Napas-napas kemerdekaan bangsa di Bulan Desember

welgedewelbeh

Di bulan Desember ini paling tidak terdapat tiga hari Nasional yang luar biasa maknanya akan tetapi tidak banyak yang menyadari dan menganggapnya sebagai sekedar hari nasional biasa. Ketiga hari nasional yang mulut maksud adalah Hari Nusantara, Hari Bela Negara dan Hari Ibu. Yang pertama diperingati setiap tanggal 13 Desember, yang kedua diperingati setiap 19 Desember sedangkan yang terakhir disebut diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Mengapa ketiga hari tersebut mulut katakan memiliki makna yang istimewa?, tentu saja karena ketiga hari tersebut dipilih untuk memperingati tiga momen luar biasa dalam sejarah perjalanan bangsa kita. Tiga momentum sejarah yang atasnya kita seharusnya berbangga dan sekaligus malu sebagai generasi muda Indonesia tahun 2000-an. Lho kok bangga dan malu, apa nggak merupakan suatu paradox? OK deh untuk mendapat jawabannya silahkan simak penjelasan mulut berikut ini : Baca lebih lanjut

Terharu

Welgedewelbeh

Sudah hampir dua puluh hari mulut nggak bisa memulai menarikan jemari di atas kibot untuk meng-update blog. Setiap kali beberapa huruf diketikkan dan beberapa titik dititikkan langsung saja motivasi menulis buyar begitu saja. Terlalu banyak pikiran yang mengambang belum menemukan jalurnya untuk dituangkan, saling libat melibat dan masih sulit untuk bisa diuraikan menjadi rangkaian makna. Terlalu banyak pergulatan motivasi ngeblog yang menghalangi jemari mulut untuk memainkan musik tik tak tik tak di atas kibot.

Bukannya mulut nggak punya ide, akan tetapi ngupdate blog demi menjaga atau meningkatkan hit pembaca atau kasarnya memanage popularitas kayaknya tidak cukup kuat untuk menjadi niyat yang benar dalam ngeblog. Bagi mulut pribadi, niyat ngeblog yang baik kayaknya mudah terkotori oleh rasa takabur dan kekaburan motivasi oleh yang namanya popularitas.

Akan tetapi kayaknya pemikiran macam begini nggak boleh dipertahankan terlalu lama, toh juga berhenti ngeblog juga tidak membawa kemajuan pribadi dan peningkatan spiritual apa-apa. Kayaknya mulut ini maqom-nya masih manusia biasa yang selalu belepotan dosa, niyat yang masih berbelok-belok dan terlumuri nafsu-nafsu rendah yang sifatnya semu belaka. Kayaknya mulut ini harus selalu berusaha dan belajar dari sejarah hidup setiap waktu.

Baca lebih lanjut