. Apakah mau kita, maaf, GOBLOK terus???

    Masku yang budiman, coba kita kaji kembali ya, jika mas banyak membaca. Yahudi juga dulu begitu, memberikan opini dan meyakinkan orang bahwa RIBA itu tidak mengapa diterapkan asalkan TIDAK berlipat2. Padahal, jelas dalam Alquran tertulis ALLAH MENGHARAMKAN (BERBAGAI JENIS) RIBA dan MENGHALALKAN JUAL BELI. Akibatnya bagi yang bilang riba gpp, banyak dari mereka, pemain saham, yang pagi harinya pergi dengan Marcedes Benz dan pakai Jas Exclusive, namun malam harinya pulang jalan kaki dan pakai celana dalam saja…Padahal, jelas2 BEI itu penuh dengan riba, judi, dan tipudaya.

    Itu semua karena sekularisme, sudah terang2 dalam Alquran ALLAH mengutuk keras orang yang berjudi, memakan riba, dan memakan sesuatu yang haram. Tapi masih dilaksanakannya. Riba, judi, dan tipudaya itu HALAL hukumnya dalam sekularisme mas…

    Satu lagi mas, kalo ngasih contoh jangan contoh orang2 jahiliyah dong… Mereka tidak kenal Islam, Islam merupakan agama penutup sekaligu penyempurna agama2 lainnya, termasuk agama NYIROROKIDUL…

    Ingat ALLAH MAHAKUASA, MAHATAHU, MAHABENAR, dan MAHASEMPURNA. Pengetahuan hanya milik ALLAH, Kebenaaran dan Kesempurnaan juga hanya milik ALLAH. CARILAH KEBENARAN MELALUI ALQURAN (KITAB YANG MERUPAKAN KALAM TUHANMU) BUKAN KATA2 DALAM http://www.yourdictionary.com. Itu khan buatan manusia yang, maaf, sok tahu, padahal ALLAH-lah yang MAHATAHU. Saya sarankan kalau anda beropini, apalagi opini yang berkaitan dengan Islam harus ada dasar dari ALQURAN. Dan Ingat, ALLAH-lah yang akan selalu memelihara KEASLIAN ALQURAN hingga akhir zaman. Wallahua’lam Bisshawab….

  19. Betul yang dikatakan Andi Reza AY, umat manusia ketika dipimpin oleh Isa A.S dan Imam Mahdi nanti (zaman yang akan datang), Ideologi & semua sistem kegidupan di negara-negara di dunia akan berlandaskan Syariat Islam seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad S.A.W. Pada saat itulah dunia dalam masa kejayaan dan keemasan (orang Jawa bilang Zaman Ratu Adil).

    Salah satu contoh akan kebenaran Syariat Islam adalah : negara yang berlandaskan Syariat Islam tidak akan mengalami “Krisis Ekonomi”, karena sistem perputaran roda ekonominya memang benar-benar bebas dari riba dan dosa, serta berada di jalan Allah SWT. Contohnya adalah negara Iran (setelah Syah Iran dilengserkan), biar negara itu diembargo habis-habisan oleh negara-negara kafir yang kaya, tapi apakah Iran pernah mengalami “Krisis Ekonomi”?. Kenyataanya malah negara-negara kafir kaya tersebut yang mengalami krisis eknomi tersebut.

    Profesor-profesor ekonomi dari bangsa kafir sendiri sebenarnya menyadari, bahwa sistem perekonomian semua negara di dunia ini sebenarnya yang terbaik adalah berlandaskan Syariat Islam, namun mereka enggan mengatakannya kepada publik, karena mereka masih punya kepentingan pribadi (dengan cara haram) yang akan menyenangkan dan menguntungkan meraka, walaupun pada akhirnya mereka itu akan menderita juga di akhir hayatnya.

    Ajaran Islam mengatur semua aspek kehidupan manusia, mulai dari manusia dengan manusia, manusia dengan Allah, manusia dengan satwa, tumbuhan, dan lingkungannya, hukum pidana, hukum, perdata, hukum tata negara dan pemerintahan, perpajakan, ekonomi, perdagagan, perbankan, taktik berperang, perkawinan, perceraian, hukum bagi waris, kesehatan, dan masih banyak lagi.

    Agama lain…? paling-paling cuma mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya saja. Kitab mereka tidak ada yang mengatur masalah hukum pidana, hukum, perdata, hukum tata negara dan pemerintahan, perpajakan, ekonomi, perdagagan, perbankan, taktik berperang, perkawinan, perceraian, hukum bagi waris, dll. Karena itu mereka tidak mau mencampur adukan masalah agama mereka dengan masalah keduniawian meraka. Karena apa..? karena mereka ingin bersenang-senang dengan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

    Kalau ada umat Islam (atau yang mengaku Islam) tetapi tidak menyetujui Syariat Islam, mereka itulah orang-orang yang tidak/belum mengerti dan mendalam apa Islam itu sebenarnya (mereka hanya tahu Islam sebagian atau secuil saja). Maka tidaklah heran kalau mereka begitu mudanya dibodohi dengan teori-teori orang kafir yang pada akhirnya akan menyesatkan mereka semua.

    So…….! Be the Real Moeslem, don’t be a meoslem baut knows nothing about Islam dude….!!!

  20. Wah,wah,klo menurut saya ga nyambung mas…Sang pencipta saya memerintahkan agar menuntut ilmu supaya lebih mengenalNya,,,,Allah tidak bisa dilihat tapi kita dapat melihatnya dari apa yang Dia ciptakan, seperti halnya langit, bumi dan planet2 lainnya di jagat raya. bumi berputar pada porosnya, semua sistem yang ada di jagatraya baik rotasi bumi mengelilingi matahari itu siapa yang menciptakan sistemnya? apakah manusia? apakah materi itu tiba2 ada? seperti halnya komputer yang canggih, siapa yang merancang sistemnya? manusia jawabannya, bukan komputer itu tiba2 ada bukan mas mulut? sehingga Allah menyuruh umat manusia untuk menuntut ilmu supaya mereka tidak sombong. jika sekulerisme itu anda terapkan pada diri anda, berarti anda sudah sombong, karena anda mengatur hidup anda sendiri berarti anda merasa anda menciptakan diri anda sendiri. Karena sang pencipta menciptakan segalanya berarti membuat aturan untuk diikuti oleh ciptaannya termasuk anda. Allah menciptakan manusia plus aturannya yang Dia wahyukan kepada Rosulullah Muhammad, bagaimana cara berdagang, berpolitik, dll. bukan hanya ibadah saja. klo sekuler berarti memisahkan kehidupan dari sang pencipta, seolah-olah kita memisahkan diri sesuai dengan kehendak kita jika dalam kehidupan seperti halnya menetapkan aturan.

  21. Sepertinya perbedaan cara pandang dari komentar teman-teman di atas yang menyebakan prejudice terhadap satu sama lain. Kalau menurut saya istilah sekularisme sendiri diartikan secara berbeda-beda karena cara pandangnya yang berbeda-beda pula.

    Saya hanya mau menggaris-bawahi bahwa tidak ada satu segi kehidupan pun di dunia ini yang terlepas dari campur tangan Illahi. Hanya seringnya manusia lupa akan hakikat Penciptanya dan merasa pantas meng-klaim karyanya sebagai suatu hal yang tanpa ridho Allah bisa terwujud.

    Islam artinya berserah diri. Berserah diri kepada Allah Sang Maha Pencipta. Kebebasan berpikir dan berkarya dengan menggunakan akal adalah priviledge yang diberikan Allah kepada manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna.

    Yang membatasi kebebasan berpikir dan berkarya itu adalah manusia itu sendiri. Karena kekurangan dan kebodohannya manusia menganggap dirinya lebih hebat dari yang lain dan merasa berhak menentukan apa yang boleh dan mana yang tidak dilakukan oleh manusia yang lain.

    Berkaryalah sebebas mungkin dan jangan pernah merasa terbebani oleh istilah syari’ah, sekularisme atau lain-lain yang menyebabkan sempitnya pandangan kita dalam melihat berbagai permasalahan dunia. Luruskankan niat kita di jalan Allah, sebagai kalifah-Nya di muka bumi ini. Selamat berkarya..

  22. Salut dengan Andy Reza…

    Memang betul, sesuai dengan namanya “mulut”, memang ia hanya punya mulut tanpa akal apalagi hati :))

    Didalam paparan tentang secular si mulut lupa akan sejarah secular itu sendiri, seolah sekular sudah ada sebelum adanya manusia.

    Ia lupa adanya sekular bukan karena adanya dominasi agama didalam sejarah, akan tetapi adanya sekular timbul karena adanya dominasi KRISTEN yang tidak punya konsep hidup apalagi bernegara. Camkan ini… Adapun Islam memiliki konsep hidup dan bernegara.

    Kayaknya si mulut setelah punya blog ini kelihatannya udah merasa pede terhadap ilmunya. Akan tetapi sebenarnya hanyalah disekitar mulut aja ilmunya tanpa akal fikiran.

    Ingat, mulut itu cuma penghantar makanan ke perut yg selanjutnya dibuang ke kakus. Thats it .-

  23. Setiap pemeluk agama pasti meyakini kebenaran agamnya masing-masing karena fanatisme agama harus bagi setiap pemeluknya, saya tidak mengerti mengapa ada orang yang memeluk satu agama mengatakan agama lain benar.

  24. Lorenzo says:
    Makasih artikel dan infonya yang menarik ini..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s