Terharu

Welgedewelbeh

Sudah hampir dua puluh hari mulut nggak bisa memulai menarikan jemari di atas kibot untuk meng-update blog. Setiap kali beberapa huruf diketikkan dan beberapa titik dititikkan langsung saja motivasi menulis buyar begitu saja. Terlalu banyak pikiran yang mengambang belum menemukan jalurnya untuk dituangkan, saling libat melibat dan masih sulit untuk bisa diuraikan menjadi rangkaian makna. Terlalu banyak pergulatan motivasi ngeblog yang menghalangi jemari mulut untuk memainkan musik tik tak tik tak di atas kibot.

Bukannya mulut nggak punya ide, akan tetapi ngupdate blog demi menjaga atau meningkatkan hit pembaca atau kasarnya memanage popularitas kayaknya tidak cukup kuat untuk menjadi niyat yang benar dalam ngeblog. Bagi mulut pribadi, niyat ngeblog yang baik kayaknya mudah terkotori oleh rasa takabur dan kekaburan motivasi oleh yang namanya popularitas.

Akan tetapi kayaknya pemikiran macam begini nggak boleh dipertahankan terlalu lama, toh juga berhenti ngeblog juga tidak membawa kemajuan pribadi dan peningkatan spiritual apa-apa. Kayaknya mulut ini maqom-nya masih manusia biasa yang selalu belepotan dosa, niyat yang masih berbelok-belok dan terlumuri nafsu-nafsu rendah yang sifatnya semu belaka. Kayaknya mulut ini harus selalu berusaha dan belajar dari sejarah hidup setiap waktu.

Kata Dewa, “Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti”. Berhenti berbuat (termasuk ngeblog) sepertinya lebih dekat pada berhenti berjuang yang juga berkonsekuensi pada berhenti hidup, berhenti menjadi manusia. Perjuanganlah yang menjadikan kita hidup, sekaligus memenuhi takdir kita sebagai manusia.

Atas semua kesalahan mulut, dan keruwetan pikiran mulut hanya kata maaf yang bisa mulut sampaikan. Mohon maaf buat semua pembaca blog ini yang telah sia-sia ngeklik dan melongok blog ini dan mendapatinya sekali lagi tanpa perubahan.

Hari ini, sehabis terharu mendengarkan khotbah idul adha yang luar biasa kembali lagi mulut terharu mendapati sebuah komen dari pak kurtubi yang secara tersirat menanyakan mengapa mulut lama nggak update tulisan lagi. Apapun motivasi pak kurt, mulut hanya bisa menyampaikan penghargaan yang tinggi atas perhatiannya kepada mulut. Sekali lagi mulut terharu pak, ternyata ngeblog selain mendapatkan kawan seperjalanan jiwa juga kadang serasa mendapat keluarga.

Iklan

10 Komentar

  1. bikin Kaleidoskop-Blog™ yuk… Liat contohnya di
    http://alief.wordpress.com/ 🙂

  2. Selamat datang kembali dech… Sering kali aq kecelé tiap klick link mulut.
    Mulut kyaknya mang dah pada level kwalitas blog, dari pd kwantitas blog.
    Tp, mungkin kudu dipikirkan agar para fans mulut gak kecele lg tiap klick link mulut, tentu harapannya slalu ada yg baru.

  3. Syukurlah jika mulut merasakan begitu 🙂
    Welkam bek in blogosphere

  4. Mulut itu bau (termasuk mulutku) wah aku menyentiilmu yah sorry Mr./Mrs Mulut…karena itu biar jangan bau terus,
    SUARAKAN SUARAMU!…
    SUARAKAN HINGGA SERAK !
    aku suka suaramu karena
    SUARAMU TAK URAKAN

    🙂

  5. welcome back MULUT…. hehe
    perjuangan tak boleh ada kata hentinya….
    anda sdh kholwat… dan akhirnya mulai menemukan kemurnian…kemurnian perjuangan… may god bless u

  6. klo menurut saya sih, motivasi terbesar untuk ngeblog itu emang jangan sampe popularitas. klo kek gitu, kita pasti stress sendiri, jadi maksain diri kita utk ngepost.

    motivasi terbesar harusnya adalah memberikan manfaat buat orang yg mampir diblog kita. itu sih pendapat saya

  7. welgedewelbeh
    4 cak alief :
    wah ajakan yang menarik ….. tapi mengingat umur blog baru 2 bulan kayaknya nggak pas aja he he he
    4 R. Tegar :
    makasih atas dorongannya ……. waduh mujinya ketinggien bang, kita ini cuman mogok doang karena hati mulai melenceng …. nggak bermaksud soal kualitas-kuantitas 🙂
    4 Cynanthia
    makasih atas sambutan met datang kembalinya …. nah tu khan kayak dapet keluarga
    4 Kurt
    Bos ….. makasih telah bikin mulut terharu
    4 Anak Pilot
    Sudah mennuju lokasi om, tapi kayaknya undangan nggak pas nih
    4 anshori
    Tengkiyu Kyai Ri (teringat panggilange pak Muh Ram Ram) …. amin
    4 kamal87
    makasih masukannya lek

  8. Jadi inget saya, hiatus selama lebih dari empat bulan. Mikirnya sederhana, “klo ngeblog mulu, kapan cari uangnya” :mrgreen:
    Popularitas memang bagus utk membantu menyebarkan hikmah ke lebih banyak orang. Tapi tidak sebaiknya kita membuat diri ini tersiksa krn mengikuti agenda orang lain (yg nagih2 posting misal 😛 )
    Saya usul, jika sampean lagi ndak bisa posting, maka kan masih bisa kasih komen bermutu di blog2 orang lain. Saya yakin orang2 juga bisa menarik hikmah dari komen2 sampean yg juga menggelitik dan bermulut… eh bermutu 🙂

  9. Wah.., thanks critanya.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s