Pembodohan ala Pers Malaysia

: Momen tepat menggugat tanggung jawab Pemerintah kita

Baru saja mulut menerima sebuah email yang melampirkan cuplikan berita dari kantor berita Malaysia (Bernama). Berita tentang aksi demo seniman reog dari kantor berita resmi Negeri tetangga tersebut sungguh “aneh” bin “ajaib”. Beberapa kali mulut membaca berita itu, dengan maksud ingin sungguh-sungguh memahami perasaan mereka, namun (dengan sangat menyesal) berulang kali pula mulut ngggak bisa menahan diri untuk tidak tertawa.

Coba deh baca sendiri cuplikan berita tersebut seperti ini :

Duta Besar Malaysia ke Indonesia Datuk Zainal Abidin Mohamed Zain memerlukan hanya tiga minit untuk menyuraikan demonstrasi anti-Malaysia, yang sebelum itu berkobar-kobar dan kononnya akan berlangsung satu tindakan nekad di hadapan kedutaan di sini pagi ini.

Lebih 1,000 pendemonstrasi anti-Malaysia daripada kalangan aktivis kebudayaan Reog Ponorogo, yang diapi-apikan semangat anti-Malaysia oleh pelbagai laporan media massa yang menuduh Malaysia telah mengambil dan mengakui berhak terhadap kesenian itu, akhirnya menyuraikan diri selepas mendengar penjelasan itu.

Cuplikan yang lain lagi dari berita yang sama :

Setelah penjelasan yang menggunakan hanya kira-kira 50 patah perkataan sahaja itu, Zainal Abidin terus turun dari pentas itu dan kembali meneruskan tugas di pejabatnya, meninggalkan para pendemonstrasi itu terdiam seperti terpukau.

Artikel selengkapnya dari Bernama yang berjudul “Duta Besar Suraikan 1,000 Aktivis, Demonstrasi Anti-Malaysia” dapat dibaca di sini. Gimana, sudah ikutan ngakak seperti mulut nggak? wak kak kak kak …. cara memberitakannya itu lho seakan-akan dubesnya itu sakti mandraguna …. “hanya butuh waktu tiga menit, dan menggunakan tak lebih dari 50 kata saja sudah bisa membubarkan ribuan demonstran Indonesia” wa ka ka ka (sorry masih nggak bisa brenti ngakak).

Baca lebih lanjut

Iklan

Susahnya untuk konsisten

Welgedewelbeh

Beberapa waktu lalu dua tulisan mulut (PKS, Muhhamadiyah, FPI, NU, Jamaah Islamiyah,salafi,hizbutahrir,wahabi aliran tersesat dan Gusdur menyesatkan kita ke jalan yang benar) dapat komen yang “panjaaaang” sekale. Kata “panjang” ditulis pake tanda kutip soalnya bukan komen yang berupa artikel panjang tapi hanya satu kata yang dicopy paste berulang-ulang atau biasa dikenal dengan nge-flood. Nggak tanggung-tanggung si komentator (yang ber-nick name Salaman AlJazuli) copy paste sebanyak 107 kali di tulisan pertama, dan 146 kali di tulisan kedua. Mungkin ketularan dengan si Salaman AlJazuli, Ust.Muhammad Rachmat juga ngopi paste komennya sebanyak 15 kali.

Secara pribadi mulut nggak masalah dengan isi dan model komen kayak begituan. Toh nanti orang-orang juga pada tahu, seperti apa sih kualitas orang kayak mereka itu. Komen ini juga membuat mulut teringat lagi atas disclaimer yang telah mulut buat yang menyatakan :

Andapun toh bisa menyetujui ataupun tidak menyetujui pikiran-pikiran mulut, mengkritiknya atau bahkan menghinanya dengan bebas.

Dari sini mulut jadi mikir lebih dalam tentang sikap konsisten. Hmmmmhm …..

Baca lebih lanjut

Mewaspadai penyesatan oleh WordPress

Saudara-saudara para id bloggers di seluruh penjuru dunia, kali ini mulut mau mengingatkan diri sendiri dan anda semua agar awas dan waspada terhadap WordPress.com. Lho ada apa dengan WordPress.com ? mau tahu jawabannya …. baca lidah api mulut berikut ini :

Pernah nggak anda merenungkan bagaimana kebiasaan anda dalam membaca artikel-artikel dari berbagai blog?, apa yang mendasari keputusan anda untuk membaca suatu posting atau tidak?, Apakah kita cenderung mengklik posting-posting urutan teratas yang dipampang di BOTD?, apakah kita secara reguler mengecek adakah posting baru dari blog yang menurut kita bermutu dari list blogroll kita?, ataukah kita membaca posting yang direkomendasikan oleh kawan kita sebagai postingan bermutu? atau yang lain-lain?.

Pernah (secara kritis) bertanya nggak apa special formula yang dipake oleh WorPress.com dalam menentukan the most popular blog of the day. Yang oleh wordpress sendiri dikatakan :

The most popular WordPress.com posts are ranked here according to a special formula.

Kalau anda adalah orang yang cenderung (hanya) membaca posting yang ‘direkomendasikan’ oleh WorPress.com dalam halaman BOTD nya maka mulut mengajak anda untuk berintrospeksi. Menyadari bahaya perilaku demikian bagi diri anda sendiri. Bahayanya apa sih ? …. sabar dulu ya …. 🙂

Baca lebih lanjut

Agenda Id Bloggers: Utilisasi Need of affiliation bangsa Indonesia

Welgedewelbeh

Motive adalah sebuah dorongan yang membuat kita melakukan sesuatu. Ia bisa menjelaskan pada kita mengapa seseorang condong melakukan suatu hal, membicarakan suatu topik, ataupun membuat keputusan tertentu. dalam bahasa sehari-hari, motive kadang disamaartikan dengan kebutuhan (need). Motive selalu ditemukan dibalik semua tindakan, ucapan ataupun perilaku yang dilakukan baik oleh individu ataupun sekelompok manusia. Yang disebut terakhir itu untuk gampangnya kita sebut saja sebagi motive kolektif.

Kalo anda mencermati dengan seksama kebiasaan bangsa kita yang doyan banget ngobrol, kumpul-kumpul, anjang sana, nongkrong bareng, maka mulut mengajukan suatu hipotesis bahwa motive bangsa kita ini didominasi oleh need of affiliation (n-aff).

Sebagai sumber penggerak perilaku manusia dalam menjalani hidupnya, McLelland membagi motive ini kedalam beberapa jenis yaitu :

Baca lebih lanjut