Gusdur tidak konsisten ?

welgedewelbeh

Akhir tahun merupakan momentum yang banyak digunakan orang terutama para blogger untuk memaklumatkan resolusi, kilas balik, refleksi, meluncurkan album dan lain-lain, agar menjadi lebih baik di masa mendatang ke ruang publik. Serasa tidak mau ketinggalan, partai politik A dan B, ormas C dan D, pebisnis, para politisi, kelompok penggiat masyarakat dan lain lain pun melakukan hal serupa. Para tokoh politik pun memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan publisitas atas apa yang ingin dia raih di tahun mendatang, terkait ataupun tidak dengan target politik menjelang pemilu 2009 nanti.

Satu hal yang menarik dari berbagai acara di akhir tahun 2007 tersebut adalah pernyataan Gusdur bahwa beliau mau maju kembali menjadi capres Indonesia di pemilu 2009 yang akan datang. Lho gus barusan kemaren (bulanNovember 2007) kan bilang kalau tidak bersedia menjadi capres di pemilu 2009, kok sekarang ngomongnya lain lagi?. Apakah njenengan tidak khawatir dianggap plin-plan atau tidak konsisten oleh rakyat di republik ini?. Welgedewelbeh …
Para pengagum dan orang-orang yang menghendaki Gusdur menjadi presiden pasti telah menyadari hal ini dan akan (mungkin sudah) menyiapkan seribu satu penjelasan akan sikap Gus yang satu ini. Begitu pula sebaliknya, para pembenci Gusdur, lawan politik ataupun orang yang sudah kadung sebel dengan segala tindak tanduk dan statemennya akan memakai fakta ini untuk mengecilkan beliau.

Posting ini tidak dibuat untuk menakar kekonsistenan Gusdur, ataupun menghakimi pilihan yang dibuatnya. Akan tetapi untuk mengajak kita semua merenungkan lebih dalam lagi makna konsistensi.

Bagi kelompok orang yang pertama, Gusdur itu adalah orang yang konsisten. Konsisten dalam menebarkan dan mengamalkan pluralisme dan kemanusiaan. Konsisten membela kaum tertindas, baik dari golongan mayoritas ataupun minoritas, tak peduli siapa yang ditindas (bahkan diri sendiri) dan siapa yang menindas, kawan sendiri ataupun lawan, menaikkan popularitas ataupun menghancurkan reputasinya. Mereka akan berkata kalau Gusdur itu konsisten di tujuan dan niat, caranya bisa jadi berbentuk macam-macam termasuk berubah pernyataan dengan sangat cepat.

Bagi mereka, bisa jadi ketidak-konsisten-an Gusdur kali ini didasari oleh rasa prihatin yang luar biasa terhadap perkembangan terakhir ke arah mana bangsa ini akan dibawa. Mulai dari merebaknya kekerasan yang berlindung alasan klasik kemurnian agama, sampai pada masalah serius seperti pelanggaran konstitusi kebebasan berpendapat dan beragama, termasuk sikap penakutnya presiden dalam hal ini. Arah pembangunan ekonomi yang lebih berpihak pada kapitalis besar dan disetir oleh kepentingan asing. Melebarnya kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin dan lain sebagainya. Semua isu penting tersebut “memaksa” Gusdur untuk mau ber susah-susah lagi (mau) menjadi calon presiden.

Kelompok pertama ini, juga akan menambahi bahwa Gusdur itu bukan orang yang “pedulian”. Pasti akan dikatakan kalau beliau itu nggak pernah mau peduli dikatakan nggak tahu diri, ngawur, kafir, sesat, apalagi cuman dikatakan plin plan dan nggak konsisten. Atau kasarannya, yang penting menempatkan kepentingan dan arah bangsa padda rel yang benar nggak peduli mau jadi presiden atau tidak.

Bagi orang-orang yang memang sudah nggak demen Gusdur pasti akan bilang: “nah tuh kan apa gue bilang …. tambah satu lagi bukti ke-mencla-mencle-an gusdur“. Dari sononya sudah nggak konsisten, mau dipegang apanya omongan dia itu. Orang nggak konsisten macam ini kan berbahaya banget kalau mimpin negara, bisa anjrut-anjrutan negeri ini jadinya. (dan biasanya) Akan ditambah-tambahi pula dengan sederet berbagai “prestasi” buruk dan bukti-bukti lain keplin-plan-an Gusdur semasa memimpin negeri ini di masa lalu.

Hmmmh … mengenai hal ini mulut jadi teringat sendiri akan posting susahnya untuk konsisten yang dibuat mulut beberapa bulan yang lalu. Untungnya mulut hanyalah orang nggak penting biasa yang konsisten atau tidaknya diri tidak berpengaruh pada kehidupan orang banyak. Jadi ingat sepenggal kalimat yang mulut tulis di sana …

Menurut mulut, konsisten itu bagai pedang bermata dua, bisa ke arah positif dan sebaliknya bisa juga ke arah negatif. Sehingga sikap berhati-hati sangat penting untuk dipake sebagai pendamping sikap konsisten. Jangan sampai sikap tidak mau berubah konsisten kita itu malah menjadikan kita lebih buruk dan tidak meningkatkan kualitas kita sebagai manusia. Jangan karena kawatir dianggap tidak konsisten lalu kita takut berubah, padahal perubahan tersebut akan membawa kita kepada kebaikan, atau … kalau kita tidak berubah malah membawa kita pada keburukan.

Nah apakah Gusdur memang manusia yang nggak mau terikat lagi dengan tanggapan-tanggapan publik mengenai segala pernyataan, keputusan dan tindak-tanduknya?, ataukah ini hanyalah tambahan bukti saja bahwa Gusdur memang tidak konsisten?.

Semua terserah anda yang menafsirkan kan …

Semoga saja, apapun yang terjadi pada negeri ini adalah yang terbaik yang memang berhak kita terima dari Yang Kuasa. Kalaupun kita memang belum berhak menerima yang terbaik semoga saja dimudahkan jalan kita untuk menjadi bangsa yang berhak itu. (*Mode maksa Tuhan : On πŸ™‚ ) he he he. Yang terbaik sajalah …. dan harus yang terbaik ya Tuhan yaa … yaa

Iklan

22 Komentar

  1. Salam kenal πŸ™‚ Good blog.

  2. Terserah dia aja lah bro mau ngapain
    Sekarang aja Indonesia lagi bingung..apa lagi mikirin satu orang..
    Hidup Indonesia!!!

  3. *terpanggil trekbek yang tertunda*
    siapapun kalo namanya kekuasaan pasti akan berkilah dan selalu mencoba meraih kekuasaan itu.
    moga2 mereka sadar bahwa kekuasaan itu bukan untuk dinikmati tetapi untuk berbakti pada konstituennya πŸ™‚

  4. tulisan yang menarik dan berani.

    aku juga menulis topik sejenis di :

    http://ayomerdeka.wordpress.com/

    salam Merdeka!

  5. gusdur lagih,…aduh mak,….
    eh gua curiga,..orang yang ngetik depan mejaku kayaknya adalah “mulut”…

  6. konsisten ituh kan berarti tidak fleksibel,..nah kalau tidak konsisten berarti dinamis,..lebih bgus tidak konsisten kan?

  7. terima kasih kawan atas saran-saranmu yang tulus dan berharga.
    sebagai bentuk penghargaan yang pantas, aku khusus menulis satu artikel untuk menjawab komentarmu di blogku.

    Salam Merdeka!

  8. gimana kalo yang terbaik adalah menunjukkan kesalahan bangsa ini sampe titik nadir? *halah* he he he…
    menurut saya bisa jadi seperti itu. kalo bangsa yang serba salah diberi kenikmatan terus, sepertinya tidak bakal pandai melihat, belajar, dan menyadari kelemahan serta kesalahan sendiri. mesti dihajar dulu biar mau belajar. kata orang seorang tua kepada saya, “ketika peringatan nurani tidak didengar, mulut mulai mengingatkan. bila masih tak mau mendengar, alamlah yang diperintah untuk mengajar (atau menghajar?)…” *barangkali*

    btw, konsisten kalo gak salah kan beda dengan konstan. seperti “ajeg”, “jejeg”, dan “mbegegeg” barangkali…

  9. adakah yang konsisten di negeri ini

  10. Nimbrung ya… Sepertinya kesimpulannya bukan inkonsistensi GusDur, melainkan mengarah ke issu DISTRUST FEELING yang dimiliki GusDur kepada angkatan muda yang berpotensi menjadi pemimpin Indonesia masa depan.
    Susah kalau belum apa-apa sudah memeilihara DISTRUST. Bagaimana dengan posisi yang lebih strategis yang lebih layak buat beliau, seperti penasehat pemerintah, mengapa tidak dicoba?
    Aku setuju negara kita jangan lagi dipimpin YUDHO (perang) dan KOLO (bencana).

  11. Kalau soal Gus Dur mungkin hampir semua tau karakter beliau, orang pintar dan berwawasan luas, tapi dia juga manusia yang bukan saja bisa tidak konsisten melainkan juga bisa berbuat tidak arif. Tentang Pencalonan beliau saya pikir ini hanya akan menjadikan pilpres nanti lebih bergairah.

  12. Saya gax suka Gus Dur maju jadi capres, saya sebagai umat Islam masih sakit hati atas perkatannya yang bilang kalo Al Quran tu kitab suci yang porno!

  13. Pilih gus dur yah di pemilu 2009,….pokokke gus dur hebat uey!

  14. Posting yang bagus sekali.

    Memang organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian & aparat keamanan pemerintah.

    Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.

    Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan & sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.

    Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb.

    Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas.

    Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, tapi rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama.

    Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjata api polisi itu tidak ada artinya.

  15. sing ngajak pilih Gus Dur pd pilpres 2009 Guoobblok Banget, Mikir donk wong kayak Gitu kok Dipilih, mo jadi apa negeri ini ? Jadi Gus Dur eh bukan, jadi Bu Bur

  16. http://www.teenfa.com

  17. Gusdur…, baru dapat bisikan dari teman-teman jin, makanya dia ngotot maju lagi mencalon pilpres 2009, Gusdur… emang doyan gitu, nyeleneh, tapi emang gak Gusdur klo gak unik, langka, jarang deh ketemu kakek-kakek kek dia, biar gitu-gitu semangatnya mirip gunung merapi, berapi-api, hidup Gusdur…!!!!

  18. Gusdur is athe Best……….
    I Love You….. I Love You…….

  19. Kok gak bisa di edit ya ?
    Maksud gue Gusdur Is The Best……
    maaf terlalu semangat kaleeeeeee

  20. maaf untuk teman yg gk suka dengan gusdur,,
    gk berkomentar sok memberikan solusi n pendapat yg lebih baik
    mana solusi n pemimpin tandingan mu
    saya yakin dengan seyakin yakinnya sang pemimpin alternatifmu cuma sampah bak tong kosong nyaring bunyinya dibandingkan dengan seorang gusdur

    maju terus gusdue
    kebenaran akan berjaya dimuka bumi ini!!!!!!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s