Terkait konflik PKB, detik.com tidak netral

Welgedewelbeh

Berita politik paling panas dalam dua minggu terakhir ini adalah berita tentang konflik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hampir semua siaran berita, baik cetak maupun elektronik (termasuk didalamnya adalah portal berita online) juga turut menyoroti konflik tersebut. Manuver demi manuver yang dilakukan oleh kedua kubu selalu saja memiliki daya tarik sendiri bagi media untuk memberitakannya. Sayangnya beberapa media massa yang seharusnya menjaga netralitasnya ternyata memiliki kecondongan-kecondongan keberpihakan. Yang ingin mulut soroti saat ini adalah portal berita detik.com, sebagai media masssa berpengaruh dan memiliki pelanggan yang sangat luas ternyata tidak menjalankan kode etik jurnalistik secara baik.

Coba saja lihat di berita-berita konflik PKB yang diturunkannya, penggunaan istilah-istilah yang tendensius serta distorsi berita dapat dilihat dengan sangat telanjang. Misalkan penggunaan istilah “Muhaimin dipecat gus dur” yang secara konsisten di pakai di berbagai beritanya (lihat di sini, sini, atau di sini dll). Padahal pada kenyataanya Muhaimin belum dipecat waktu itu, dia hanya diminta untuk mundur dari ketua tanfidz PKB. Soal pemberhentian itu dilakukan setelahnya di forum MLB setelah dia menolak untuk mundur, dan malah melawan suara terbanyak di dewan pimpinan PKB. Isu soal beredarnya SK pemecatan Muhaimin yang diberitakan portal detik.com juga tidak ada konfirmasinya (lihat di sini dan di sini).

Penyebutan Gusdur sebagai pihak pemecat Muhaimin juga merupakan distorsi kenyataan, padahal yang menghendaki muhaimin mundur adalah sebagian besar pucuk pimpinan PKB yang terdiri dari anggota-anggota dewan syuro DPP-PKB dan anggota ketua dewan tanfidz DPP-PKB. Gus Dur sendiri saat pengambilan suara memilih abstain sebagaimana Muhaimin. Nah ini bagaimana ceritanya kok tiba-tiba redaksionalnya berubah menjadi Gusdur memecat Muhaimin.

Di berita yang lain di detik.com disampaikan bahwa ada acara nonton bareng (nobar) film “para pembelot gusdur” di MLB Parung Bogor. Padahal jelas-jelas tertulis di artikel berita itu bahwa judul film-nya adalah “Bersama Gus Dur Menang Untuk Rakyat”. Ini jelas-jelas sebuah distorsi pemberitaan yang sangat telanjang, tidak sesuai fakta dan menggiring ke opini tertentu sesuai dengan kepentingan detik.com. Di berita lain terkait permasalahan yang sama, lebih telanjang lagi, detik.com malah menulis di bagian judul berita “Muhaimin Diteriaki ‘Huu!’ Saat Nongol di Film Pembelot Gus Dur” . Nah itu bagaimana ceritanya kok detik mengubah judul film secara tak bertanggung jawab. Ini jelas-jelas distorsi berita.

Kesimpulannya, detik.com sudah kehilangan netralitasnya. Terlihat sekali bahwa ada pembentukan opini untuk memperburuk gusdur dan PKB melalui berita-berita yang diturunkannya. Parahnya, hal ini dilakukan tanpa mengindahkan kaidah-kaidah prinsip jurnalistik yang independen, balance dan akurat. Bagi para pembaca setia detik.com, juga media massa lain di tanah air …. selalulah kritis dan waspada …. media kita sudah mulai terbukti tidak netral, ada kepentingan yang bermain di sana.

waspadalah … waspadalah

Iklan

8 Komentar

  1. Media massa memang susah untuk netral… 🙄

  2. YES…………….
    Tim Thomas dan Uber sudah sampai babak semi final
    Tetap dukung sampai Menjadi Juara

  3. hi hi… blog ini lucu juga ya
    harree gene ternyata masih ada bloger yg mau baca detik, dibahas lagi 😆

  4. banyak orang berkomentar,banyak orang menganggap paling benar,paling suci,tapi pernahkah kita menengok dalam diri sendiri,apakah saya pantas menyebut benar,suci????saya prihatin!!!sekedar info::kita manusia paling berdosa ,kalo kita membenci saudara kita,,,,ada petuah bijak yang bisa kita ambil hikmahnya dari orang yang pernah hidup kurang lebih 2000tahun yang lalu,dalam BIBEL dia dikenal YESUS,dalam QURAN dia disebut ISA,dasar ajarannya KASIH,,,,coba kita iklas dengar ajarannya.saya mengundang siapa saja yang mungkin punya pertanyaan apa saja yang mendasar ttg kehidupan,spt mengapa kita menjadi tua dan mati?apa tujuan kita ada dibumi?hub;sugengwidodo411544@gmail.com

  5. Wah, hari gini kok ada berita yang ga netral ya…Kasiahan amat media itu. Mungkin detik.com menganggap rakyat Indonesia bodoh semua kali ya..yang pinter cuma detik.com. Lalu dia punya i’tikad menjajah rakyat Indonesia. Yah..kita tunggu ajalah, cepat atau lambat detik.com pasti kukut. Atau kita jadikan aja sebagai bahan ketawaan …he..he…gitu aja kok repot..hidup Gus Dur..!!

  6. Setujuu.. Detik.com emang gak profesional dan sgt tendensius. Lebih baik tdk usah dijadiin referensi berita ato tdk usah dianggap ada aja skalian. Jurnalis indonesia memang menyedihkan…

  7. Alif says: Makasih artikelnya…wah bagus tuh. Pak.

  8. Salam kenal.. Makasih infonya…dari blog anda


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s